SuaraJabar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengarahkan supaya para korban bencana tanah bergerak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat jangan terlalu lama menepati posko pengungsian.
Kepala BNPB Suharyanto saat ditemui di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (6/12/2024), mengatakan bahwa sedikitnya ada empat tenda posko pengungsian yang sudah disiapkan oleh BNPB dan Kementeian Sosial. Masing-masing tersebar di dua titik dalam wilayah Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar.
BNPB memastikan tidak ada batasan waktu bagi para korban bencana untuk tinggal posko, memanfaatkan fasilitas yang ada seperti air bersih, dapur umum dan perbekalan lainnya.
Berdasarkan data sementara dari BNPB sampai dengan sore tadi ada sebanyak 300 orang warga korban tanah bergerak yang mengungsi ke dua titik posko pengungsian itu.
"Tidak ada batasan waktu dan kami pastikan kondisi semakin baik. Tapi kalau tidurnya di tenda lalu hujan terus kan gak mungkin juga untuk jadi mereka tak boleh terlalu lama," katanya dikutip ANTARA.
Hujan deras hingga sangat deras (>50 mm per jam) diiperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih berpotensi mengguyur Kabupaten Sukabumi setidaknya sampai 8 Desember 2025, salah satunya akibat keberadaan bibit siklon tropis 91S di Samudera Hindia yang terus mendekat ke daratan selatan Jawa Barat.
Dengan begitu Suharyanto mengungkapkan, BNPB memberikan dua opsi kepada para korban terdampak bencana yang rumahnya rusak untuk mengungsi ke rumah sanak keluarga terdekat atau mengontrak rumah sementara waktu.
BNPB memastikan akan memberikan dana senilai Rp600 ribu dikali enam bulan (Rp3,6 juta) kepada setiap kepala keluarga yang rumahnya rusak, untuk biaya kontrakan rumah atau mencukupi kebutuhan sehari-hari selama mengungsi ke rumah kerabat.
"Yang pasti nantinya mereka harus di relokasi gak mungkin lagi masyarakat tinggal di situ. Nah relokasi ini pemerintah daerah, kabupaten, desa, camat, menyiapkan lahan, nanti pemerintah pusat yang membangun," kata dia.
Baca Juga: Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Utama Cianjur ke Selatan
Ia menambahkan bahwa jumlah rumah yang rusak akibat tanah bergerak ini masih dalam proses pendataan namun dilaporkan ada puluhan unit rusak sedang dan rusak ringan ratusan unit di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
PANI Perkuat Komunikasi Korporasi untuk Jaga Kepercayaan Pemangku Kepentingan
-
131 Cabang Serentak Gelar BRI KKB Expo 2026, Yuk Wujudkan Mobil Impian