- Galeri Budaya Tionghoa Indonesia (GBTI) bertujuan menempatkan komunitas Tionghoa sebagai bagian utuh dari narasi sejarah nasional Indonesia.
- GBTI menyajikan arsip foto, video dokumentasi dari berbagai lembaga, dan riset lapangan untuk membuktikan peran Tionghoa dalam masyarakat.
- Museum ini menggunakan pendekatan interaktif dan domestik, seperti ruang makan, untuk menjembatani pemahaman sejarah komunitas lintas generasi.
SuaraJabar.id - Selama ini, sejarah komunitas Tionghoa di Indonesia kerap ditempatkan sebagai catatan yang hadir, tetapi tidak sepenuhnya diakui sebagai bagian dari narasi nasional.
Cara baca itulah yang coba digugat melalui Galeri Budaya Tionghoa Indonesia (GBTI). Museum ini tidak menawarkan heroisme atau nostalgia, melainkan ajakan untuk menempatkan komunitas Tionghoa sebagai bagian utuh dari Indonesia.
Kurator GBTI Bob Edrian menegaskan bahwa pesan tersebut menjadi dasar seluruh pendekatan kuratorial yang dihadirkan di dalam galeri.
“Pesan utamanya adalah bagaimana pada akhirnya komunitas Tionghoa harus dipahami sebagai bagian dari Indonesia,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Alih-alih menyampaikan pesan itu secara deklaratif, GBTI memilih jalur yang lebih sunyi: menghadirkan arsip, ingatan, dan pengalaman keseharian sebagai bukti. Pendekatan ini terlihat jelas di Ruang Kesaksian, area kedua dalam pameran permanen, yang mempertemukan arsip foto dengan video dokumentasi.
“Di Ruang Kesaksian, pengunjung akan melihat arsip foto yang berdampingan dengan video dokumentasi. Arsip-arsip ini kami kumpulkan dari berbagai lembaga kearsipan, termasuk lembaga negara, institusi militer, dan universitas,” kata Bob.
Foto-foto tersebut, menurut Bob, tidak dipilih untuk merayakan kejayaan atau menonjolkan perbedaan, melainkan untuk menunjukkan bagaimana komunitas Tionghoa hadir dalam struktur sosial Indonesia.
“Kami memilih foto-foto tersebut berdasarkan beberapa aspek, seperti peran masyarakat Tionghoa dalam bidang ekonomi, pemerintahan, dan pendidikan. Semua itu menunjukkan bagaimana komunitas Tionghoa hadir, berinteraksi, dan kemudian berbaur dalam masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Untuk menghindari narasi yang terlalu tunggal, tim kurator melengkapi arsip visual dengan video dokumentasi dan wawancara yang merekam ingatan kolektif lintas generasi.
Baca Juga: Laila Al Khusna dan Batik Siger: Mengangkat Martabat Budaya Lampung Lewat Pemberdayaan UMKM
“Di ruang ini juga terdapat video dokumentasi yang merekam pengalaman dan ingatan kolektif masyarakat Tionghoa di Indonesia,” kata Bob.
Narasi tersebut dibangun melalui proses riset yang tidak singkat. Tim kurator melakukan penelusuran ke berbagai daerah guna memastikan pengalaman yang dihadirkan tidak terpusat pada satu wilayah atau satu versi sejarah.
“Kami melakukan riset lapangan ke Jakarta, Singkawang, Bali, Semarang, hingga Cirebon untuk menelusuri jejak-jejak pengaruh komunitas Tionghoa dalam kehidupan masyarakat Indonesia hari ini,” ujarnya.
Bagi Bob, Ruang Kesaksian berfungsi sebagai ruang antara, bukan sekadar ruang arsip, tetapi ruang yang menunjukkan bagaimana identitas terbentuk melalui proses panjang.
“Ruang Kesaksian ini menjadi ruang yang menjembatani masa lalu dan masa kini, sekaligus berbicara tentang bagaimana pengalaman komunitas Tionghoa di Indonesia terbentuk melalui waktu,” katanya.
Pendekatan yang sama diteruskan di Ruang Keakraban, ruang permanen terakhir yang secara sadar membawa pengunjung ke ranah domestik dan keseharian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Dua Dekade Bangun Usaha Gula Merah, Rosidah Sukses Kembangkan UMKM Sumenep Berkat KUR BRI
-
Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib