- Seorang siswa kelas 11 SMAN 5 Bandung meninggal dunia Sabtu dini hari (14/3/2026) di Jalan Cihampelas.
- Kepala KCD Pendidikan Wilayah VII mengonfirmasi status kesiswaan korban setelah insiden tersebut terjadi.
- Polisi menduga kematian siswa tersebut akibat pengeroyokan setelah bentrokan antara pelajar SMAN 5 dan SMAN 2.
SuaraJabar.id - Sebuah rekaman amatir berdurasi 20 detik mendadak menjadi "mimpi buruk" bagi dunia pendidikan di Kota Kembang.
Dalam video yang beredar luas di berbagai grup perpesanan itu, seorang remaja pria berbaju putih nampak tergeletak tak berdaya di pinggir Jalan Cihampelas, tepat di depan sebuah rumah makan.
Namun, di balik visual yang menyayat hati itu, tersimpan kenyataan pahit. Seorang siswa baru saja kehilangan masa depannya.
Sabtu dini hari (14/3/2026) akan dikenang sebagai malam kelam bagi keluarga besar SMAN 5 Bandung. Seorang pelajar kelas 11 dari sekolah favorit tersebut dikonfirmasi meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan brutal di jalanan yang biasanya ramai oleh wisatawan itu.
Kabar duka ini bukan sekadar isapan jempol. Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VII Jawa Barat, Asep Yudi Mulyadi, turun langsung untuk memastikan status kesiswaan korban.
Setelah berkoordinasi intensif dengan pihak sekolah, ia mengonfirmasi bahwa korban adalah bagian dari keluarga besar SMAN 5 Bandung.
“Benar, korban merupakan siswa kelas 11 SMAN 5 Bandung. Kami sangat berduka cita sedalam-dalamnya atas hilangnya nyawa seorang pelajar di wilayah kerja kami,” ujar Asep dengan nada berat, Sabtu (14/3/2026).
Meski identitas korban telah dipastikan, penyebab pasti kejadian masih menjadi tanda tanya besar. Disdik Jabar memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh mengenai apakah insiden ini murni tawuran atau ada faktor pemicu lain yang lebih kompleks.
Laporan dari kepolisian mulai menyusun kepingan teka-teki malam maut tersebut. Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, mengungkapkan bahwa dugaan sementara mengarah pada gesekan antara kelompok pelajar dari dua sekolah ternama, SMAN 2 Bandung dan SMAN 5 Bandung.
Baca Juga: Tragedi di Balik Dinginnya Cihampelas: Ketika Seteru Pelajar Merenggut Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung
Bentrokan yang terjadi pada Jumat malam (13/3/2026) hingga Sabtu dini hari itu pecah menjadi aksi pengeroyokan yang tak terkendali.
Polisi kini tengah berjibaku melakukan pendalaman kronologi guna mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas tewasnya pelajar kelas 11 tersebut.
“Dugaan sementara ini melibatkan anak SMAN 5 dengan SMAN 2. Satu orang dari SMAN 5 meninggal dunia,” jelas Kompol Riki.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung. Asep Yudi Mulyadi mengakui bahwa narasi yang beredar di media sosial masih sangat bias dan simpang siur.
Oleh karena itu, pihak otoritas pendidikan meminta publik untuk bersabar menunggu hasil resmi dari penyelidikan kepolisian.
Artikel ini telah tayang di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Penyebab Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal, Benarkah karena Tawuran?"
Berita Terkait
-
Tragedi di Balik Dinginnya Cihampelas: Ketika Seteru Pelajar Merenggut Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung
-
Rapor Merah Makan Bergizi Gratis: BGN 'Lumpuhkan' 350 Dapur Gizi di Jawa Barat, Ada Apa?
-
Antara Hidup dan Mati di Yahukimo: Kepulangan Pilu Lima Warga Sumedang yang Terjebak Janji Palsu
-
Mengawal Senyum Buruh: Kala Ribuan Karyawan Kahatex Cairkan THR di Bawah Penjagaan Ketat Polisi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Detik-detik Perlawanan Sengit Korban Gagalkan Aksi Pelecehan Seksual di Kebun Karet Sukabumi
-
Kiamat Knalpot Brong! Polres Cianjur Sita 4.026 Knalpot Bising dalam Sebulan
-
Ngaku Petugas PLN, Malah Bikin Dompet Gelap! Penjual Pakaian di Pangandaran Tertipu
-
Sering Kecelakaan, Warga Desak Perbaikan Jalan di Ruas Cisaga-Rancah Ciamis
-
BRIvolution Reignite Jadi Transformasi BRI, Perbesar Kontribusi Danantara terhadap Ekonomi Nasional