-
Sukinah (78) di Desa Pasurenan akhirnya mendapatkan listrik pertama melalui program BPBL setelah seumur hidup hidup dalam remang.
-
Listrik membawa perubahan besar bagi keamanan dan aktivitas hariannya, menggantikan lampu minyak yang selama ini digunakan.
-
Program BPBL menargetkan ratusan ribu rumah tangga di Indonesia dan diberikan secara gratis, dengan imbauan untuk waspada terhadap pungutan liar.
SuaraJabar.id - Kabut turun dengan berlahan di Desa Pasurenan, Kecamatan Batur-Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Udara dingin pun kian menusuk ketika hari makin larut.
Di antara rumah-rumah kayu yang berdiri kokoh menahan terpaan angin pegunungan, seorang perempuan lanjut usia bernama Sukinah (78 tahun) duduk di beranda rumahnya yang berdinding anyaman bambu sambil menyelimuti bahu dengan kain tebal.
Udara yang menggigit tidak menghapus senyum hangat dari wajahnya. Senyum berkeriput namun lembut dan tulus memantulkan rasa syukur yang tak bisa disembunyikan.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, rumah Sukinah kini bercahaya terang berkat bantuan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah.
"Alhamdullilah, sekarang rumah ibu sudah terang, ibu tidak pakai lampu minyak lagi" ucap Sukinah, Jumat (28/1/2025).
Sebelumnya sebagai lansia yang tinggal sendiri, ia terbiasa menjalani malam-malam dingin itu dalam remang. Biaya pemasangan listrik baru bagi Sukinah terasa mustahil.
"Pengen punya listrik, tapi untuk makan saja harus irit," ujarnya lirih dengan bahasa jawa.
Listrik bukan hanya soal lampu. Bagi Sukinah, ini adalah perubahan hidup.
Ia kini bisa menyiapkan makan malam tanpa gelap, merasa lebih aman di tengah dinginnya malam Dieng, dan tak perlu lagi khawatir minyak lampu kehabisan di saat-saat penting.
Program BPBL merupakan bagian dari upaya memberikan akses energi yang merata ke seluruh lapisan masyarakat. Secara nasional, program BPBL ditargetkan menyasar sekitar 215 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia.
Di Jawa Tengah sendiri program BPBL menargetkan sebanyak 25.150 rumah tangga yang akan mempunyai akses listrik sendiri, di Kabupaten Wonosobo sendiri, sekitar 216 rumah tangga yang akan memiliki akses listrik mandiri.
Program BPBL merupakan bantuan resmi pemerintah dan bersifat gratis tanpa pungutan apa pun. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap oknum yang meminta biaya atau memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi.
Bila menemukan dugaan penyelewengan, pemerasan, atau penyalahgunaan, masyarakat dapat melaporkan langsung melalui Contact Center ESDM 136 untuk ditindaklanjuti.
Berita Terkait
-
MNC Group Gandeng Republikorp Kembangkan Bisnis Media
-
Kenapa Sepatu Lari Berwarna Mencolok dan Terang? Alasannya Lebih dari Sekadar Gaya-gayaan
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos
-
Mengurai Symbolic Immortality dan Obsesi Prabowo Menciptakan Program Baru
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung
-
Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau
-
Cari Money Changer Terdekat? BRI Hadir di Bandara, Pelabuhan hingga Pusat Kota
-
Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi
-
Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat