- Sebuah pabrik vulkanisir ban rumahan di Garut terbakar pada Senin (16/3/2026) akibat percikan petasan anak-anak.
- Api dengan cepat menghanguskan bangunan seluas 4x6 meter karena bahan baku utamanya adalah karet dan plastik.
- Dinas Damkar berhasil memadamkan api total, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 100 juta.
SuaraJabar.id - Suara tawa anak-anak yang tengah asyik bermain petasan di siang bolong mendadak berubah menjadi jerit kepanikan. Percikan api kecil dari mainan berbahaya itu tanpa sengaja meloncat, mencari mangsa, dan berujung pada malapetaka bernilai ratusan juta rupiah.
Senin (16/3/2026), langit di atas Kampung Leuweung Tiis, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, mendadak pekat oleh gulungan asap hitam. Sebuah pabrik vulkanisir ban rumahan milik seorang warga bernama Ibu Odah tengah diamuk si jago merah.
Bahan baku utama pabrik berupa tumpukan karet ban dan plastik membuat api berpesta pora. Dalam hitungan menit, bangunan seluas 4 x 6 meter yang menjadi tumpuan periuk nasi Ibu Odah dan para pekerjanya itu luluh lantak, rata dengan tanah. Tak ada satu pun barang berharga yang berhasil diselamatkan dari ganasnya kobaran api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Basuki Eko, mengungkap fakta miris di balik musibah yang menghanguskan tempat usaha tersebut.
“Objek yang terbakar adalah bangunan produksi vulkanisir ban. Kronologisnya sangat disayangkan, bermula dari ada anak-anak yang bermain petasan di sekitar lokasi. Api dari petasan itu kemudian merembet ke tumpukan bahan karet dan plastik di area gudang produksi,” beber Basuki Eko saat ditemui di lokasi kejadian.
Karakteristik karet yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan membuat api membesar dengan kecepatan yang mengerikan, melahap seluruh struktur bangunan beserta isinya tanpa ampun.
Menyadari potensi bahaya yang luar biasa, mengingat lokasi pabrik berada di area yang berdekatan dengan permukiman, Dinas Damkar Garut bergerak cepat bak diburu waktu. Dua unit armada mobil pemadam kebakaran bermesin besar langsung diterjunkan untuk memblokir laju api.
Fokus utama para "ksatria biru" hari itu bukan lagi menyelamatkan pabrik yang sudah telanjur menjadi lautan api, melainkan melokalisasi kobaran agar tidak menjilat dan memangsa rumah-rumah warga di sekitarnya.
“Kita kerahkan dua unit mobil pemadam. Berkat respons cepat, api akhirnya berhasil dijinakkan secara total dan dipastikan tidak merembet ke bangunan atau rumah warga lain. Proses pendinginan area yang terbakar juga sudah selesai kami lakukan untuk mencegah munculnya titik api baru,” tambah Basuki bersyukur.
Baca Juga: Magnet Kuat Kota Intan: Garut Bakal Jadi 'Lautan Manusia' di Mudik Lebaran 2026
Meski napas lega bisa diembuskan karena Ibu Odah beserta seluruh pekerjanya berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar, kepedihan mendalam tak bisa disembunyikan. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil yang harus ditanggung Ibu Odah ditaksir mencapai angka Rp 100 juta.
Artikel ini telah tayang di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Akibat Ledakan Petasan, Pabrik Ban Vulkanisir Rumahan di Garut Terbakar Hebat"
Berita Terkait
-
Magnet Kuat Kota Intan: Garut Bakal Jadi 'Lautan Manusia' di Mudik Lebaran 2026
-
Arus Mudik Lebaran 2026: 25 Juta Warga Jabar Siap Pulang Kampung, Kapan Waktu Terbaik Berangkat?
-
Selamat Jalan Fahdly: SMAN 5 Bandung Berduka, Sekolah Minta Stop Sebar Video Maut di Cihampelas
-
Malam Kelam di Cihampelas: Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Dugaan Bentrok Pelajar, Disdik Buka Suara
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan
-
Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan
-
Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang
-
Cara Menyiapkan Dana Pensiun di Usia Produktif: Percayakan Kepada BRI DPLK
-
Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan