
SuaraJabar.id - Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengecek proges perbaikan Jalan Tegalgubug- Arjawinangun-Jagapura, di Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/5/2024).
Saat mengecek jalan yang sedang diperbaiki, Bey Machmudin didampingi oleh Kadis Bina Marga Jabar Bambang Tirtoyuliono dan Penjabat Bupati Cirebon Wahyu Mijaya.
"Hari ini saya bersama Kadis Bina Marga dan Pj. Bupati Cirebon meninjau perbaikan ruas Jalan Tegalgubug- Arjawinangun," kata Bey.
Bey mengatakan, ruas jalan yang diperbaiki itu sepanjang 5,5 kilometer melintasi Jalan Tegalgubug, Arjawinangun dan Jagapura.
Baca Juga: Hari Jadi Kota Bogor, Gubernur Ridwan Kamil: Teruslah Berprestasi
"Yang diperbaiki sepanjang 5,5 kilometer dengan nilai biaya sekitar 12 miliar," kata Bey.
Dengan adanya rekontruksi jalan itu, Bey berharap adanya peningkatan ekonomi terlebih jalan tersebut merupakan jalan provinsi yang cukup strategis dikenal dengan jalur Pantura.
"Kita harapkan setelah perbaikan ini, meningkatkan juga perekonomian, karena selama ini kemacetan terjadi juga membahayakan pengendara lalu lintas," kata Bey.
"Nanti pada saat jalan sudah baik (diperbaiki) nanti juga akses (jalan) akan lebih lancar lagi," ungkapnya.
Selain itu, di tahun 2024 Pemdaprov Jabar telah menargetkan rekontruksi jalan sepanjang 240 kilometer dengan penyebaran di 49 ruas jalan Kabupaten dan Kota se Jabar.
Baca Juga: Kang Emil: Bogor Teladan Pembangunan Kota di Indonesia
"Ada 240 kilometer total target rekontruksi (perbaikan) jalan di Jawa Barat tahun 2024 ini," kata Bey.
Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga Jabar Bambang Tirtoyuliono mengatakan terdapat empat perbaikan jalan di Kabupaten Cirebon satu di antaranya yakni Jalan Arjawinangun.
"Total akumulatif penanganan tahun 2024 lebih kurang 16 kilometer untuk Kabupaten Cirebon," kata Bambang.
Bambang menjelaskan kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon di tahun 2023 sudah mencapai 84 persen, tentunya dengan penambahan 16 kilometer itu tentunya akan berdampak baik untuk masyarakat.
"Tentunya dampak untuk masyarakat adalah lalu lintas akan lebih lancar, mudah-mudahan ekonomi juga lebih meningkat," tutupnya
Penjabat Bupati Cirebon Wahyu Mijaya mengatakan APBD Kabupaten Cirebon juga mengalokasikan sepajang 71,1 kilometer perbaikan jalan dengan pemeliharaan berkala sepanjang 42 kilometer.
"Jadi alhamdulillah kita coba peningkatan, walaupun masih ada beberapa ruas jalan yang memang masih belum teranggarkan di tahun 2024," kata Wahyu.
Berita Terkait
-
Viral! Penjual Bakso di Batam Gunakan Dana Pribadi Demi Perbaikan Jalan Rusak di Malang, Warga Ikut Gotong Royong
-
Tingkatkan Ekonomi Rakyat, SIG Garap Pembangunan Jalan di Rembang dan Blora
-
Perbaikan Jalan Nasional di Daerah Penghasil Nikel Terbesar RI Terus Berlanjut
-
Warganet Soroti Ekspresi Kades yang Kecewa saat Bule Perbaiki Jembatan Rusak: Pak Jokowi, Liat Nih!
-
3 Titik Perbaikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Jelang Mudik Lebaran 2024
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar