Wakos Reza Gautama
Rabu, 18 Maret 2026 | 18:11 WIB
Ilustrasi Pasangan pemudik dari Jakarta yang hendak pulang ke kampung halaman di daerah Batu gajah Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi menjadi korban begal di jalan raya pasir angin Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Rabu (18/3/2026) subuh sekitar pukul 05.00 WIB.[Suara/Iqbal]
Baca 10 detik
  • Sepasang pemudik kehilangan motor Honda Beat biru pada Rabu (18/3/2026) pukul 05.00 WIB di Pasir Angin, Bojonggenteng.
  • Jalur tersebut juga menjadi lokasi percobaan perampokan terhadap seorang IRT dua pekan sebelumnya pada dini hari.
  • Aksi kejahatan jalanan menunjukkan pelaku menggunakan senjata tajam, sehingga pengendara diimbau waspada dini hari.

SuaraJabar.id - Bagi para pemudik, fajar yang menyingsing biasanya membawa harapan akan segera sampainya mereka di pelukan keluarga.

Namun, bagi sepasang kekasih yang tengah menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Kalapanunggal, Rabu (18/3/2026) subuh, jalanan sunyi Pasir Angin, Bojonggenteng, justru berubah menjadi mimpi buruk yang nyata.

Tepat pukul 05.00 WIB, saat azan subuh baru saja berlalu, aksi kejahatan jalanan kembali mencoreng keamanan wilayah Kabupaten Sukabumi.

Pasangan pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman di daerah Batu Gajah itu harus merelakan sepeda motor Honda Beat Deluxe warna Biru Doff dengan nopol F 3846 UCE milik mereka amblas digondol begal.

Kabar memilukan ini mencuat setelah Mang Jo, seorang konten kreator lokal, melaporkan langsung dari lokasi kejadian.

Dalam unggahannya yang viral, Mang Jo memperlihatkan sebuah barang bukti bisu yang tertinggal yakni sebilah celurit tajam milik pelaku yang terjatuh saat mereka memacu motor curian tersebut.

“Korban nambah lagi nih, mau sampai berapa banyak (kejadian)?” tulis Mang Jo dengan nada geram, menggambarkan betapa seringnya jalur ini memakan korban.

Kengerian di Jalan Raya Pasir Angin seolah bukan cerita baru. Kawasan ini perlahan menjelma menjadi titik buta bagi aparat dan zona merah bagi pengendara, terutama di jam-jam rawan.

Hanya berselang dua pekan sebelumnya, tepatnya pada Jumat (6/3/2026) dini hari, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Kampung Cipasung juga nyaris kehilangan nyawanya di jalur yang sama. Sekitar pukul 04.00 WIB, ia berkendara seorang diri untuk menjemput suaminya yang pulang kerja di Gerbang Tol Parungkuda.

Baca Juga: Lebaran Hemat di Sukabumi: Tiket Masuk Wisata Diskon 50 Persen, Cuma Rp6.000 Bisa Healing Sepuasnya

Ibu tersebut menceritakan momen mencekam saat ia dikuntit oleh tiga pria yang menggunakan dua sepeda motor. Aksi kejar-kejaran tak terelakkan mulai dari depan Balai Desa Palasari hingga area proyek kandang ayam.

“Pas memasuki belokan menuju Cioray, mereka mulai mepet. Di jalan yang rusak sebelum mushola, motor saya ditendang sampai saya jatuh ke aspal,” kenang korban dengan sisa trauma.

Beruntung, teriakan dan kehadiran warga sekitar membuat para pelaku ciut nyali dan melarikan diri, meski korban harus menderita luka-luka akibat terjatuh.

Kembalinya aksi begal di Pasir Angin saat momentum mudik Lebaran 2026 menjadi alarm keras bagi kepolisian setempat.

Kehadiran barang bukti berupa celurit di lokasi kejadian terakhir menunjukkan bahwa para pelaku tak segan-segan menggunakan senjata tajam untuk melumpuhkan korbannya.

Bagi masyarakat yang hendak melintasi jalur Bojonggenteng-Kalapanunggal, disarankan untuk tidak berkendara sendirian di waktu dini hari hingga subuh.

Load More