Hal ini menunjukkan bahwa negara belum sepenuhnya hadir untuk menjamin masa depan generasi penerusnya.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya menyampaikan permohonan maaf pada warga Jabar apabila masih ada anak tidak bersekolah, masih banyak yang tak bisa melanjutkan ke SMP karena tak punya seragam, masih ada yang putus sekolah karena biaya," ujar Dedi dengan nada penyesalan.
2. Dosa di Sektor Kesehatan: Saat Negara Abai Terhadap Warga yang Sakit
Sektor kedua yang menjadi perhatian serius Dedi Mulyadi adalah layanan kesehatan.
Baginya, adalah sebuah dosa besar ketika negara tidak mampu memberikan jaminan kesehatan yang paripurna bagi warganya, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi paling rentan.
Beberapa contoh nyata yang disebut sebagai dosa oleh KDM antara lain pasien terpaksa pulang dari rumah sakit karena BPJS Kesehatan tidak meng-cover biaya pengobatan.
Situasi ini menempatkan masyarakat dalam pilihan sulit antara sembuh atau menanggung beban utang.
Warga ditolak masuk rumah sakit karena memiliki tunggakan iuran BPJS. Akses terhadap layanan kesehatan yang seharusnya menjadi hak, justru terhalang oleh masalah administrasi.
Kepala keluarga yang dirawat di RS membuat keluarganya tidak bisa makan.
Baca Juga: APBD Jabar Disahkan Pincang! 5 Fakta di Balik Aksi Boikot PDIP Gara-gara Dana Pesantren
Ini menunjukkan bahwa jaring pengaman sosial belum berfungsi optimal, di mana sakitnya tulang punggung keluarga berarti terhentinya sumber kehidupan bagi yang lain.
"Ini negara harus hadir," tandas Dedi, menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban mutlak untuk turun tangan dalam kondisi-kondisi seperti ini.
Panggilan untuk Bertindak Kolektif
Lebih dari sekadar meminta maaf, Dedi Mulyadi mengajak seluruh aparatur pemerintah, mulai dari tingkat RT, RW, kepala desa, camat, hingga bupati dan wali kota, untuk introspeksi dan bertindak.
Ia mendorong dibukanya layanan terbuka agar masyarakat dapat dengan mudah mengadukan penderitaan yang mereka alami.
"Jika kita bergerak kolektif, sendi-sendi penderitaan akan terselesaikan," serunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Fakta dan Korban Jembatan Putus di Sukabumi, Warga Hendak Ikut PAW Kades Jadi Korban
-
Jangan Terpancing Medsos! Ini Penjelasan Resmi Pemerintah Soal Skema Makan Bergizi Gratis
-
7 Fakta Penggeledahan Rumah Ono Surono: Dari Dokumen Elektronik Hingga Temuan Uang di Ruang Pribadi
-
KPK Obok-obok Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono di Indramayu
-
Cerita Dedi Kusnandar 'Todong' Jersey Legenda AS Roma: Awalnya Ragu, Ternyata Totti Begitu Ramah