SuaraJabar.id - Petani di Kabupaten Garut, Jawa Barat didorong untuk berani mengambil peluang ekspor produk pertaniannya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan.
Mendukung hal itu, Balai Besar Karantina Tanjung Priok pada Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar bimbingan teknis untuk mengedukasi sejumlah petani di Garut.
"Kegiatan ini mendorong petani untuk mengetahui peluang ekspor, meningkatkan petani kita agar tahu info-info apa sih produk yang bisa diekspor, negara mana yang bisa menerima produk kita," kata Analisis Perkarantinaan Tumbuhan Balai Besar Karantina Tanjung Priok Kementan, Novriansyah dikutip dari Antara, Sabtu (17/9/2022).
Ia menjelaskan itu dalam bimbingan teknis bertemakan "Penguatan Akselerasi Ekspor Dalam Mendukung Gratiek" di Hotel Augusta, Garut, Sabtu.
Ia menuturkan Kabupaten Garut salah satu daerah yang mendapatkan bimbingan teknis mengedukasi petani berbagai komoditas untuk bisa melangkah lebih maju dengan merambah pasar ekspor.
Menurut dia, Kabupaten Garut memiliki potensi yang besar dengan memiliki lahan luas pertanian dan produk komoditas unggulan seperti padi, kopi, jagung, kapulaga, kunyit dan banyak lagi memiliki potensi untuk ekspor.
"Semua produk bisa dieskpor, petani-petani belum memahami untuk ekspor, inilah tugas kami di sini mengajak bapak-bapak, ibu-ibu untuk mengetahui cara ekspor," kata Novriansyah.
Dalam kegiatan itu, Novriansyah menyampaikan tentang mudahnya ekspor, dan pemerintah siap membantunya dari hulu sampai hilir termasuk cara menanam hingga produknya bisa diterima oleh pasar ekspor.
Ia menyebutkan beberapa komoditas yang cukup tinggi permintaan ekspor yakni padi organik dan kopi, khusus kopi tercatat ada 62 negara yang selalu meminta kopi dari Indonesia, khususnya Garut.
Baca Juga: Tips Kesehatan dari dr.Zaidul Akbar, Resep Herbal Ini akan Musnahkan Racun Dalam Tubuh saat Tidur
"Kita bisa membantu ekspor, mengedukasi persyaratan-persyaratan apa yang harus dilengkapi, negara mana yang bisa menerima, kita juga edukasi cara bercocok tanam dengan baik," katanya.
Seorang petani peserta bimbingan teknis ekspor asal Kecamatan Selaawi, Wawan Sukmawan (45) mengatakan, kegiatan tersebut bagus karena membuka wawasan tentang cara ekspor.
Ia berharap komoditas pertanian yang digarapnya yakni kunyit tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi bisa ekspor agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
"Sekarang saya baru memasok pasar lokal, maunya bisa ekspor, tapi kan eskpor itu jumlahnya banyak, bisa kontainer, tapi acara ini jadi gambaran tentang ekspor," katanya.
Anggota DPRD Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi adanya bimbingan teknis tentang ekspor bagi petani di Garut.
Ia menyampaikan kegiatan tersebut merupakan upaya dorongan anggota DPR RI Komisi IV Ono Surono kepada Kementan sebagai mitra kerja agar mengedukasi petani di Jawa Barat, termasuk Garut untuk bisa memahami cara ekspor.
Berita Terkait
-
Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta
-
Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan
-
Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri
-
Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina
-
Gubernur Sherly Curhat ke DPR 'Kena PHP' Kementerian Nusron Wahid soal Legalitas Lahan Petani
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
Terkini
-
Teja Paku Alam: Kemenangan Ini untuk Bobotoh!
-
Web Series Horor Komedi "Penghuni Rumah Warisan", Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G
-
bank bjb dan Perguruan YKTB Bogor Hadirkan Bank Edu YKTB untuk Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
-
KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN
-
Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan