- Jalur Sabuk Geopark sepanjang 36 km di Ciletuh Palabuhanratu mulai ramai dilalui sejak H-7 Idulfitri 1447 H.
- Peningkatan volume kendaraan telah tercatat sejak 18 Maret, dengan ratusan motor dan mobil melintas menuju lokasi wisata.
- Pengamanan disiagakan di titik strategis karena jalur tersebut memiliki karakter jalan ekstrem dengan banyak kelokan dan tanjakan curam.
SuaraJabar.id - Siapa bilang perjalanan mudik atau libur Lebaran selalu identik dengan kemacetan yang membosankan? Bagi Anda yang mengarah ke kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp), perjalanan justru menjadi bagian dari rekreasi itu sendiri.
Memasuki H-7 Idulfitri 1447 H, Jalur Sabuk Geopark ruas Loji–Palangpang sepanjang 36 kilometer mulai bersolek menyambut ribuan pelancong.
Jalur ini bukan sekadar aspal penghubung Simpenan dan Ciemas, melainkan rute "ajaib" yang menyuguhkan simfoni alam antara perbukitan hijau dan hamparan biru samudera.
Bayangkan, dalam satu jam perjalanan menggunakan sepeda motor atau 75 menit dengan mobil, mata Anda akan dimanjakan dengan parade pantai-pantai ikonik mulai dari Pantai Loji, Sangrawayang yang tenang, hingga Pantai Palangpang yang legendaris.
"Peningkatan volume kendaraan sudah terasa sejak 18 Maret. Tercatat lebih dari 800 motor dan 600 mobil telah melintas, baik untuk mudik maupun wisata," ungkap Erus Ruswandi, Mandor Jalan Loji, Jumat (20/3/2026).
Namun, di balik keindahannya, Jalur Sabuk Geopark tetap menyimpan tantangan. Karakter jalan yang berkelok tajam dan tanjakan curam menuntut konsentrasi penuh dan kondisi kendaraan yang prima.
Jalur ini dikenal memiliki karakter ekstrem: kelokan tajam yang berbatasan langsung dengan jurang serta tanjakan yang mampu menguji nyali mesin kendaraan.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas gabungan dari TNI, Polri, hingga unsur kecamatan telah menyiagakan pos pengamanan di titik strategis, salah satunya di kawasan Puncak Dini.
"Kami mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik rawan longsor dan banjir saat cuaca hujan," pesan pihak pengamanan setempat.
Baca Juga: Jalur Selatan Garut Tak Lagi Macet, Limbangan-Malangbong Kini Lancar Jaya
Bagi Anda yang baru pertama kali melintasi jalur ini, estimasi waktu tempuh dari Loji menuju Palangpang adalah sekitar satu jam.
Manfaatkan waktu ini untuk berkendara santai sembari menikmati panorama Cisantri hingga Cilegok, namun tetap prioritaskan keselamatan di atas kecepatan agar momen kemenangan di hari raya tidak berujung duka.
Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Jelang Lebaran 2026, Jalur Wisata Geopark Ciletuh Kian Ramai Dilalui Pemudik dan Wisatawan"
Berita Terkait
-
Jalur Selatan Garut Tak Lagi Macet, Limbangan-Malangbong Kini Lancar Jaya
-
Lansia Tasikmalaya Ditelantarkan Sopir Elf, Jalan Kaki 3 Km dalam Kebingungan Demi Bisa Pulang
-
Mencekam! Rem Blong di Turunan Cijeruk, Motor Lemon Hantam Tembok Rumah Hingga Jebol
-
Teror Subuh di Jalur Mudik Sukabumi: Pasutri Loncat dari Motor Hindari Tebasan Celurit Begal
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Sungai Meluap, Jembatan Penghubung di Cibeber Cianjur Ambruk dan 198 Jiwa Mengungsi
-
Longsor hingga Banjir Lintasan Terjang Bogor, 20 Rumah Warga Terendam
-
Jalur Wisata Berbasis Sungai di Gunung Gede Pangrango Ditutup Mulai 3 Mei, Ini Alasannya