- Andrie Yunus, alumni SMAN 1 Cicurug 2016 dan mantan Ketua OSIS, disiram air keras di Jakarta pada Rabu, 18 Maret 2026.
- Pihak sekolah terkejut atas insiden menimpa Andrie yang dikenal kritis namun sangat santun serta memiliki logika tajam.
- Puspom TNI menahan empat prajurit terkait dugaan keterlibatan dalam penganiayaan terhadap aktivis KontraS tersebut.
SuaraJabar.id - Di lorong-lorong SMAN 1 Cicurug, nama Andrie Yunus bukan sekadar barisan huruf dalam buku induk alumni. Ia adalah ingatan tentang seorang anak muda yang tajam logikanya, namun luar biasa santun budi pekertinya.
Maka, ketika kabar tentang penyiraman air keras di Jakarta itu sampai ke telinga para guru pada Rabu (18/3/2026), suasana sekolah mendadak diliputi mendung keprihatinan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Nurjaka, tak mampu menyembunyikan keterkejutannya. Baginya, berita itu awalnya terasa seperti mimpi buruk yang mustahil.
"Kaget, awalnya tidak percaya. Tapi setelah banyak muncul di YouTube, baru kami yakin itu benar-benar dia," tutur Nurjaka dengan nada berat.
Pesan singkat melalui WhatsApp pun segera dikirim ke nomor Andrie. Meski hingga kini belum ada balasan, doa dan rasa duka mendalam dari almamater terus mengalir untuk sang aktivis.
Sosok Ketua OSIS yang "Langka"
Andrie Yunus adalah potret ideal seorang pemimpin muda di masanya. Lulusan tahun 2016 ini pernah menjabat sebagai Ketua OSIS pada 2015.
Nurjaka, yang mengajar Andrie sejak kelas satu hingga dua, mengenang mantan muridnya itu sebagai siswa yang memiliki rasa ingin tahu yang unik.
“Dia orangnya kritis, tapi sangat santun. Pertanyaannya tidak biasa, logikanya jalan, dan pilihan katanya selalu sopan,” kenang Nurjaka.
Baca Juga: Jalur Merah Pasir Angin: Celurit Tertinggal Saat Begal Rampas Motor Pemudik Jakarta di Sukabumi
Di saat remaja lain mungkin sibuk dengan urusan duniawi, Andrie remaja sudah melempar pertanyaan berbobot di kelas seperti kenapa ada kapitalis dan sosialis? Bagaimana soal kesejahteraan?
Kemampuan komunikasi yang mumpuni itulah yang membawa Andrie bertransformasi menjadi Wakil Koordinator KontraS di Jakarta.
Meski pihak sekolah tak menyangka ia akan menjadi aktivis, bibit-bibit pemikiran logis itu memang sudah terlihat sejak berseragam putih-abu.
Bagi SMAN 1 Cicurug, peristiwa yang menimpa Andrie adalah serangan terhadap prinsip-prinsip yang mereka ajarkan di ruang kelas. Nurjaka menegaskan bahwa perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan dengan dialektika, bukan dengan luka fisik.
“Kalau berbeda pendapat tidak harus dengan kekerasan. Harus dengan logika. Itu yang kami ajarkan di sekolah. Harus berani berpendapat, tapi jangan destruktif,” tegasnya.
Pihak sekolah berencana menjenguk Andrie di rumah sakit selepas hari raya nanti. Mereka ingin memastikan bahwa "anak didik kebanggaan" mereka itu tahu bahwa dukungannya tetap kokoh di Cicurug.
Berita Terkait
-
Jalur Merah Pasir Angin: Celurit Tertinggal Saat Begal Rampas Motor Pemudik Jakarta di Sukabumi
-
Lebaran Hemat di Sukabumi: Tiket Masuk Wisata Diskon 50 Persen, Cuma Rp6.000 Bisa Healing Sepuasnya
-
Serangan Brutal terhadap Aktivis Andrie Yunus Picu Gelombang Kecaman, Koalisi Sipil Tuntut Keadilan!
-
Sukabumi Bersiap Hadapi Arus Kendaraan: One Way Nasional Berlaku, Titik Rawan Dijaga Ketat
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras
-
Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah
-
Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun
-
Misteri Venue Semifinal Piala Presiden 2026: Batal di Bandung dan Surabaya, Pindah ke Luar Jawa?
-
Konsep Wellness Living Memikat Pasar, Sentul City Optimistis Tren Positif Hingga Akhir 2026