SuaraJabar.id - Bima Arya Sugiarto berterima kasih kepada Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto terkait wacana duet Ganjar Pranowo dengan Ridwan Kamil di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Sebelumnya, Hasto Kristiyanto menghargai bahwa setiap orang saat bisa boleh menyampaikan pendapatnya sebagai kemajuan dalam demokrasi Indonesia saat ini, sehingga pendapat Bima Arya soal Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil merupakan hal yang bisa disampaikan ke publik, menjadi bagian wacana publik, termasuk mengenai jodoh-menjodohkan.
"Kami pun di internal KIB dan PAN juga masih berproses dan sangat menghormati bahwa Mas Ganjar saat ini masih kader PDI Perjuangan. Kami sangat menghormati Mas Ganjar, menghormati juga otoritas dari PDIP, menghormati tata tertib dan aturan yang berlaku di PDIP gitu. Kami juga menangkap realitas dari publik bahwa kader PDIP diminati oleh banyak sekali elemen masyarakat, termasuk muncul di internal PAN," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN tersebut.
Dikatakan Bima Arya, selama ini bukan satu atau dua kali PAN juga mendukung calon dari partai lain yang artinya ini hal yang biasa mengapa memunculkan Ganjar Pranowo, karena kader PDI perjuangan itu salah satu kader terbaik bangsa.
Begitupun dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kata Bima, realitas menunjukkan bahwa hasil survei saat ini Ganjar Pranowo nomor satu, Ridwan Kamil nomor empat.
Sementara, nomor dua ada Prabowo Subianto dari Gerindra, nomor tiga Anies Baswedan yang sudah dicalonkan oleh NasDem.
"Nah kan Mas Ganjar dan Kang Emil belum. Jadi ini ruang yang masih terbuka saya kira, bagi partai-partai untuk pada ujungnya nanti mendorong memastikan lagi nama-nama itu," kata Bima.
Disampaikan Bima Arya, setidaknya ada tiga faktor yang membuat Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) melirik Ganjar-Ridwan Kamil (RK), faktor pertama adalah elektabilitas berdasarkan survei, tren dua tokoh itu naik.
Kedua adalah kualitas, Ketua DPP PAN itu melihat dua tokoh ini memiliki rekam jejak kepemimpinan yang baik di wilayah masing-masing, namun ada faktor yang ketiga yaitu akseptabilitas, bagaimana pun juga elektabilitas yang tinggi, kualitas yang mumpuni itu harus disokong dengan akseptabilitas. Yakni dua tokoh ini harus dapat diterima, terutama oleh KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) dari Partai Golkar, PAN, dan PPP.
Baca Juga: Wacana Ridwan Kamil Menjadi Kader Partai Golkar Terus Mencuat, Airlangga: Dalam Pembahasan
"Kami tentu berharap ya Mas Ganjar dan Kang Emil terus membangun komunikasi yang baik dengan semua, tidak saja tentunya dengan internal PDIP, tetapi juga dengan KIB," kata Bima.
Bima memandang, ke depan masih banyak kemungkinan terjadi, bisa saja Ganjar Pranowo dicalonkan oleh PDIP dan KIB bergabung, sambil berharap wakilnya merupakan representasi dari KIB.
Tapi, kata Bima, mungkin juga kalau Ganjar Pranowo tidak berangkat maju pemilihan presiden (pilpres) lewat PDIP, karena politik itu seni segala kemungkinan KIB siap untuk mencalonkannya. KIB akan semakin mengerucutkan nama-nama calon pada akhir tahun.
"Tapi di internal KIB pun ini masih berproses, ya tapi kami lihat PPP tingkat wilayah sudah memunculkan nama Mas Ganjar, PAN di tingkat wilayah sudah banyak memunculkan Mas Ganjar," kata dia. [ANTARA]
Tag
Berita Terkait
-
Wacana Ridwan Kamil Menjadi Kader Partai Golkar Terus Mencuat, Airlangga: Dalam Pembahasan
-
Jelang Pilpres 2024, Pengamat: Ada Dugaan Target Penghancuran kepada Puan Maharani dan Megawati
-
Majikan di Bandung Barat Tega Sekap dan Siksa ART Asal Garut, Sosok Tetangga Yang Marahi Rizky Billar
-
Aduh Gubernur Jawa Barat Dibuat Kesal Sama Pramugari: Pelan-pelan, Slowly Aja
-
Bima Arya Tantang Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Maju di Pilpres 2024, Hasto Ingatkan Soal Disiplin Partai
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
5 Fakta Mencengangkan di Balik Penetapan Tersangka Ustaz Syekh Ahmad Al Misry
-
Sempat Lumpuh 3 Jam, Arus Lalu Lintas Cibeber-Cianjur Kini Sudah Bisa Dilalui Kedua Arah
-
426.000 Agen Mekaar, Bukti Nyata Ekspansi Layanan Keuangan BRI Group
-
Tangis Haru Ihsan, Siswa Viral yang Putus Sekolah Kini Dijamin Wagub Jabar Hingga Lulus