- Polda Metro Jaya mengungkap jasad mengering di Depok adalah korban pembunuhan oleh suami sirinya, ARH (44), pada Oktober 2025.
- Pembunuhan terjadi setelah pertengkaran hebat di mana korban mengusir tersangka yang berujung dicekik dan diikat tali rapiah.
- Motif sementara pembunuhan diduga kuat karena masalah ekonomi setelah tersangka diusir dari rumah korban.
SuaraJabar.id - Misteri di balik penemuan jasad perempuan dalam kondisi mengering di Depok pada Sabtu (7/3) lalu, kini semakin terang benderang. Polda Metro Jaya telah membeberkan kronologi peristiwa tragis tersebut, mengungkap hubungan pernikahan siri yang berakhir maut setelah sebuah pertengkaran hebat dan pengusiran.
Kasubdit Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy, menjelaskan bahwa peristiwa kelam ini berawal dari sebuah ikatan pernikahan siri antara tersangka berinisial ARH (44) dan korban berinisial DH (55).
Keduanya menikah siri pada tanggal 31 Desember 2024 dan kemudian tinggal bersama di Perumahan Primavera, Kelapanunggal, Depok, hingga April 2025.
Kehidupan pasangan ini, yang tidak tercatat secara resmi di mata negara, rupanya mulai diwarnai konflik. Puncaknya, menurut AKBP Resa, terjadi pada pertengahan bulan Oktober 2025. Saat itu, ketegangan antara korban dan tersangka memuncak.
"Kemudian, pada pertengahan bulan Oktober 2025, korban dengan tersangka bertengkar, hingga korban berteriak-teriak mengusir tersangka," kata Resa.
Saat itu, tersangka langsung menutup mulut korban dengan menggunakan tangan kanan, namun korban melakukan perlawanan dengan cara mencakar tersangka.
Setelah itu, tersangka langsung mencekik korban menggunakan tangan kiri pelaku hingga korban lemas dan tidak berdaya.
"Lalu, tersangka langsung mengambil tali rapiah dan mengikat leher korban menggunakan tali. Selanjutnya, tersangka menunggu selama kurang lebih 1 jam sambil melihat kondisi korban," ungkap Resa.
Setelah korban sudah tidak bernyawa, tersangka langsung menarik korban masuk ke dalam kamar korban, dan tersangka langsung menutup korban dengan menggunakan karpet.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Longsor Sampah TPST Bantargebang: Timbun 5 Truk, 1 Warung dan Renggut 4 Nyawa
"Selanjutnya, tersangka langsung mengambil ponsel korban dan meninggalkan rumah (TKP) dengan membawa sepeda motor milik korban," papar Resa.
Tersangka dapat ditangkap sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Cipete Raya, Nomor 9, RT 4 RW 10, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan terduga pelaku pembunuhan diketahui berinisial ARH (44) yang merupakan suami siri korban.
"Motif sementara pembunuhan diduga dilatarbelakangi persoalan ekonomi," kata Budi dalam keterangannya, Senin (9/3).
Dia menyebutkan tersangka diketahui tidak memiliki pekerjaan, kemudian merasa sakit hati setelah diusir dari rumah oleh korban, lalu melakukan tindak pidana pembunuhan. [Antara].
Berita Terkait
-
Kronologi Lengkap Longsor Sampah TPST Bantargebang: Timbun 5 Truk, 1 Warung dan Renggut 4 Nyawa
-
Jadwal KRL Terakhir Malam Ini 10 Februari 2026 Jakarta-Depok-Bogor
-
Fenomena Negara Suap Negara, KPK Bongkar Kongkalikong PN Depok dan Anak Usaha Kemenkeu
-
Berawal dari Kenalan di Medsos, Bayi 2 Bulan di Tasikmalaya Dibawa Kabur Teman Online Sang Ibu
-
Kronologi Mahasiswa di Karawang Dipiting dan Ditusuk Saat ke Warung, Pelaku Berhasil Diringkus
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan