- Seorang remaja siswa SMAN 5 Bandung meninggal dunia akibat dugaan pengeroyokan pada Sabtu (14/3/2026) dini hari di Jalan Cihampelas.
- Tragedi ini diduga merupakan puncak perselisihan antar pelajar melibatkan siswa dari SMAN 5 dan SMAN 2 Bandung.
- Kepolisian telah mengalihkan penanganan kasus pengeroyokan fatal yang merenggut nyawa siswa tersebut ke Polrestabes Bandung.
SuaraJabar.id - Jalan Cihampelas yang biasanya dikenal sebagai pusat wisata dan hiruk-pikuk mode di Kota Bandung, mendadak berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi memilukan.
Sabtu (14/3/2026) dini hari, saat kota mulai terlelap, seorang remaja berseragam putih harus meregang nyawa di aspal yang dingin.
Sebuah video amatir berdurasi 20 detik yang kini viral di media sosial menjadi bukti betapa kelamnya malam itu. Dalam rekaman singkat yang menggetarkan hati, nampak seorang pemuda tergeletak tak berdaya di depan sebuah rumah makan.
Ia menjadi korban dari dugaan pengeroyokan brutal yang melibatkan pelajar dari dua sekolah ternama di Bandung yakni SMAN 5 dan SMAN 2.
Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa gesekan antar-pelajar tersebut memuncak sejak Jumat (13/3/2026) malam hingga memasuki waktu dini hari.
Entah apa yang memicu amarah hingga akal sehat tertutup oleh ego kelompok, namun hasilnya nyata dan menyakitkan. Satu nyawa muda melayang sia-sia.
Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, membenarkan kejadian kelam tersebut. Menurutnya, insiden ini melibatkan perselisihan antara pelajar dari SMAN 2 Bandung dan SMAN 5 Bandung.
“Dugaan sementara ini (pengeroyokan) melibatkan siswa SMAN 5 Bandung dengan SMAN 2 Bandung,” ujar Riki dengan nada berat saat dikonfirmasi pada Sabtu siang.
Riki memastikan bahwa korban meninggal dunia adalah siswa dari SMAN 5 Bandung. Sosok yang seharusnya sedang meniti mimpi di bangku sekolah itu kini harus pulang dalam dekapan kain kafan.
Baca Juga: Rapor Merah Makan Bergizi Gratis: BGN 'Lumpuhkan' 350 Dapur Gizi di Jawa Barat, Ada Apa?
Meski identitas detail korban belum dirilis sepenuhnya, kabar ini telah menyebar cepat dan menyisakan duka mendalam bagi rekan sejawat serta keluarga.
Terkait kronologi detail dan motif di balik pengeroyokan maut ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman intensif.
Mengingat skala kasus yang melibatkan institusi pendidikan dan korban jiwa, penanganan kasus ini kini telah dialihkan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Penanganan kasus ini sekarang berlangsung di Polrestabes Bandung,” tambah Riki singkat, menutup keterangan mengenai proses hukum yang sedang berjalan.
Artikel ini telah tayang di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Dunia, Diduga Dikeroyok Pelajar Lain"
Berita Terkait
-
Rapor Merah Makan Bergizi Gratis: BGN 'Lumpuhkan' 350 Dapur Gizi di Jawa Barat, Ada Apa?
-
Antara Hidup dan Mati di Yahukimo: Kepulangan Pilu Lima Warga Sumedang yang Terjebak Janji Palsu
-
Mengawal Senyum Buruh: Kala Ribuan Karyawan Kahatex Cairkan THR di Bawah Penjagaan Ketat Polisi
-
Maut Menjemput di Simpang Tonjong: Detik-Detik Avanza Oleng Renggut Nyawa Pejalan Kaki di Ciamis
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September