SuaraJabar.id - Sebanyak 1.157 pekerja di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) kehilangan pekerjaan tahun ini. Mereka terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, hingga November ini ada 946 pekerja dari 41 perusahaan yang melakukan PHK. Data itu didapat dari laporan PHK yang mengklaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan data lapor perselisihan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi Yanuar Taufik mengatakan, banyaknya pekerja yang terkena PHK dikarenakan kondisi perusahaan di Kota Cimahi terdampak dengan krisis yang dialami negara-negara di Eropa dan Amerika.
"Kondisi ekonomi dunia menurun jadi kontrak kerja ditunda, jadi penudaan ini membuat produksi berhenti. Supaya perusahaan tetap stabil mungkin di antaranya mengurangi tenaga kerja," ungkap Yanuar kepada Suara.com pada Kamis (17/11/2022).
Yanuar mengatakan, mayoritas industri besar di Kota Cimahi sendiri bergerak di bidang tekstil dan garmen sehingga otomatis terdampak krisis yang sedang di alami negara-negara Eropa dan Amerika.
"Memang produk tekstil dan garmen yang banyak terdampak, sekarang sedang terpuruk. Cimahi mengekpsor ke Eropa dan Amerika," kata Yanuar.
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek pada Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi Febie Perdana menambahkan, pihaknya sudah mengumpulkan stakeholder ketenagakerjaan untuk menyikapi PHK yang terjadi tahun ini.
"Kita meminta pihak perusahaan semaksimal mungkin untuk tidak melakukan PHK, juga meminta rekan dari serikat pekerja membantu memberikan support kepada rekan pekerja untuk lebih meningkatkan produktifitas kerja," ujar Febie.
Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KBB Panji Hermawan mengungkapkan sejauh ini sudah ada 211 pekerja yang terkena PHK. Lambatnya perputaran ekonomi di usai dihantam pandemi COVID-19 dalam dua tahun terakhir disinyalir menjadi penyebab ratusan buruh kehilangan pekerjaannya.
"Jadi jumlah yang kena PHK mencapai 211 orang. Angka ini berdasarkan data lapor ke Disnakertrans. Dari ratusan buruh yang kena PHK, sebanyak 53 orang melakukan klaim JKP," terang Panji.
Menurut Panji, ratusan buruh kena PHK ini terdiri dari berbagai sektor industri. Mulai dari industri makanan-minuman, garmen dan tekstil.
Alasan PHK mayoritas karena habis kontrak dan langkah perampingan pekerja. Selain itu, ada pula karena perusahaan tutup.
"Sektor industrnya dari makanan-minuman, garmen, dan tekstil. Kalau penyebabnya macam-macam ada habis kontrak, pengurangan tenaga kerja, dan perusahaan tutup," terang Panji.
Dirinya memastikan ratusan buruh tersebut dipastikan telah mendapatkan hak pesangon sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Kalau pun tidak mendapat pesangon, buruh bisa mengajukan ke melalui LKS Tripartit.
"Mereka semua diberikan pesangon. Ratusan buruh ini lapor ke kita karena ingin diberikan hak usai pemutusan kerja. Jadi sudah kita tangani," tandasnya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Tekan Angka Pengangguran di DIY yang Masih Tinggi, Disnakertrans Dorong Anak-anak Dikenalkan Dunia Kerja
-
Kaya Warisan Budaya, Bandung Barat Layak Bangun Museum Daerah
-
Kalah di Final Porprov Jabar 2022, Tim Sepakbola Purwakarta Dapat Motivasi dari Sosok Ini
-
Damkar Bandung Barat Datangkan Empat Armada Baru
-
BBM Naik, Buruh Pasuruan Ramai-ramai Minta Naik Gaji 13 Persen
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Dendam dan Incar Rumah Jadi Motif Pembunuhan Ibu Tiri di Panyileukan
-
Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung
-
Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau
-
Cari Money Changer Terdekat? BRI Hadir di Bandara, Pelabuhan hingga Pusat Kota
-
Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi