- Kecelakaan tunggal terjadi pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di jembatan layang Cisaat, Sukabumi.
- Mobil pikap Mitsubishi L300 kehilangan kendali setelah mencoba menyalip dan menabrak pembatas jalan layang.
- Akibatnya, mobil terguling dan separuh badan masuk ke lajur arah berlawanan, lalu polisi melakukan evakuasi.
SuaraJabar.id - Siang bolong yang cerah dan sepi di atas aspal mulus Jalan Lingkar Selatan (Lingsel) Sukabumi mendadak berubah menjadi arena sirkus maut.
Rabu (25/3/2026), tepat ketika matahari berada di puncaknya sekitar pukul 12.30 WIB, sebuah insiden kecelakaan tunggal yang sangat brutal memecah keheningan di atas jembatan layang (flyover) wilayah Kecamatan Cisaat.
Sebuah mobil angkutan barang jenis pikap (bak terbuka) Mitsubishi L300 yang melaju kencang dilaporkan kehilangan kendali, terbang menembus separator trotoar, dan berakhir nahas dalam posisi terguling miring hingga separuh badannya "melompat" masuk ke lajur berlawanan arah.
Tragedi ini nyaris menyapu kendaraan lain jika saja jalanan sedang padat. Namun, kengerian manuver pikap tersebut terekam jelas di pelupuk mata Deni (33), seorang pengendara motor yang kebetulan tengah melintas tepat di depan mobil tersebut.
Deni menceritakan detik-detik horor yang membuatnya gemetar dan syok berat siang itu. Semuanya bermula saat ia sedang dalam perjalanan santai dari arah Bogor menuju pusat Kota Sukabumi.
“Awalnya biasa saja. Saya itu kebetulan baru habis mengantar teman saya kerja di Resto King Raos. Setelah nganter, saya sempatkan mampir makan dulu sebentar sebelum lanjut jalan pulang ke arah Purabaya,” buka Deni mengisahkan alurnya, Rabu (25/3/2026).
Setelah perut terisi, Deni kembali memacu kendaraannya menyusuri Jalur Lingsel. Saat roda motornya mulai mendaki aspal flyover Cisaat, ia mengambil posisi aman berjalan di lajur sebelah kiri.
Melalui kaca spionnya, Deni menyadari ada sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 yang terus membuntutinya, juga berada di lajur yang sama (kiri).
Nahas, kesabaran sang sopir pikap rupanya setipis kertas. Merasa lajunya terhambat, pikap tersebut nekat mengambil keputusan bermanuver menyalip kendaraan Deni. Namun, perhitungan sang sopir meleset sangat jauh.
Baca Juga: Ngeri! Keluar Tol Parungkuda Langsung Oleng, Toyota Calya Terguling Hantam Dua Mobil
“Ketika pikap itu mau nyalip saya, tarikan setirnya terlalu membanting ke arah kanan. Saking tergesa-gesanya melebar ke kanan, ban mobilnya justru menghantam dan nginjak keras trotoar (pembatas tengah) jalan layang,” ungkap Deni membeberkan kronologi fatal tersebut.
Hantaman keras roda pada beton pembatas itu seketika memicu efek ketapel. Mobil yang tengah dalam kecepatan tinggi itu kehilangan titik keseimbangan (center of gravity), terpelanting liar, hingga akhirnya terlempar dan terguling membabi buta.
“Guncangannya parah. Setelah nginjak trotoar, mobilnya langsung terguling sampai separuh badannya melompat dan jatuh di atas aspal jalur lain (arah berlawanan),” tambah Deni.
Gaya sentrifugal kecelakaan itu memicu posisi akhir kendaraan yang sangat ganjil dan mengerikan. Moncong alias bagian kepala pikap Mitsubishi L300 itu tampak melintang menutup jalan di jalur arah Sukabumi menuju Bogor.
Sementara itu, bagian perut hingga bak belakang pikap masih tersangkut menggelantung di atas beton pembatas (trotoar) tengah.
Melihat pemandangan horor dari kaca spionnya, Deni mengaku jantungnya seolah berhenti berdetak. Syok yang teramat sangat membuatnya tak berani mengerem mendadak atau memutar balik untuk menolong.
Berita Terkait
-
Ngeri! Keluar Tol Parungkuda Langsung Oleng, Toyota Calya Terguling Hantam Dua Mobil
-
Macet One Way Bikin Stres? Aksi Spontan Aiptu Didik Joget Bareng Pengamen Bikin Pemudik Terhibur
-
Ngeri! Uang Kurang Beli Miras, Pemuda Warudoyong Tewas Dikeroyok dengan Usus Terburai
-
Nekat Bawa Keluarga di Bak Terbuka Masuk Tol Bocimi, Pikap Asal Jakarta Dicegat Paksa Polisi
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir
-
Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak
-
Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri
-
Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan
-
Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan