Rodi dan sejumlah warga lain yang tinggal di Desa Mekarsari awalnya tidak pernah sadar bahwa kehadiran PLTU 1 Indramayu akan berdampak pada lingkungan tempat tinggal mereka.
Firasat buruk muncul kala pohon kelapa mulai berguguran, mati tak bisa tumbuh. Sejak resmi beroperasi 2011, masyarakat hanya meratapi semburan asap bakaran batu bara yang tak henti selama 24 jam perhari.
Beranjak dari dua tahun setelah PLTU 1 Indramayu beroperasi, warga makin gelisah dan merasakan firasat buruk terhadap tempat tinggal mereka.
"Berawal darimana? dari pohon kelapa. Baru tahun 2015, kalau di Mekarsari itu sudah separuh pohon kelapa banyak yang mati," ucap Rodi.
Padahal cerita Rodi, sebelum berdirinya PLTU 1 Indramyau, di Desa Mekarsari selalu dijumpai pohon kelapa.
Tiap harinya Desa Mekarsari sebelum kehadiran PLTU 1 selalu bisa memanen ratusan kepala muda hingga tua.
Daun kelapa kata Rodi juga bisa menambah penghasil warga. Daun kelapa bisa diperjualbelikan kepada nelayan untuk dijadikan rumpon.
Rumpon merupakan salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut, baik laut dangkal ataupun laut dalam.
Rodi masih mengingat betul kenangan indah di masa lalu sebelum beton-beton PLTU 1 Indramayu itu berdiri pongah seperti sekarang.
Baca Juga: Kolaborasi Berikan Bantuan Kepada UMKM Eks Pekerja Konstruksi PLTU Batang
Dulu kenang Rodi, pohon kelapa di tiap desa selalu menyediakan buah yang segar. Tua muda kata Rodi di zaman dulu bisa merasakan kesegaran air kelapa dan dagingnya yang lembut.
Saat para tamu dan handai tolan dari luar Indramayu berkunjung pasti kata Rodi diberikan oleh-oleh buah kelapa.
Kekinian warga Desa Mekarsari harus menelan pil pahit, dua tahun setelah berdirinya PLTU 1 Indramayu, warga harus meratapi bahwa salah satu mata pencarian mereka, pohon kelapa terancam punah. Pohon kelapa kini di Desa Mekarsari tak bisa lagi berbuah. Daunnya kering bahkan layu.
"Kalau bicara tentang dampak pertama yang di alami masyarakat itu adalah pada mulai beroperasi dua tahun,baru merasakan dampaknya," keluh Rodi.
Warga desa Mekarsari meyakini bahwa salah satu penyebab pohon kelapa di tempat mereka kini mati disebabkan kepulan asap batu bara yang membawa serpihan bekas pembakaran dari PLTU 1 Indramayu.
Material asap pembakaran batu bara tertiup angin dan hingga di dedaunan pohon kelapa.
Tag
Berita Terkait
-
Bentangkan Spanduk 'STOP BIOMASS CO-FIRING', Warga Jatayu Tolak Keras Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indramayu
-
Kriminalisasi Tak Surutkan Masyarakat Jatayu Tolak PLTU 1 Indramayu
-
Ustadzah Halimah Alaydrus, Cucu Nabi Muhammad Asal Indramayu Paling Populer: Tak Mau Wajahnya Dilihat Pria
-
Petambak Ikan di Indramayu Gunakan Gas Elpiji Sebagai Bahan Bakar Pompa Air
-
Mendag Zulhas Lepas Ekspor Perdana dan Borong 1 Ton Mangga Indramayu
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna