Wakos Reza Gautama
Rabu, 18 Maret 2026 | 10:27 WIB
Ilustrasi Polda Jabar mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur arteri selatan akibat dampak pengalihan dari penerapan One Way nasional. [Dokumentasi Jasa Marga]
Baca 10 detik
  • Korlantas Polri memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (One Way) nasional mulai Rabu (18/3/2026) untuk mengatasi puncak arus mudik.
  • Wakapolda Jabar meninjau pos di Sukabumi pada Selasa malam (17/3/2026) untuk memastikan kesiapan personel polisi di lapangan.
  • Polda Jabar mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur arteri selatan akibat dampak pengalihan dari penerapan One Way nasional.

SuaraJabar.id - Genderang puncak arus mudik Lebaran 2026 telah ditabuh. Ratusan ribu kendaraan pemudik diprediksi akan membanjiri jalanan, mencari celah untuk segera tiba di kampung halaman.

Untuk mencegah kelumpuhan total, Korlantas Polri menyiapkan senjata pamungkas: rekayasa lalu lintas sistem satu arah (One Way) berskala nasional yang akan mulai diberlakukan pada Rabu (18/3/2026).

Menghadapi situasi genting yang menguras energi ini, Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, tak mau anak buahnya lengah sedetik pun.

Selasa malam (17/3/2026), bintang satu di pundak itu turun langsung meninjau pos terpadu pelayanan mudik di Gedung Juang, Kota Sukabumi, dan pos siaga di Parungkuda. Misinya satu yaitu memastikan fisik dan mental para punggawa kepolisian tetap prima di hari kelima Operasi Ketupat.

“Saya hadir ke sini murni untuk menyapa langsung anggota di lapangan, khususnya jajaran Polres Sukabumi Kota. Ini kan sudah hari kelima operasi, saya ingin lihat mata mereka, apakah masih semangat atau sudah mulai lemas? Dan Alhamdulillah, mereka semua masih berdiri tegak, siap siaga menghadapi puncak arus,” puji Brigjen Adi Vivid.

Lebih jauh, Adi Vivid menuturkan bahwa penerapan One Way di jalur Tol Trans Jawa sejatinya sudah mulai dicicil secara bertahap dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah sejak Selasa sore pukul 15.00 WIB.

Lalu, bagaimana dampaknya bagi wilayah Kota Sukabumi?

Untuk wilayah Sukabumi sendiri, rekayasa lalu lintas difokuskan secara dinamis hanya di jalur-jalur arteri (non-tol).

Kepastian pelaksanaan dan jadwal pasti One Way nasional, termasuk di jalur Pantai Utara (Pantura), kini sepenuhnya berada di tangan Korlantas Mabes Polri, yang akan mengumumkannya secara real-time tepat satu jam sebelum eksekusi dimulai.

Baca Juga: Catat Jadwalnya! Truk Sumbu Tiga Diharamkan Melintasi Jalur Pangandaran Selama Arus Mudik 2026

Namun, Polda Jabar tak tinggal diam. Mereka telah membedah skenario terburuk (Plan B).

“Kita harus antisipasi dampak dari One Way tersebut. Kendaraan dari arah Jawa Tengah yang menuju Jawa Barat atau Jakarta otomatis tidak bisa lagi masuk tol. Mereka pasti akan tumpah ruah melewati jalur arteri selatan. Nah, untuk menghadapi ini, polres-polres jajaran kami sudah menyiapkan seluruh rambu pengalihan dan memetakan jalur-jalur alternatif penopang,” beber Adi Vivid.

Tak hanya berkutat pada kemacetan, Wakapolda juga menyoroti aspek keselamatan nyawa pemudik. Kepolisian telah membongkar data evaluasi kecelakaan tahun sebelumnya dan memetakan ulang titik-titik rawan kecelakaan (blank spot).

“Kita lakukan assessment ketat di spot-spot rawan. Misalnya, jika tahun lalu kecelakaan sering terjadi di titik A karena gelap, tahun ini kami sudah berkoordinasi dengan Pemda untuk menambah penerangan jalan umum (PJU) dan memasang rambu peringatan yang menyolok mata,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "One Way Nasional Siap Diberlakukan Hari Ini, Wakapolda Jabar Cek Kesiapan di Sukabumi"

Load More