Wakos Reza Gautama
Rabu, 25 Maret 2026 | 16:15 WIB
Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Lingkar Selatan Sukabumi, tepatnya di flyover wilayah Kecamatan Cisaat, pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. [sukabumiupdate]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan tunggal terjadi pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di jembatan layang Cisaat, Sukabumi.
  • Mobil pikap Mitsubishi L300 kehilangan kendali setelah mencoba menyalip dan menabrak pembatas jalan layang.
  • Akibatnya, mobil terguling dan separuh badan masuk ke lajur arah berlawanan, lalu polisi melakukan evakuasi.

SuaraJabar.id - Siang bolong yang cerah dan sepi di atas aspal mulus Jalan Lingkar Selatan (Lingsel) Sukabumi mendadak berubah menjadi arena sirkus maut.

Rabu (25/3/2026), tepat ketika matahari berada di puncaknya sekitar pukul 12.30 WIB, sebuah insiden kecelakaan tunggal yang sangat brutal memecah keheningan di atas jembatan layang (flyover) wilayah Kecamatan Cisaat.

Sebuah mobil angkutan barang jenis pikap (bak terbuka) Mitsubishi L300 yang melaju kencang dilaporkan kehilangan kendali, terbang menembus separator trotoar, dan berakhir nahas dalam posisi terguling miring hingga separuh badannya "melompat" masuk ke lajur berlawanan arah.

Tragedi ini nyaris menyapu kendaraan lain jika saja jalanan sedang padat. Namun, kengerian manuver pikap tersebut terekam jelas di pelupuk mata Deni (33), seorang pengendara motor yang kebetulan tengah melintas tepat di depan mobil tersebut.

Deni menceritakan detik-detik horor yang membuatnya gemetar dan syok berat siang itu. Semuanya bermula saat ia sedang dalam perjalanan santai dari arah Bogor menuju pusat Kota Sukabumi.

“Awalnya biasa saja. Saya itu kebetulan baru habis mengantar teman saya kerja di Resto King Raos. Setelah nganter, saya sempatkan mampir makan dulu sebentar sebelum lanjut jalan pulang ke arah Purabaya,” buka Deni mengisahkan alurnya, Rabu (25/3/2026).

Setelah perut terisi, Deni kembali memacu kendaraannya menyusuri Jalur Lingsel. Saat roda motornya mulai mendaki aspal flyover Cisaat, ia mengambil posisi aman berjalan di lajur sebelah kiri.

Melalui kaca spionnya, Deni menyadari ada sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 yang terus membuntutinya, juga berada di lajur yang sama (kiri).

Nahas, kesabaran sang sopir pikap rupanya setipis kertas. Merasa lajunya terhambat, pikap tersebut nekat mengambil keputusan bermanuver menyalip kendaraan Deni. Namun, perhitungan sang sopir meleset sangat jauh.

Baca Juga: Ngeri! Keluar Tol Parungkuda Langsung Oleng, Toyota Calya Terguling Hantam Dua Mobil

“Ketika pikap itu mau nyalip saya, tarikan setirnya terlalu membanting ke arah kanan. Saking tergesa-gesanya melebar ke kanan, ban mobilnya justru menghantam dan nginjak keras trotoar (pembatas tengah) jalan layang,” ungkap Deni membeberkan kronologi fatal tersebut.

Hantaman keras roda pada beton pembatas itu seketika memicu efek ketapel. Mobil yang tengah dalam kecepatan tinggi itu kehilangan titik keseimbangan (center of gravity), terpelanting liar, hingga akhirnya terlempar dan terguling membabi buta.

“Guncangannya parah. Setelah nginjak trotoar, mobilnya langsung terguling sampai separuh badannya melompat dan jatuh di atas aspal jalur lain (arah berlawanan),” tambah Deni.

Gaya sentrifugal kecelakaan itu memicu posisi akhir kendaraan yang sangat ganjil dan mengerikan. Moncong alias bagian kepala pikap Mitsubishi L300 itu tampak melintang menutup jalan di jalur arah Sukabumi menuju Bogor.

Sementara itu, bagian perut hingga bak belakang pikap masih tersangkut menggelantung di atas beton pembatas (trotoar) tengah.

Melihat pemandangan horor dari kaca spionnya, Deni mengaku jantungnya seolah berhenti berdetak. Syok yang teramat sangat membuatnya tak berani mengerem mendadak atau memutar balik untuk menolong.

Load More