- Siswa kelas 11 SMAN 5 Bandung, Muhammad Fahdly Arjasubrata, meninggal akibat pengeroyokan di Jalan Cihampelas pada Sabtu (14/3/2026) dini hari.
- Plt Kepala SMAN 5 Bandung meminta publik berhenti menyebarkan konten visual dan asumsi mengenai kejadian yang belum terverifikasi.
- Polisi menduga korban tewas akibat perkelahian antara siswa SMAN 5 dan dugaan oknum dari SMAN 2 Bandung.
SuaraJabar.id - Nama Muhammad Fahdly Arjasubrata kini menjadi pusat duka yang mendalam bagi keluarga besar SMAN 5 Bandung. Remaja kelas 11 yang seharusnya tengah merajut mimpi-mimpi masa muda itu, harus pulang lebih awal setelah sebuah tragedi pengeroyokan merenggut nyawanya di kawasan Jalan Cihampelas, Sabtu (14/3/2026) dini hari.
Kepergian Fahdly bukan sekadar kehilangan satu nama dalam absensi sekolah, melainkan luka menganga bagi rekan sejawat dan para pendidik.
Di tengah awan mendung yang menyelimuti sekolah, pihak manajemen SMAN 5 Bandung akhirnya angkat bicara, memberikan pernyataan resmi sekaligus seruan moral bagi publik.
Plt Kepala Sekolah SMAN 5 Bandung, Agus Ferdiana, melalui surat edaran resminya menyampaikan rasa kehilangan yang sangat mendalam.
Namun, di samping ucapan duka, Agus memberikan peringatan keras terkait derasnya arus informasi di media sosial yang seringkali melampaui batas etika.
Ia meminta dengan sangat agar masyarakat, terutama para netizen, berhenti menyebarkan foto, video, maupun asumsi liar mengenai kronologi kejadian yang belum terverifikasi.
“Kami mohon agar tidak menyebarkan asumsi, spekulasi, maupun konten visual. Mari kita jaga perasaan keluarga almarhum yang saat ini tengah berduka sangat dalam,” ujar Agus dengan nada penuh permohonan, Sabtu (14/3/2026).
Langkah ini diambil untuk membentengi keluarga almarhum dari trauma tambahan akibat menyaksikan konten grafis yang beredar tak terkontrol di aplikasi perpesanan.
Terkait keterlibatan oknum dari sekolah lain, yang santer disebut berasal dari SMAN 2 Bandung, pihak SMAN 5 memilih untuk bersikap tenang dan profesional.
Baca Juga: Malam Kelam di Cihampelas: Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Dugaan Bentrok Pelajar, Disdik Buka Suara
Agus menegaskan bahwa sekolah mendukung penuh langkah kepolisian untuk menyingkap tabir di balik kematian siswanya secara transparan.
“Hormati proses yang sedang berjalan. Kami mendukung polisi mengungkap fakta sebenarnya secara profesional,” tegasnya. Ia juga mengimbau seluruh warga sekolah agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang bisa memicu konflik lanjutan.
Kejadian traumatis ini dipastikan membawa dampak psikologis bagi teman-teman sekelas dan rekan almarhum. Memahami hal tersebut, SMAN 5 Bandung telah bergerak cepat dengan menyediakan layanan bimbingan konseling khusus.
Layanan ini disiapkan untuk membantu para siswa memproses kesedihan dan trauma agar tidak berdampak panjang pada kondisi mental mereka.
Di sisi lain, hukum terus berjalan. Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, mengonfirmasi bahwa pengeroyokan maut ini terjadi dalam rentang waktu Jumat malam hingga Sabtu dini hari. "Dugaan sementara melibatkan anak SMAN 5 dengan SMAN 2," ungkap Riki.
Artikel ini telah tayang di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Siswa SMAN 5 Bandung Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Sekolah Minta Tak Sebar Foto Korban"
Berita Terkait
-
Malam Kelam di Cihampelas: Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Dugaan Bentrok Pelajar, Disdik Buka Suara
-
Tragedi di Balik Dinginnya Cihampelas: Ketika Seteru Pelajar Merenggut Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung
-
Rapor Merah Makan Bergizi Gratis: BGN 'Lumpuhkan' 350 Dapur Gizi di Jawa Barat, Ada Apa?
-
Antara Hidup dan Mati di Yahukimo: Kepulangan Pilu Lima Warga Sumedang yang Terjebak Janji Palsu
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026