- Autopsi jenazah anak bernama NS dari Jampangkulon telah selesai dilakukan di RS Bhayangkara Setukabumi pada Jumat (20/2/2026).
- Ayah korban, Anwar Satibi, meminta autopsi demi memastikan penyebab kematian putrinya yang ditemukan dengan luka.
- Anwar berpesan kepada orang tua agar mempertahankan pernikahan walau rusak, jangan sampai anak diasuh ibu tiri.
SuaraJabar.id - RS Bhayangkara TK. II Setukpa Sukabumi menjadi saksi bisu duka mendalam pada Jumat (20/2/2026).
Proses autopsi terhadap jenazah NS, seorang anak dari Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang ditemukan meninggal dunia dengan luka-luka di tubuhnya, akhirnya rampung.
Pemandangan paling menyayat hati adalah ketika Anwar Satibi, ayah korban, tak kuasa menahan tangis histeris saat jenazah putrinya dibawa keluar dari ruang forensik menuju ambulans.
Dengan mata sembab dan tubuh terguncang, Anwar berdiri terpukul, menyaksikan kepergian sang anak untuk terakhir kalinya.
Kasus meninggalnya NS memang telah menyita perhatian publik dan menimbulkan banyak pertanyaan. Sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, mengingat adanya sejumlah luka yang ditemukan pada tubuh anak tersebut.
Keputusan Anwar untuk meminta autopsi, di tengah rasa kasihan yang mendalam terhadap kondisi anaknya, bukan tanpa alasan. Ia ingin kebenaran terungkap.
"Kenapa saya ingin diotopsi karena saya ingin tahu, ingin memastikan, saya enggak bisa nuduh sembarangan, nanti fitnah, nanti saya juga dituntut sama orang, makanya saya minta tolong saya mau autopsi," ujar Anwar, menjelaskan alasannya yang rasional di balik keputusan yang berat itu.
Ia bahkan sempat ragu untuk melanjutkan autopsi, namun rasa penasaran yang tak tertahankan mendorongnya untuk tetap melanjutkan demi kejelasan.
Di tengah kesedihan yang tak terhingga, Anwar juga menitipkan pesan yang menggema, terutama bagi para orang tua.
Baca Juga: Sukabumi Dikepung Banjir! Sawah Jadi Beton, Kantor Desa Terendam hingga Jalan Utama Retak
"Pesan saya kepada teman-teman saya, serusak apa pun rumah tangga kalian pertahankan, jangan sampai anak kalian diasuh oleh ibu tiri," katanya, sebuah pesan yang langsung menyentuh inti perdebatan publik tentang peran orang tua dan keluarga tiri.
Pesan Anwar ini sontak memicu beragam reaksi di media sosial, khususnya di platform X pada akun @neVerAl0nely___. Netizen menyoroti berbagai sudut pandang yang kompleks:
Akun @dhewi_miswanti menulis, "Pesannya ga benar juga sih pak, masa serusak apapun pernikahan tetap dipertahankan demi anak dan ga semua ibu tiri juga jahat, bapaknya salah pilih istri kedua aja. Turut berduka cita pak, semoga qt semua bisa ambil pelajaran berharga dari perisitiwa ini." Komentar ini mempertanyakan validitas pesan Anwar, menyoroti bahwa masalahnya bukan hanya pada ibu tiri, tetapi juga pilihan pasangan oleh sang ayah.
@peyekudangendul menambahkan, "Andai aku jadi kaka kandung dari korban, kalau memang ibu tirinya yg jadi tersangka sebelumnya dia masuk penjara kubikin dia jadi tuna wicara dan tuna netra. Gak sampe hati lihat anak sekecil itu bisa ngerasain badan babak belur apalagi di adek anak broken home." Komentar ini menunjukkan kemarahan dan rasa empati yang mendalam terhadap korban, serta kritik terhadap pelaku dan dampak "broken home".
Sementara itu, @Nanonano menyuarakan, "Lah cerai mah gapapa pak, kalau rumah tangganya rusak tapi tetep dipertahanin ya malah jadi lingkungan yang toxic buat si anak. Yang bener tuh cari pasangan yang selektif dan orang tua kandung meskipun udah cerai harus tetep ikutan ngasuh anak, pantau keadaannya gimana." Komentar ini menawarkan sudut pandang berbeda, bahwa mempertahankan rumah tangga yang toxic justru lebih berbahaya bagi anak, dan menekankan pentingnya peran orang tua kandung meskipun sudah berpisah.
Akun @wargasipil_ juga ikut berkomentar, "se sayang-sayangnya ibu tiri ke anak tiri, ga akan melebihi rasa sayang dari ibu kandung begitupun sebaliknya. Jadi buat kalian para ayah/bunda yang anaknya masih dibawah umur dan di asuh oleh org lain, tetap waspada." Komentar ini menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua kandung terhadap pengasuhan anak oleh pihak lain.
Terakhir, @bcshiir dengan nada sinis menulis, "Akun parodi. Pesannya ya lo jan kemakan sma omongan pelaku yg bilang bkal tobat, klo emng mw sma pelaku dahal lo tau ank lo jdi korban kkekerasan pelaku ya kasih hak asuh anak itu ke ibu kandungnya, udh gini aja bru nyesel!." Komentar ini menyiratkan kekecewaan terhadap kemungkinan pelaku yang tidak tulus dan menyalahkan ayah korban karena tidak menyerahkan hak asuh kepada ibu kandung.
Tragedi yang menimpa NS ini tidak hanya membuka tabir kekerasan, tetapi juga memicu perdebatan sengit tentang dinamika keluarga, tanggung jawab orang tua, dan sistem perlindungan anak di masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
13 Gadis Jawa Barat Terjebak TPPO: Gaji Menggiurkan Berujung Neraka Eksploitasi
-
Tangis Pilu Ayah NS di Sukabumi: Autopsi Jenazah Ungkap Luka Misterius
-
Ngabuburit Bermanfaat! Menelusuri Jejak Perjuangan Rasulullah Dari Rambut hingga Busur Panah
-
BRI Teruskan Peran Aktif Dukung Program Strategis Nasional: Program 3 Juta Rumah, KDKMP, MBG
-
Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal Imsakiyah & Buka Puasa Bandung-Sukabumi Hari Ini 20 Februari 2026