SuaraJabar.id - Dokter tim Persib Bandung, Rafi Ghani, membeberkan kondisi Rachmat Irianto yang batal dibawa Timnas Indonesia untuk mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC) di Turki jelang Piala Asia 2023 Qatar.
Sebelumnya, Timnas Indonesia memanggil tiga pemain Persib untuk persiapan putaran final Piala Asia 2023 yang akan digelar pada Januari 2024 mendatang. Ketiga pemain tersebut yakni Marc Klok, Edo Febriansah dan Rachmat Irianto.
Mereka dipanggil berdasarkan surat nomor 5424/AGB/728/XII-2023, ajang AFC Asian Cup 2023 di Qatar akan berlangsung 11 Januari – 10 Februari 2024, yang ditangani Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi.
Menurut Rafi Ghani, Rachma Irianto saat ini sedang menjalankan program pemulihan, cedera tersebut didapat oleh mantan pemain Persebaya Surabaya ini saat pertandingan BRI Liga 1 2023-2024 menghadapi PSM Makassar.
Baca Juga: Bukan 14 Maret 1933, Persib Umumkan Hari Jadi 5 Januari 1919, Ini Alasannya
Lebih lanjut Rafi menuturkan, setelah di observasi dan diperiksa lebih lanjut Rachmat Irianto mengalami cedera di bagian paha kirinya M biceps femoris sinistra.
"Rachmat Irianto mengalami cedera saat Persib vs PSM, cedera di bagian salah satu otot paha kirinya (M biceps femoris sinistra) setelah kita observasi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (USG musculo skeletal)," ungkap Rafi.
"Penyebab memar pada paha kirinya didapat ada sedikit robekan di M biceps femoris sinistranya," ucap Rafi menambahkan.
Dengan cedera yang dialaminya, maka pemain yang menggunakan nomor punggung 53 ini fokus menjalankan program pemulihan dan tidak bergabung dengan skuad Garuda.
"Oleh sebab di atas Rachmat Irianto memerlukan waktu untuk penyembuhan dengan menjalani terapi," jelas Rafi.
Baca Juga: Usai Lawan Bali United, Alberto Rodriguez Tinggalkan Persib, Ada Apa?
Sementara itu, pemusatan latihan akan mulai dilakukan pada tanggal 20 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024 di Antalya, Turki. Tim akan berada di Doha, Qatar pada 7 Januari hingga 10 Februari 2024.
Jadwal tersebut, membuat pemain Persib yang dipanggil Timnas Indonesia tak mendapat libur panjang seperti yang lainnya. Skuat Maung Bandung sendiri setelah lawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Senin (18/12/2023), diliburkan hingga awal tahun depan.
Pasalnya, kompetisi BRI Liga 1 musim 2023-2024 setelah pekan ke-23 diliburkan cukup lama dan kompetisi akan kembali bergulir pada awal Februari 2024 mendatang.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
Korea Selatan Dihajar Timnas Indonesia U-17, Shin Tae-yong Tak Beri Selamat Nova Arianto
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Pelatih Yaman: Kami Analisis Timnas Indonesia U-17 Secara Mendalam
-
Lawan Yaman, Evandra Florasta Beri Sinyal Timnas Indonesia akan Makin Gacor
-
Asisten Pelatih Inter Milan Murka dengan Performa Bek, Makin Ngotot Boyong Jay Idzes?
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar