Andi Ahmad S
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 22:21 WIB
Organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), membuat langkah strategis di sektor ekonomi.[Egi/Suarabogor]

SuaraJabar.id - Organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), membuat langkah strategis di sektor ekonomi. Melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), mereka secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan produsen cat terkemuka, PT. Sigma Utama.

Penandatanganan kerjasama ini berlangsung di pabrik PT. Sigma Utama di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (8/8).
Langkah ini menandai keseriusan GP Ansor untuk tidak hanya bergerak di bidang sosial-keagamaan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi bagi para kadernya di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H. Addin Jauharudin, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah fondasi untuk penguatan kelembagaan di sektor riil. Hasil konkret dari kerjasama ini pun sudah di depan mata: peluncuran produk cat bersama.

“Ini tentu saja kerja sama yang sangat baik. Kami melakukan penguatan kelembagaan utamanya dalam hal sektor ekonomi. Segera, kami juga akan menghadirkan produk cat anti bocor,” kata Addin Jauharudin di lokasi acara.

Model bisnis yang diusung dalam kerjasama ini terbilang jelas dan strategis, membagi peran berdasarkan keahlian masing-masing pihak untuk menciptakan ekosistem bisnis yang efisien.

Addin menjelaskan bahwa skema kolaborasi ini dirancang untuk memaksimalkan potensi kedua belah pihak.

PT. Sigma Utama: Akan fokus pada aspek produksi (hulu). Dengan pengalaman dan kapasitas produksinya, Sigma Utama bertanggung jawab untuk menciptakan produk cat yang berkualitas dan kompetitif.

BUMA Holding (GP Ansor) Akan mengambil peran sentral dalam jaringan distribusi dan pemasaran (hilir). Dengan puluhan ribu kader yang tersebar di seluruh pelosok negeri, GP Ansor memiliki jaringan yang solid untuk memastikan produk menjangkau pasar secara masif.

“Kader-kader kita bisa mempunyai aktivitas ekonomi dengan, meningkatkan kesejahteraan mereka. Dalam hal ini, kita tidak hanya menjadi objek pasar, akan tetapi juga menjadi subjek, penggerak pasar,” imbuh Addin.

Baca Juga: Badai PHK Terjang Bogor, 4.000 Keluarga Terancam Akibat Guncangan Ekonomi Global

Langkah ini mengubah paradigma, di mana kader Ansor yang sebelumnya mungkin hanya menjadi konsumen, kini didorong untuk menjadi pelaku usaha, mulai dari agen, reseller, hingga distributor di daerahnya masing-masing.

Di sisi lain, Direktur PT Sigma Utama, Beni Simanjuntak, menyambut antusias kerjasama ini. Ia melihat adanya kesamaan visi antara perusahaannya dengan GP Ansor, yaitu komitmen untuk memajukan perekonomian nasional melalui penguatan produk dalam negeri.

"Kita sama-sama milik bangsa, milik negara Indonesia punya tujuan yang sama bagaimana meningkatkan perekonomian di Indonesia dengan menggunakan produk lokal," ujar Beni.

Lebih dari sekadar keuntungan bisnis, kolaborasi ini diharapkan membawa dampak sosial yang signifikan. Salah satu target utamanya adalah penciptaan lapangan kerja baru. Industri cat, menurut Beni, merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja, terutama di level menengah ke bawah.

"Kita berharap dengan kolaborasi ini, tadi Pak Ketum sudah sampaikan, akan menciptakan lapangan pekerjaan karena memang di industri ini sektor pekerjaan itu menengah kebawah. Artinya semakin banyak masyarakat-masyarakat kita, Insya Allah akan banyak lapangan pekerjaan dari kolaborasi antara Sigma Utama dan BUMA Holding," jelasnya.

Kontributor : Egi Abdul Mugni

Load More