- Serangan terhadap aktivis HAM KontraS, Andrie Yunus, memicu kecaman luas sebagai ancaman serius bagi demokrasi.
- Pada Rabu (18/03/2026), tokoh sipil mendesak negara menjamin perlindungan dan menindak pelaku kekerasan secara adil.
- Koalisi Masyarakat Sipil Tasikmalaya menuntut pengusutan tuntas serangan yang dinilai mencederai toleransi dan kebebasan sipil.
SuaraJabar.id - Alarm bahaya bagi demokrasi Indonesia berbunyi nyaring. Serangan brutal yang menimpa aktivis hak asasi manusia terkemuka dari KontraS, Andrie Yunus, telah memicu gelombang kecaman meluas dari berbagai elemen masyarakat sipil di seluruh penjuru negeri.
Insiden keji ini tidak hanya dipandang sebagai kekerasan terhadap individu, melainkan sebagai serangan langsung terhadap pilar-pilar demokrasi, kebebasan berekspresi, dan ruang gerak masyarakat sipil yang kritis.
Koalisi Masyarakat Sipil Tasikmalaya menjadi salah satu garda terdepan yang mengecam keras tindakan biadab ini.
Ketua Solidaritas Jaringan Antarumat Beragama (Sajajar), Usama Ahmad Rizal, dengan tegas menyatakan bahwa serangan terhadap aktivis adalah ancaman serius bagi kehidupan demokrasi.
"Serangan ini adalah alarm serius bagi kita semua. Jika aktivis dibungkam dengan kekerasan, maka yang terancam bukan hanya individu, tetapi masa depan demokrasi itu sendiri," kata Rizal saat konferensi pers, Rabu, (18/03/2026).
Rizal juga mendesak negara untuk tidak abai terhadap keselamatan para pejuang keadilan. "Negara harus hadir secara nyata. Tidak cukup hanya mengutuk, tetapi harus menjamin perlindungan dan memastikan pelaku ditangkap serta diadili seadil-adilnya," ujarnya.
Pernyataan ini menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum dan pemerintah, yang dinilai memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga keamanan warganya, terutama mereka yang berjuang demi keadilan.
Senada dengan itu, Koordinator Gusdurian Tasikmalaya, Zainda Usmana Aulia, menyampaikan bahwa kekerasan terhadap aktivis bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
"Kami berdiri bersama korban dan menolak segala bentuk kekerasan. Nilai kemanusiaan harus dijunjung tinggi di atas segala perbedaan," ungkap Zainda.
Baca Juga: Berawal dari Kenalan di Medsos, Bayi 2 Bulan di Tasikmalaya Dibawa Kabur Teman Online Sang Ibu
Ia menekankan pentingnya solidaritas lintas kelompok dalam menghadapi ancaman terhadap kebebasan sipil.
"Ini bukan hanya soal satu orang, tetapi soal keberanian kita bersama menjaga ruang kemanusiaan dan kebebasan sipil. Kita tidak boleh diam," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Bhinneka Tunggal Ika, Asep Rizal Asyari, menilai peristiwa tersebut mencederai semangat toleransi dan kebhinnekaan yang selama ini dijaga.
"Peristiwa ini mencederai semangat kebhinnekaan dan toleransi. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan brutal seperti ini," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap kekerasan akan berdampak luas bagi kehidupan sosial.
"Jika kekerasan dibiarkan, maka rasa aman masyarakat akan hilang. Ini berbahaya bagi persatuan dan keutuhan sosial kita," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Waspada Penipuan KUR, BRI Imbau Gunakan Kanal Resmi dan Lindungi Data Diri
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak
-
Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
-
Mogok di Rel Kereta? Korlantas Polri Evaluasi Keamanan Mobil Listrik Usai Kecelakaan Maut Bekasi
-
Rahasia Kulit Sehat Dimulai dari Pakaian: Hindari Kesalahan Ini