-
Dedy Saputra, pengawas BPJN Aceh, menunjukkan dedikasi luar biasa dengan bertahan di zona merah banjir Aceh Tamiang selama sebulan demi memastikan akses jalan nasional terbuka untuk distribusi logistik dan pendidikan.
-
Trauma kehilangan keluarga saat Tsunami 2004 menjadi motivasi utama Dedy untuk membantu sesama korban bencana. Ia mengubah kesedihan masa lalu menjadi kekuatan pengabdian tanpa batas bagi masyarakat dan negara Indonesia.
-
Meskipun harus mengorbankan waktu bersama keluarga, Dedy tetap berkomitmen menjalankan tugasnya. Ia meyakinkan warga terdampak bahwa pemerintah terus bekerja keras memulihkan infrastruktur secara bertahap demi normalisasi kehidupan di Aceh.
Meski berat, ia bersyukur memiliki keluarga yang suportif dan memahami risiko pekerjaannya sebagai garda terdepan pembangunan.
“Dari awal sudah saya bilang, kalau menikah dengan abdi negara harus siap. Bisa di Merauke, bisa di Sabang,” katanya.
Menutup perbincangan, Dedy menitipkan pesan optimisme kepada seluruh warga Aceh Tamiang. Ia memastikan bahwa pemerintah hadir dan tidak akan membiarkan rakyat berjuang sendirian.
“Pesan saya untuk warga dan keluarga yang terdampak, jangan bersedih hati. Pemerintah tidak akan berdiam diri. Kami semua berkonsolidasi dan berusaha memulihkan seperti sediakala. Tidak bisa instan, tapi bertahap demi tahap akan kita selesaikan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bencana Sumatera, BRI akan Terus Berkontribusi Bantu Masyarakat Bangkit Kembali
-
Pemkab dan Warga Bogor Galang Dana Rp1,2 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
-
Banyak Mahasiswa IPB Putus Kontak dengan Orang Tua Pasca Banjir Sumatera-Aceh
-
Pasca Atap Ambruk, Rudy Susmanto Evaluasi Total Infrastruktur Sekolah
-
Penutupan Tambang vs Proyek Infrastruktur: Dilema Dedi Mulyadi, Pilih Warga atau Beton?
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
DPRD Jabar: Penyerangan Bus Persib U-18 Bukan Rivalitas, tetapi Kriminalitas
-
Utang Rp25 Juta Diduga Jadi Motif Pembunuhan Sopir Ojol di Sumedang
-
BRI Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Gelaran MotoGP Mandalika 2026, Pariwisata Ikut Terdorong
-
KPK Panggil Mantan Direktur Keuangan Bank BJB Terkait Kasus Iklan Rp223,6 Miliar
-
Persib Bandung Desak Penyerangan Bus Tim di Rest Area Batang Diusut Tuntas