- Operasi SAR di Kampung Pasirlangu Bandung Barat memasuki hari ketujuh krusial pada Jumat, 30 Januari 2026, untuk evaluasi perpanjangan.
- Tim SAR mengerahkan 17 alat berat untuk memaksimalkan pencarian korban di area longsor yang belum terjamah.
- Kepala SAR Bandung meluruskan isu pergerakan tanah seolah hidup disebabkan kejenuhan air, bukan longsor susulan.
SuaraJabar.id - Misi kemanusiaan di lokasi bencana longsor Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tengah memasuki fase paling krusial.
Waktu seakan berjalan lebih cepat bagi Tim SAR gabungan dan keluarga korban yang masih menanti kepastian.
Jumat (30/1/2026) besok, operasi pencarian akan genap memasuki hari ketujuh, sebuah milestone penting yang menentukan nasib kelanjutan misi penyelamatan ini.
Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, operasi pencarian dan pertolongan biasanya berlangsung selama tujuh hari.
Di titik inilah, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengambil keputusan berat, apakah pencarian akan diperpanjang karena masih ada tanda-tanda korban bisa ditemukan, atau harus dihentikan dan dinyatakan selesai.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menegaskan pentingnya momentum evaluasi esok hari.
“Besok adalah hari ketujuh. Kami akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah operasi SAR akan diperpanjang, serta sektor mana yang menjadi fokus lanjutan pencarian,” kata Ade dilansir dari Antara, Kamis (29/1/2026).
Keputusan ini tentu dinanti dengan berdebar oleh keluarga korban yang masih dinyatakan hilang. Tim SAR memastikan keputusan yang diambil nantinya akan didasarkan pada pertimbangan teknis, peluang keberhasilan, dan faktor keselamatan.
Menjelang hari penentuan, Tim SAR tidak mengendurkan semangat. Justru, kekuatan alat berat dimaksimalkan untuk menyisir area yang belum terjamah. Ade menyebutkan sebanyak 17 unit alat berat telah diturunkan ke lokasi longsor.
Baca Juga: 40 Jenazah Korban Longsor Cisarua Berhasil Teridentifikasi, Berikut Daftar Nama dan Asal Kampungnya
Strategi sapu bersih diterapkan. Penggunaan alat berat yang sebelumnya difokuskan di sektor A1 dan A2, kini mulai diperluas secara agresif ke sektor A3. Langkah ini diambil untuk mendukung proses pencarian korban semaksimal mungkin sebelum bel evaluasi berbunyi besok sore.
Di tengah ketegangan menunggu keputusan perpanjangan operasi, konsentrasi publik sempat terpecah oleh beredarnya video viral yang memperlihatkan tanah di lokasi bencana seolah-olah hidup dan bergerak. Kekhawatiran akan adanya longsor susulan pun merebak di media sosial.
Namun, Tim SAR gabungan bergerak cepat menepis isu tersebut. Ade Dian memastikan bahwa fenomena dalam video tersebut bukanlah pergerakan tanah geologis yang menandakan longsor baru.
“Hal tersebut bukan pergerakan tanah, tetapi kondisi tanah yang jenuh air sehingga terlihat seperti bergerak,” tegasnya meluruskan disinformasi.
Kondisi tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur lokasi dalam beberapa hari terakhir, membuat tanah menjadi lumpur cair.
“Dari hasil asesmen tim safety dan geologi, saat ini belum ditemukan pergerakan tanah yang signifikan, namun potensi pergeseran tetap diwaspadai,” ujarnya.
Berita Terkait
-
40 Jenazah Korban Longsor Cisarua Berhasil Teridentifikasi, Berikut Daftar Nama dan Asal Kampungnya
-
Cuaca Ekstrem Mengancam! Pencarian Korban Longsor Cisarua Terpaksa Dihentikan Sementara
-
17 Alat Berat Dikerahkan Cari 32 Korban Longsor Cisarua, Tim SAR Tembus Kabut Tebal
-
Update Mencekam Longsor Cisarua: 48 Jenazah Dievakuasi, 33 Warga Masih Hilang
-
Kronologi Dua Polisi Gugur Saat Menjalankan Tugas Kemanusiaan di Longsor Cisarua
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Niat Bermain Berakhir Duka, Bocah 5 Tahun Tenggelam di Sungai Cianjur
-
Menembus Kepulauan Talaud, Mantri BRI Jadi Penggerak Pertumbuhan UMKM hingga Pelosok