SuaraJabar.id - Sebuah foto yang memperlihatkan para pria korban gempa Cianjur terpaksa memakai daster saat berada di lokasi pengungsian. Hal ini dikarenakan bantuan pakaian yang datang didominasi oleh pakaian perempuan.
Kekinian, Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, menyumbangkan 12 truk logistik bantuan yang salah satunya berisi 12 kodi pakaian laki-laki bagi korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur.
"Ada 10 koli (satu koli setara dengan satu karung). Tapi yang jelas dengan adanya bantuan ini, tidak ada lagi informasi pengungsi laki-laki pakai pakaian daster ya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, seusai menyerahkan bantuan bagi korban terdampak gempa, di Pendopo Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, Senin.
Sebelumnya, viral di media sosial tentang sejumlah pria korban gempa Cianjur pakai daster lengkap dengan kerudung.
Bahkan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil juga mengunggah peristiwa pria korban gempa Cianjur yang memakai pakaian wanita di akun instagram pribadinya.
Hari ini, Pemkot Bandung menyerahkan bantuan berupa donasi sebesar Rp 500 juta dan 12 truk berisi logistik seperti pakaian baru, makanan, selimut, kaos kaki, terpal, tenda yang dikumpulkan dari ASN dan masyarakat Kota Bandung.
"Hari ini kami menyampaikan amanat dari pimpinan kami, memberikan bantuan kepada saudara kami yang sekarang ini terkena musibah, gempa bumi di Kabupaten Cianjur," kata Ema.
Sebelumnya, bantuan logistik berupa sandang dan pangan senilai Rp451,94 juta disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial (Dinsos) untuk korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur.
"Telah dikirim logistik dari APBN berupa sandang dewasa 30 setel, makanan siap saji 2.600 paket, makanan anak 650 paket, selimut 350 lembar, family kit A 130 paket, pakaian anak 150 paket. Juga logistik dari APBD berupa matras gulung 250 lembar dan tenda gulung 100 lembar," kata Kepala Dinsos Jawa Barat Dodo Suhendar ketika dihubungi di Bandung, Rabu (24/11).
Total nilai bantuan sejumlah Rp 451.942.500 (Rp 451,94 juta) terdiri atas Rp 396.581.250 (Rp 396,58 juta) dari APBN dan Rp 55.361.250 (Rp 55,36 juta) dari APBD.
Menurut Dodo, selain bantuan logistik yang bersumber dari APBN dan APBD, Tagana dari sejumlah daerah di Jabar pun akan mengirimkan bantuan logistik kepada korban gempa Cianjur.
"Sejumlah Tagana dari daerah selain Cianjur juga telah bersiap untuk dikirimkan ke lokasi bencana seperti Garut, Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya dan Bogor," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Turunkan Bantuan Jalur Udara, Helikopter Terbang Rendah Bikin Porak-poranda Tenda Pengungsi Gempa Cianjur
-
Ormas Garis Viral Gegara Copot Label Gereja di Gempa Cianjur, Ternyata Pernah Dipermasalahkan saat Pilpres 2019
-
Lokasi Gempa Cianjur Jadi Tempat Wisata Bencana, BNPB Langsung Beri Peringatan Soal Ini
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
Aset Perusahaan Laku Terjual, Tapi Pesangon Eks Karyawan PT TML Sukabumi Tak Kunjung Cair
-
Garis Kuning Terpasang! Praktik Tambang Emas Ilegal di Cibitung Akhirnya Disikat
-
Usut Suap Lahan Tapos, KPK Cecar Pejabat MA Soal 'Jual Beli' Mutasi Hakim PN Depok
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi