SuaraJabar.id - Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 yang menewaskan 131 orang dan 440 orang mengalami luka ringan dan 29 orang luka berat menyisakan duka bagi banyak orang, termasuk para legenda persib Bandung.
Sejumlah mantan pemain Persib berkumpul bersama di Stadion Sidolig untuk melakukan salat gaib dan doa bersama bagi korban Tragedi Kanjuruhan.
Terlihat beberapa nama besar seperti Indra Thohir, Robby Darwis, Djadjang Nurdjaman, Yaris Riyadi Asep Poni hingga Sutiono Lamso hadir di Stadion Sidolig pada Jumat (7/10/2022).
Eks Gelandang Serang yang juga sempat menjadi Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengungkapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya bagi korban tragedi Kanjuruhan.
Dalam kesempatan doa bersama itu, Djadjang berharap agar tragedi Kanjuruhan menjadi terulang di kemudian hari.
Baca Juga: Cintanya Ditolak Ayu Ting Ting, Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan Beri Pesan Ini ke Netizen
"Saya mewakili para mantan pemain persib semua angkatan, mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya Tragedi Kanjuruhan. Sesuai arahan presiden, harus mengevaluasi semuanya, manajemen semuanya suporter pertandingan mudah-mudahan kompetisi semakin baik berbuah," ujar Djanur, sapaan akrabnya, di Stadion Sidolig, Jumat (7/10/2022).
Dalam kesempatan itu pula, Djadjang menilai banyak perubahan yang terjadi dalam dunia suporter sepakbola Indonesia. Seperti semakin terorganisirnya suporter dalam membela tim kesayangan dibanding jaman Perserikatan dahulu.
"Harapan ke depan, dengan kejadian ini semoga ada perbaikan tidak ada permusuhan sesama suproter ada damai dari segala lapisan. Mulai dari Bobotoh, Jakmania, Aremania ada hikmahnya bersatu. Pasti ada trautama ibu dan anak mau menonton ke stadion, tapi Mudah mudahan tekat suproter ke depan akan mulai membaik," jelasnya.
Sementara itu, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian belasungkawa yang ada di Bandung untuk Malang. Sebelumnya, Bobotoh telah melakukan doa bersama juga di Stadion Sidolig untuk korban tragedi Kanjuruhan.
"Kita berdoa dan para Bobotoh sudah mrngucapkan berdua dan alhamdulillah daripara mantan suatu kesempatan juga kita bisa bertemu jarang jarang. Alhamdulillah ini sangat bagus dan tetap memperhatikan masalah persepakbolaan dan tetap kita juga mengatakan turut berduka cita yang sangat mendalam dan ini kejadian yang luar biasa," tandas Umuh dalam kesempatan doa bersama bagi korban tragedi Kanjuruhan.
Sebelumnya, berbagai elemen masyarakat pun menunjukkan rasa empati dengan berbagai hal, mulai dari menggelar doa bersama hingga bakar lilin yang dilakukan Bobotoh di Jalan Dago Cikapayang tadi malam.
Berita Terkait
-
Mengenal Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil, Utang Pembangunannya Dibongkar Dedi Mulyadi
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Whoosh Dibanjiri Penumpang! 240 Ribu Orang Pilih Kereta Cepat Selama Libur Lebaran
-
Update Harga Tiket Lembang Park & Zoo Terbaru 2025: Jangan Sampai Kehabisan Tiket!
-
Cegah Kepadatan Arus Balik Lebaran, Pemudik Akan Dialihkan Lewat Tol Fungsional Jakarta-Cikampek II
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar