- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan 350 SPPG di Jawa Barat karena gagal penuhi standar keamanan dasar operasional.
- Penghentian ini berdasarkan Surat bernomor 839/D.TWS/03/2026 akibat tidak adanya SLHS, IPAL, dan Mes petugas.
- Satgas MBG Jawa Barat mendukung keputusan BGN demi menjamin kualitas bahan pangan dan keamanan sajian bagi penerima manfaat.
SuaraJabar.id - Langkah berani dan tanpa kompromi diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Tak tanggung-tanggung, sebanyak 350 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Jawa Barat resmi diperintahkan untuk berhenti beroperasi.
Keputusan "tangan besi" ini diambil setelah ratusan unit pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dianggap gagal memenuhi standar kelayakan dasar.
Langkah tegas ini tertuang dalam Surat Pemberhentian Operasional bernomor 839/D.TWS/03/2026 yang ditandatangani langsung oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro.
Bukan tanpa alasan BGN mengambil langkah ekstrem ini. Berdasarkan evaluasi setelah 30 hari masa operasional, 350 SPPG tersebut kedapatan belum memiliki "tiga pilar wajib" keamanan yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan ketersediaan Mes bagi petugas.
Ketidakhadiran SLHS bukan sekadar perkara administratif. Tanpa sertifikat ini, tidak ada jaminan bahwa proses pengolahan makanan di dapur-dapur tersebut benar-benar bersih dan bebas kuman. Sementara tanpa IPAL, operasional SPPG berisiko mencemari lingkungan sekitar dengan limbah sisa produksi makanan.
Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Barat, Linda Al Amin, menegaskan bahwa meskipun penghentian operasional adalah wewenang pusat (BGN), pihaknya mendukung penuh langkah tersebut. Bagi Linda, kualitas bahan pangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
“Kami di daerah fokus pada pengawasan standar keamanan sajian dan standarisasi kesehatan. Penghentian ini penting agar SPPG tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Linda, Jumat (13/3/2026).
Pengecekan ketat kini menjadi napas baru dalam pengawasan program MBG. Satgas daerah kini rutin menyisir bahan pangan secara acak mulai dari sayur-mayur hingga daging untuk memastikan tidak ada zat berbahaya yang menyelinap masuk ke piring para pelajar.
“Fokus utama kami adalah memastikan sayuran bebas dari residu pupuk kimia berlebih dan daging ayam terbebas dari bahan pengawet. Kami tidak ingin ada risiko sekecil apa pun bagi penerima manfaat,” tambahnya dengan nada serius.
Baca Juga: Antara Hidup dan Mati di Yahukimo: Kepulangan Pilu Lima Warga Sumedang yang Terjebak Janji Palsu
Langkah BGN ini mengirimkan pesan kuat kepada seluruh pengelola program gizi di Indonesia bahwa program nasional ini tidak hanya mengejar kuantitas distribusi, tetapi juga kualitas dan keamanan.
Ketegasan BGN dinilai sebagai upaya preventif agar tragedi keracunan makanan atau malnutrisi akibat pengolahan yang salah tidak terjadi.
Kini, 350 dapur gizi di Jawa Barat tersebut harus "puasa" beroperasi hingga mereka mampu membuktikan bahwa fasilitas mereka layak, bersih, dan aman.
Bagi masyarakat dan wali murid, langkah ini menjadi jaminan bahwa negara tidak main-main dalam urusan perut dan kesehatan generasi masa depan.
Artikel ini telah tayang di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Operasional 350 SPPG di Jawa Barat Dihentikan Sementara, Ini Respons Satgas MBG"
Berita Terkait
-
Antara Hidup dan Mati di Yahukimo: Kepulangan Pilu Lima Warga Sumedang yang Terjebak Janji Palsu
-
Ikan Nila Mentah Berdarah di Meja Siswa: Skandal MBG di Sukabumi Berujung Sanksi Tegas
-
Mengawal Senyum Buruh: Kala Ribuan Karyawan Kahatex Cairkan THR di Bawah Penjagaan Ketat Polisi
-
Maut Menjemput di Simpang Tonjong: Detik-Detik Avanza Oleng Renggut Nyawa Pejalan Kaki di Ciamis
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Hina Suku Sunda, YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara di PN Bandung
-
Fakta-fakta Mengejutkan Kecelakaan Kereta Bekasi Timur dan Potensi Masalah Taksi 'Green SM'
-
KRL BekasiCikarang Kembali Normal, Stasiun Bekasi Timur Resmi Dibuka
-
Polisi Bidik Tersangka! Masinis - Sopir Taksi Online Akan Diperiksa Terkait Tabrakan Maut Bekasi
-
Susi Pudjiastuti Masuk BJB, Dedi Mulyadi: Ratu Laut Kidul Kini 'Takluk' oleh Prabu Siliwangi