SuaraJabar.id - Polres Garut mengamankan puluhan sepeda motor berknalpot bising dalam kegiatan patroli berskala besar di wilayah perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Razia motor berknalpot bising itu dilakukan karena dianggap meresahkan masyarakat di bulan ramadan.
"Kami mengamankan 52 motor dengan knalpot brong (berisik)," kata Kepala Bagian Operasi Polres Garut Kompol Saifudin Hamzah di Garut, Minggu (9/4/2023).
Operasi gabungan yang dilakukan jajaran Polres Garut dan TNI itu dilaksanakan pada Sabtu (8/4) malam hingga menjelang Minggu dini hari yang berhasil menjaring puluhan sepeda motor berknalpot bising.
Seluruh sepeda motor yang terjaring operasi itu diangkut ke Markas Polres Garut karena mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
"Pengendara yang terjaring operasi knalpot bising ini kendaraannya langsung diamankan untuk proses lebih lanjut," ujar Saifudin.
Dia menambahkan Polres Garut juga memberlakukan sanksi tilang elektronik berbasis ponsel serta meminta pemilik kendaraan mengganti dengan knalpot standar. Sedangkan mereka yang tidak membawa surat-surat kendaraan diamankan jajaran Satuan Reskrim.
"Mereka yang tidak dilengkapi surat kendaraan, diberikan surat tanda penerima (STP) dari Reskrim," katanya.
Saifudin menambahkan kegiatan patroli skala besar dilakukan tidak hanya menertibkan sepeda motor berknalpot bising, tapi juga mengantisipasi balapan liar, geng motor, perang sarung, tawuran, dan berbagai tindak kejahatan pencurian.
Dia berharap keberadaan polisi yang melakukan patroli tersebut bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama saat momentum Ramadhan dan Idul Fitri.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan menggunakan knalpot standar," kata Saifudin. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Tantangan Berat di Cisarua! Bima Arya: Material Longsor 20 Meter Persulit Evakuasi Korban
-
Di Balik Lumpur Pasirlangu, Dinamika Data dan Harapan Keluarga yang Belum Padam
-
Predator Anak Menghantui Cianjur: Polres Buka Posko Laporan, Diduga Korban Lebih dari 10 Orang
-
Gugatan Rumah Disita Picu Desakan OJK Telusuri Pola Kemitraan Asuransi
-
Bupati Karawang Tegaskan Moratorium Perumahan: Tak Ada Izin Baru Sampai Tata Ruang Beres