Soal BUMDes, Imam menjelaskan bahwa badan usaha ini memiliki sejumlah unit usaha untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah unit usaha jasa layanan internet WiFi.
Selain itu, ada pula toko alat tulis, persewaan gedung serbaguna, serta penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).
Pamsiman dihadirkan untuk menjawab kebutuhan warga pada saat kekeringan melanda. Berkat Pamsimas, masyarakat dapat mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari kala musim kemarau.
"BUMDes Karya Mandiri juga menjalin kerja sama dengan BRI untuk mendirikan AgenBRILink. Layanan AgenBRILink yang diakomodasi BUMDes berhasil meningkatkan pendapatan asli desa dan sekaligus memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan," kata Imam.
Imam menceritakan, AgenBRILink sangat membantu masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan.
Berkat AgenBRILink, imbuh Imam, warga Desa Ngoran yang sebagian besar berprofesi sebagai petani tak perlu pergi jauh ke Unit Kerja BRI untuk bertransaksi.
"Warga dapat bertransaksi lewat AgenBRILink, baik transfer, tarik tunai, serta sejumlah pembayaran lain. Sejumlah warga kami juga dimudahkan membuka rekening BRI," terangnya.
Imam menambahkan, masyarakat juga dimudahkan bertransaksi dengan opsi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Pelaku usaha di Desa Ngoran dibantu oleh BRI untuk mendapatkan QRIS BRI dan masyarakat desa bisa bertransaksi dengan memindai QRIS BRI lewat BRImo.
Baca Juga: BRI Kuat & Hebat di Usia 128 Tahun
Kelompok masyarakat dari kalangan muda serta pelaku usaha pun merespons positif fitur QRIS BRI dan QRIS BRImo untuk melakukan transaksi keuangan sehari-hari.
Selain lewat produk BRI, kehadiran Mantri BRI di Desa Ngoran, kata Imam, juga membantu masyarakat, baik petani, pekebun, maupun peternak, untuk dapat mengakses permodalan berupa kredit usaha rakyat.
"Mantri BRI berperan penting untuk membuka akses kemitraan antara warga dan perbankan untuk mengajukan KUR BRI. Kami pun dibina untuk mengajukan program untuk mendapatkan pendanaan dari BRI untuk mendukung usaha kelompok masyarakat, seperti peternak koi, perajin gendang, dan perajin gula kelapa. Gendang Jimbe buatan warga Desa Ngoran bahkan mampu tembus pasar di China," terang Imam.
Masyarakat desa mana pun di Indonesia bisa mengikuti jejak Desa Ngorang dengan mengikuti program Desa BRILiaN.
Segera kunjungi dan hubungi kantor BRI unit terdekat dan Mantri BRI Unit akan membantu pendaftaran desa untuk ikut program Desa BRILiaN.
Jadikan desamu menjadi Desa BRILiaN selanjutnya!
Berita Terkait
-
Manfaatkan BRImo, Kunci Desa Sukomulyo Sukses Kembangkan Ekonomi Lokal
-
Cerita Desa Lerep yang Berhasil Bertransformasi Jadi Desa Wisata
-
Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang Jadi Juara Harapan 1 Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023
-
Berkat Kolaborasi yang Kuat antar Masyarakat, Desa Cikaso Juara 2 Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023
-
Cari ATM BRI Terdekat? Ini 50 Lokasi Lengkap ATM BRI di Bandung Raya
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Kecelakaan Tunggal Mobil Suzuki Carry Terjun ke Jurang di Ciamis, Ini Kronologi Lengkapnya
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung