- Terminal Guntur Garut pada Selasa (17/3/2026) mengalami lonjakan kedatangan pemudik dari Jakarta, Bekasi, dan Bandung.
- Peningkatan kedatangan penumpang mencapai lebih dari 40% dibandingkan hari biasa, dengan total 26.676 orang tercatat.
- Pengelola terminal menyiagakan ratusan bus cadangan dan menambah personel untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran.
SuaraJabar.id - Aroma khas aspal terminal yang bercampur dengan hiruk-pikuk suara mesin bus dan tawa lega para perantau mulai mendominasi Terminal Guntur, Kabupaten Garut.
Selasa pagi (17/3/2026), denyut nadi terminal terbesar di Kota Intan ini berdetak jauh lebih cepat dari hari-hari biasa.
Gelombang kedatangan para "pejuang rindu" dari wilayah aglomerasi Ibu Kota, seperti Jakarta, Bekasi, Karawang, hingga Bandung, mengalir deras seolah tak ada putusnya.
Para pemudik ini rupanya sepakat pada satu prinsip tak tertulis yaitu lebih baik pulang lebih awal daripada harus rela "tua di jalan" saat puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi nanti.
Dewi (28), salah seorang penumpang yang baru saja menurunkan ransel besarnya dari bagasi bus, menceritakan alasannya. Wajahnya tampak lelah, namun senyum kelegaan tergambar jelas saat kakinya akhirnya memijak tanah kelahirannya.
“Saya mudik bareng teman-teman. Saya dari Karawang, teman saya dari Bekasi. Kebetulan tempat kerja kami sudah meliburkan karyawan. Makanya kami gas pulang sekarang. Kalau ditunda sampai besok atau lusa, katanya itu puncak arus mudik. Takut banget kena macet horor di jalan raya,” curhat Dewi kepada awak media, Selasa (17/3/2026).
Insting Dewi dan puluhan ribu pemudik lainnya terbukti akurat. Tren "curi start" mudik ini terekam jelas dalam buku catatan Kepala Terminal Guntur, Argo.
Argo membeberkan fakta bahwa sejak H-7 hingga memasuki H-4 hari ini, grafik kedatangan penumpang terus merangkak naik secara signifikan.
“Berdasarkan perhitungan kami, sejak H-4 pagi ini saja lonjakan kedatangan penumpang sudah menembus angka 40 persen lebih tinggi jika dikomparasi dengan hari-hari biasa, maupun jika dibandingkan dengan periode H-4 mudik tahun lalu,” jelas Argo di sela-sela kesibukannya memantau pergerakan bus.
Baca Juga: "Uangnya Ada, Tapi Takut Dipenjara": Ironi Dedi Mulyadi Tahan Puluhan Miliar THR PPPK Jabar
Angka riilnya pun tak main-main. “Jumlah kedatangan pemudik yang sukses kami catat sudah mencapai 26.676 orang. Mayoritas dari mereka menumpangi bus dari terminal-terminal besar yang ada di Jakarta, Bekasi, dan Bandung,” paparnya merinci data pergerakan manusia.
Melihat arus mudik yang kian bergelora bak air bah, pihak pengelola Terminal Guntur tak mau mengambil risiko operasional. Argo memastikan skenario terburuk telah diantisipasi dengan matang.
Ratusan armada bus cadangan dari berbagai Perusahaan Otobus (PO) telah disiagakan dan siap dilepas kapan saja. Langkah taktis ini diambil agar tidak ada satupun calon penumpang warga Garut di kota-kota besar yang terlantar atau gagal diangkut menuju kampung halamannya.
Tak hanya mengurus mesin, pelayanan manusiawi pun ditingkatkan. Pihak terminal telah melipatgandakan jumlah personel lapangan di titik-titik krusial area kedatangan (drop-off).
Mereka disiagakan khusus untuk memandu arah, membantu membawakan barang bawaan lansia, dan memberikan rasa aman bagi para pemudik yang baru turun dari bus.
Hingga matahari terbenam nanti malam, diprediksi deru bus-bus antar kota masih akan terus membelah jalanan menuju Garut.
Berita Terkait
-
"Uangnya Ada, Tapi Takut Dipenjara": Ironi Dedi Mulyadi Tahan Puluhan Miliar THR PPPK Jabar
-
Tinggalkan Kendaraan Anda di Sini! Polres Sumedang Buka Penitipan Gratis Selama Mudik 2026
-
Lebaran Menghitung Hari, Ratusan Bos "Nakal" di Jabar Diadukan Karyawan Gegara Tahan Uang THR
-
Niat Pamer Kesiapan Mudik, Medsos Wali Kota Tasik Malah Digeruduk PNS: "THR Mana, Pak?"
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras
-
Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah
-
Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun
-
Misteri Venue Semifinal Piala Presiden 2026: Batal di Bandung dan Surabaya, Pindah ke Luar Jawa?
-
Konsep Wellness Living Memikat Pasar, Sentul City Optimistis Tren Positif Hingga Akhir 2026