- Polres Sukabumi menindak 15 kendaraan travel gelap berpelat hitam yang mengangkut pemudik tanpa izin resmi saat Operasi Ketupat Lodaya 2026.
- Travel gelap menyalahgunakan mobil pribadi untuk angkutan berbayar, berisiko tinggi karena tidak ada jaminan keselamatan dan asuransi.
- Modus mereka memanfaatkan grup WhatsApp dan media sosial untuk penjemputan penumpang dari Jakarta menuju wilayah Sukabumi.
SuaraJabar.id - Euforia mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi rupanya menjadi lahan basah bagi segelintir oknum yang ingin meraup untung instan.
Menjelang puncak arus mudik, praktik usaha travel gelap alias angkutan penumpang ilegal semakin subur dan marak beroperasi menembus wilayah Kabupaten Sukabumi.
Merespons fenomena "kucing-kucingan" ini, aparat kepolisian tak tinggal diam. Dalam beberapa hari terakhir, radar Operasi Ketupat Lodaya 2026 sukses mengendus dan menindak belasan kendaraan pelat hitam yang nekat mengangkut pemudik tanpa mengantongi selembar pun izin resmi operasional angkutan umum.
Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, membeberkan hasil tangkapan jajarannya di lapangan.
“Sampai hari ini, kurang lebih sudah ada 15 unit kendaraan travel gelap yang berhasil kami amankan dan kami tindak tegas dengan sanksi tilang di tempat,” ungkap AKP Hidayat dikutip dari sukabumiupdate.com, Rabu (18/3/2026).
Bagi masyarakat awam, istilah travel gelap mungkin terdengar sepele. Padahal, dampaknya sangat mengerikan. AKP Hidayat mengedukasi publik bahwa travel gelap sejatinya adalah mobil pribadi (berpelat hitam) yang disalahgunakan untuk mengangkut penumpang berbayar layaknya angkutan umum, tanpa bernaung di bawah badan usaha resmi (PT/CV) yang diawasi pemerintah.
Selain jelas-jelas melanggar aturan trayek dan perundang-undangan lalu lintas, praktik ini sangat berisiko tinggi bagi nyawa penumpangnya.
"Mengapa? Karena armada pelat hitam ini sama sekali tidak memberikan jaminan keselamatan standar angkutan umum, dan pastinya tidak ter-cover (dilindungi) oleh asuransi Jasa Raharja jika terjadi kecelakaan,” paparnya.
Lantas, bagaimana angkutan ilegal ini bisa menjaring begitu banyak pelanggan di tengah ketatnya razia polisi?
Berdasarkan hasil interogasi dan penindakan, Satlantas Polres Sukabumi berhasil membongkar peta operasi mereka.
Baca Juga: Niat Betulin Aki Berujung Petaka: Suzuki Pikap Ludes Terbakar di Jalur Mudik Sumedang
Mayoritas kendaraan selundupan ini melayani rute "gemuk" eksodus perantau, yakni berangkat dari wilayah aglomerasi Ibu Kota (Jakarta dan sekitarnya) menuju jantung wilayah Sukabumi, termasuk merangsek jauh ke kawasan selatan seperti Palabuhanratu hingga pelosok Jampang.
Modus operandi yang dimainkan para sopir ini pun cukup canggih dan kekinian, tidak lagi mangkal di pinggir jalan. Mereka memanfaatkan kelihaian jemari di layar smartphone.
“Modusnya umumnya melalui penawaran terselubung di grup-grup WhatsApp warga perantauan maupun platform media sosial online lainnya. Pemudik yang tergiur kemudian dijemput satu per satu di titik tertentu (door-to-door), lalu diberangkatkan secara rombongan menggunakan satu kendaraan pribadi yang disesaki penumpang,” bongkar Hidayat.
Iming-iming dijemput langsung di depan pintu kos dan diantar sampai ke halaman rumah di kampung memang terdengar sangat menggoda.
Namun, pihak kepolisian memohon dengan sangat agar masyarakat tidak lagi mempertaruhkan nyawa dan uangnya untuk menggunakan jasa travel gelap.
“Kami mengimbau keras, jangan gunakan travel gelap! Selain asuransi yang nihil, manifest (data manifes) penumpang juga tidak pernah tercatat secara resmi. Jika amit-amit terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan, seperti kecelakaan, perampokan, atau barang hilang, polisi dan keluarga akan sangat kesulitan melakukan pelacakan dan penanganan,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Niat Betulin Aki Berujung Petaka: Suzuki Pikap Ludes Terbakar di Jalur Mudik Sumedang
-
Drama War Tiket Lebaran: Gagal Tembus Purwokerto, Pemudik Kiaracondong Pakai Siasat Kereta Estafet
-
Sapi Ngamuk Lari 5 KM dari Nagreg ke Garut, Pemudik Motor Tumbang Diseruduk
-
Lupakan Macet Horor! Mudik Sambil Healing Lewat Jalur Pesisir Selatan Pangandaran
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Warga Karawang Catat! Ini 5 Lokasi Shalat Idul Fitri Muhammadiyah Besok, Jumat 20 Maret 2026
-
Buntut Bangkai Cicak di MBG Siswa: SPPG Citamiang Resmi Disegel Pusat
-
Daftar Lengkap Titik Pelaksanaan Shalat Id Muhammadiyah di Kota Bandung 1 Syawal 1447 H
-
Awas "Jalur Neraka"! Ini Siasat Jitu Polisi Urai Kemacetan Horor di Pasar Cibadak Sukabumi
-
Tangis Istri Penambang Emas Bogor: Suami Ditahan Polda Jabar, Dua Anak Putus Sekolah Jelang Lebaran