- Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, dikritik warga saat meninjau terminal karena THR ASN dan Nakes belum cair.
- Ratusan warganet menuntut kejelasan pencairan THR menjelang Idulfitri karena minimnya komunikasi Pemkot Tasikmalaya.
- Pemkot Tasikmalaya baru memiliki dana Rp 24 miliar dari total kebutuhan Rp 40 miliar, sehingga pembayaran dicairkan bertahap.
SuaraJabar.id - Niat hati ingin menunjukkan kinerja apik menyambut arus mudik Lebaran 2026, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, justru harus menghadapi "arus balik" berupa amukan digital warganya sendiri.
Momen blusukan Viman saat meninjau Terminal Indihiang pada Senin (16/3/2026) yang diunggah ke media sosialnya, mendadak riuh rendah.
Bukan pujian atas fasilitas publik yang didapat, kolom komentarnya justru beralih fungsi menjadi ruang sidang terbuka (dan "tembok ratapan") bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang kebingungan.
Tuntutannya hanya satu, singkat namun krusial: kejelasan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Di saat sang Wali Kota sibuk memastikan kelancaran bus antar kota di video tersebut, fokus ratusan warganet justru tertuju pada hak-hak perut pegawai pemerintah yang dinilai mandek tanpa kejelasan di H-4 Idulfitri.
Sejumlah akun media sosial secara terang-terangan dan berani mendesak pucuk pimpinan Kota Santri itu untuk segera mencairkan anggaran. Kekesalan memuncak karena komunikasi dari pemerintah daerah dianggap sangat minim.
Akun @nursita_tauziri, misalnya, menyentil keras agar kemacetan pencairan ini dijadikan rapor merah bagi pemerintahan Viman.
“Media tidak minta kah bikin highlight: Perdana dalam sejarah, THR PNS mandeg, Viman waktunya evaluasi kinerja,” tulisnya menohok di kolom komentar.
Kepiluan lainnya datang dari akun @rahmatmitasari yang mewakili suara ribuan pegawai kecil yang menggantungkan tiket pulangnya pada dana tunjangan tahunan tersebut. “Pak, saya mau mudik, tapi THR belum cair, Pak,” keluhnya merana.
Tak hanya pegawai kantoran, keresahan ini juga merembet ke barisan garda terdepan rumah sakit. Para Tenaga Kesehatan (Nakes), yang jadwal kerjanya justru semakin padat dan rawan saat musim libur Lebaran, merasa haknya diabaikan.
Baca Juga: Malam Horor di Paseh Sumedang: Tubuh Kakak Beradik Penjaga Warung Madura Terbakar 95 Persen
Akun @widiatrietno dan @aap_as mempertanyakan nasib mereka yang tak menentu di pengujung Ramadan.
“Apa kabar THR ASN Nakes, Pak Viman? Seharusnya ada kejelasan bahasa (informasi). Baru di era kepemimpinan sekarang THR jadi tidak jelas seperti ini,” tulis @widiatrietno (diterjemahkan dari bahasa Sunda), menyiratkan kekecewaan mendalam terhadap birokrasi saat ini.
Lebih tajam lagi, ada yang menyuarakan ketidakadilan terkait isu efisiensi anggaran daerah. Akun @iboknafia02 berpendapat keras, jika memang kas daerah sedang "seret", seharusnya palu pemotongan menyasar pejabat elite eselon atas, bukan mengorbankan ASN golongan rendah yang paling membutuhkan.
Hingga berita ini diturunkan, Wali Kota Viman Alfarizi belum merespons satu pun komentar miring tersebut secara terbuka. Sang kepala daerah memilih bungkam terkait kendala teknis apa yang mengunci rapat brankas pencairan THR.
Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh membuka tabir mengapa pemkot seolah "kelimpungan" membayar hak pegawainya tahun ini.
Asep membeberkan hitung-hitungan matematis yang bikin miris. Total kebutuhan THR untuk seluruh aparatur di Tasikmalaya menyentuh angka raksasa Rp 40 miliar.
Tag
Berita Terkait
-
Malam Horor di Paseh Sumedang: Tubuh Kakak Beradik Penjaga Warung Madura Terbakar 95 Persen
-
Petaka Petasan Bocah: Dalam Sekejap, Pabrik Ban Rumahan di Garut Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
THR Tetap Aman Saat Lebaran, Ini Cara Cerdas Belanja dengan Promo BRI
-
Magnet Kuat Kota Intan: Garut Bakal Jadi 'Lautan Manusia' di Mudik Lebaran 2026
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Polres Garut Sita Ribuan Butir Obat Keras Ilegal, Seorang Pria Asal Aceh Ditangkap
-
Tetangga Manfaatkan Kedekatan, Siswi SMP di Pangandaran Jadi Korban Kekerasan Seksual