-
Aktivitas Tambang Ilegal yang Masif Video viral menunjukkan kerusakan alam akibat tambang emas ilegal (PETI) di Cigudeg, Bogor, yang kini beroperasi secara terorganisir dengan banyak lubang galian aktif di lereng bukit.
-
Ancaman Bencana dan Lingkungan Eksploitasi serampangan oleh para gurandil memicu risiko besar terhadap bencana tanah longsor serta pencemaran limbah merkuri yang mengancam kesehatan sumber air bagi warga di sekitarnya.
-
Desakan Tindakan kepada Pemerintah Netizen geram dan ramai-ramai menandai pejabat seperti Dedi Mulyadi hingga Rudy Susmanto di media sosial, menuntut inspeksi mendadak serta tindakan tegas untuk menghentikan perusakan lingkungan tersebut.
SuaraJabar.id - Jagat media sosial kembali dibuat geram oleh penampakan kerusakan alam yang masif di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat bagian barat.
Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @rekambogor mendadak viral, memperlihatkan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang kian merajalela di kawasan Gunung Guruh, Kampung Cirangsad, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Jawa Barat.
Dalam video tersebut, terlihat pemandangan yang miris namun mencolok deretan tenda-tenda berwarna biru atau "terpal biru" menjamur di lereng bukit.
Tenda-tenda ini diduga kuat menjadi markas operasional para gurandil sebutan lokal untuk penambang emas liar yang tengah mengeksploitasi perut bumi.
Informasi yang dihimpun dari lapangan menyebutkan fakta yang mengkhawatirkan.
Aktivitas ilegal ini disinyalir tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi dalam skala kecil (tradisional), melainkan sudah bertransformasi menjadi operasi yang terorganisir dengan cukup rapi.
Di lokasi tersebut, dilaporkan banyak lubang galian emas ilegal yang sudah berstatus produksi aktif.
Artinya, pengerukan material batuan yang mengandung emas terus berjalan setiap harinya.
Padahal, risiko bencana ekologis seperti tanah longsor mengintai setiap saat, belum lagi ancaman pencemaran limbah pengolahan emas (seperti merkuri) yang bisa meracuni sumber air warga sekitar.
Baca Juga: BP Taskin dan IPB Kebut Integrasi Data Desa Presisi Demi Hapus Kemiskinan Ekstrem
Melihat kondisi alam yang dieksploitasi secara serampangan, netizen tidak tinggal diam. Kolom komentar unggahan tersebut langsung dibanjiri oleh warganet yang "mencolek" para pejabat teras, mulai dari level daerah hingga provinsi.
Nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi sasaran utama aduan netizen.
Sosok yang dikenal responsif dan sering turun ke lapangan ini diharapkan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk menertibkan para gurandil.
"Pak @dedimulyadi71 yeuh pak dedii, tos loba deui terpal biru," tulis salah satu netizen dengan nada melapor dalam bahasa Sunda.
Tak hanya Gubernur, pucuk pimpinan Kabupaten Bogor pun tak luput dari sorotan.
Akun Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dan Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade, turut ditandai secara masif. Netizen menuntut pertanggungjawaban moral, mengingat Jaro Ade dikenal sebagai putra daerah Bogor Barat.
Tag
Berita Terkait
-
BP Taskin dan IPB Kebut Integrasi Data Desa Presisi Demi Hapus Kemiskinan Ekstrem
-
Dulu Meresahkan, Kini Joki Puncak Bogor Direkrut Polisi Jadi Pasukan Khusus Libur Nataru
-
Dedi Mulyadi Setop Izin Perumahan, Rudy Susmanto: Tak Bisa Serta-merta Dilakukan
-
Dedi Mulyadi Resmi 'Haramkan' Izin Perumahan di Seluruh Jabar, Ada Apa?
-
DPRD Bogor Dukung Program Warga Dibayar untuk Jadi 'Penjaga Hutan'
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Keluhan Pemudik Asal Bogor, Terjebak Macet Horor di Tol Cipali Malam Ini
-
Menanti Ketuk Palu Jakarta: Pemkab Sukabumi Bersiap Terapkan WFH Demi Tekan Konsumsi BBM
-
Saat Tabung Gas 3 Kg Menjadi Barang Mewah: Penyebab Tabung Melon Langka di Sukabumi Selatan
-
Insiden Dramatis di Citarik: Saat Deterjen Menaklukkan Si Jago Merah di Atas Truk Elpiji
-
Asyik Liburan ke Pangandaran, Rumah Watino di Banjar Malah Ludes Dilalap Api