- Perburuan tiket mudik Lebaran 2026 dimulai dengan "war tiket" yang sulit, memaksa pemudik mencari rute alternatif estafet.
- Pemudik seperti Riza dan Rahma dari Bandung memilih transit di kota lain karena tiket langsung ke kampung halaman telah habis.
- KAI Daop 2 Bandung menyatakan kesulitan tiket disebabkan tingginya permintaan, bukan masalah teknis server pada masa puncak.
Menanggapi fenomena susahnya masyarakat menembus tiket Lebaran tahun ini, Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, angkat bicara. Ia sama sekali tak menampik keluhan para pemudik tersebut.
Namun, Kuswardojo meluruskan satu hal: kesulitan mendapat tiket itu bukan karena server KAI yang bermasalah atau rusak secara teknis, melainkan murni karena ledakan demand (permintaan) yang tak sebanding dengan kapasitas gerbong pada tanggal-tanggal favorit menjelang Idulfitri.
“Betul, keluhan sulit dapat tiket itu adalah fenomena wajar yang selalu langganan terjadi di peak season (puncak masa angkutan) Lebaran. Ini murni karena minat masyarakat Jawa Barat menggunakan jasa kereta api untuk pulang kampung itu begitu tinggi dan membludak di hari yang bersamaan,” papar Kuswardojo mengklarifikasi.
Pernyataan Kuswardojo diamini oleh data real-time malam itu. Memasuki puncak arus mudik pada Rabu malam, statistik mencatat lonjakan ekstrem. Hanya dari satu titik pemberangkatan (Stasiun Kiaracondong) saja, KAI sukses memberangkatkan sekitar 5.800 pengguna jasa.
Sebagai perbandingan betapa gilanya lonjakan tersebut, Kuswardojo membeberkan bahwa di hari-hari biasa (low season), stasiun legendaris ini rata-rata "hanya" melayani sekitar 3.000 penumpang dalam tempo 24 jam.
“Prediksi kami, malam ini memang titik puncaknya. Angka 5.800 penumpang itu murni tercatat untuk batch keberangkatan malam ini saja, dan counter (hitungan) kemungkinan masih terus bertambah hingga boarding terakhir pukul 00.00 WIB nanti. Padahal normalnya kapasitas kita hanya 3.000 per hari,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Cerita Pemudik di Stasiun Kiaracondong, Rela War Tiket hingga Transit Demi Pulang Kampung"
Berita Terkait
-
Sapi Ngamuk Lari 5 KM dari Nagreg ke Garut, Pemudik Motor Tumbang Diseruduk
-
Kantor Bapenda Gembok Pintu Selama Lebaran, Bayar PBB Ciamis Kini Segampang Checkout Online
-
Lupakan Macet Horor! Mudik Sambil Healing Lewat Jalur Pesisir Selatan Pangandaran
-
Ironi Kadeudeuh Rp 300 Ribu: Senyum Getir PPPK Paruh Waktu Pangandaran Jelang Lebaran
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Diiringi Kereta Kencana, Mahkota Binokasih Akan Diarak Keliling 8 Kota di Jawa Barat
-
Proyek Raksasa 1.040 MW Dihentikan Sementara, Simak Dampak Longsor di PLTA Upper Cisokan
-
Polda Jabar Tangkap Pelaku Perusakan Fasilitas Umum Saat May Day di Bandung
-
Waspada Penipuan KUR, BRI Imbau Gunakan Kanal Resmi dan Lindungi Data Diri
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak