- Kecelakaan beruntun melibatkan tiga mobil terjadi di Jalan Raya Sukabumi–Bogor pada Rabu (25/3/2026) pukul 05.50 WIB.
- Satu MPV keluar tol tidak stabil, menabrak pembatas, memantul ke jalur lawan, dan bertabrakan dengan dua mobil lainnya.
- Insiden ini menyebabkan lima orang luka ringan, meskipun tidak ada korban jiwa, serta memacetkan lalu lintas sementara.
SuaraJabar.id - Pagi yang masih menyisakan embun di Jalan Raya Sukabumi–Bogor, mendadak berubah menjadi arena kecelakaan karambol yang mengerikan.
Rabu (25/3/2026), sekitar pukul 05.50 WIB, suara decit rem panjang yang disusul benturan keras tiga kali berturut-turut memecah keheningan di Kampung Pangadegan, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Tiga unit kendaraan roda empat jenis mobil penumpang keluarga (MPV/SUV), yakni Toyota Calya bernomor polisi D 1137 AMF, Honda HR-V B 1062 ZZP, dan Daihatsu Sigra F 1436 VP, terlibat dalam sebuah tabrakan beruntun yang nyaris merenggut nyawa di titik vital perlintasan, tepat tak jauh dari mulut Exit Tol Parungkuda (Tol Bocimi).
Berdasarkan pantauan cuaca, tragedi ini sama sekali tidak dipicu oleh kondisi alam yang buruk. Cuaca di sekitar TKP dilaporkan cerah, aspal jalanan kering kerontang, dan arus lalu lintas di pagi buta itu masih belum padat merayap.
Sutardi, seorang pedagang asongan yang tengah mengais rezeki di pinggir jalan tak jauh dari lokasi, menjadi saksi mata kunci dari insiden mendebarkan itu.
Matanya merekam jelas bagaimana sebuah kendaraan MPV (diduga kuat Toyota Calya) melaju dari arah Tol (Bogor) menuju arah Sukabumi dengan gelagat yang mencurigakan.
Menurut Sutardi, setibanya kendaraan tersebut di ujung pintu keluar tol dan memasuki kontur jalan arteri, laju mobil tiba-tiba terlihat tidak stabil.
“Awalnya mobil itu keluar lurus dari arah gerbang Tol. Pas tepat di tikungan menyambung jalan arteri raya ini, mobilnya tiba-tiba oleng tajam tak terkendali. Lurus saja gitu sampai akhirnya menabrak keras pembatas jalan (separator),” beber Sutardi.
Nahas, momentum hantaman ke pembatas jalan itu justru menjadi awal dari malapetaka yang lebih besar. Bukannya berhenti, mobil yang sudah hilang kendali tersebut justru memantul dan masuk ke jalur berlawanan (arah Sukabumi menuju Bogor).
Baca Juga: Macet One Way Bikin Stres? Aksi Spontan Aiptu Didik Joget Bareng Pengamen Bikin Pemudik Terhibur
Dalam hitungan detik, mobil yang melaju bak peluru nyasar itu langsung menyambar kendaraan lain yang tengah melintas tenang dari arah berlawanan.
“Habis menghantam pembatas, mobil itu terlempar ke kanan dan langsung kena adu banteng sama mobil yang datang dari arah Sukabumi. Saking kencangnya benturan pertama, mobil yang ditabrak itu sampai terdorong mundur dan menghantam kendaraan lain di belakangnya lagi (efek domino),” tambah Sutardi.
Guncangan dahsyat dari tabrakan beruntun tiga mobil tersebut memicu visualisasi yang sangat mengerikan. Saking kerasnya benturan akhir, mobil Toyota Calya (D 1137 AMF) sampai terpelanting dan berakhir dalam posisi terguling miring di tengah jalan aspal, dengan roda sebelah kiri menatap langit.
Warga dan pengendara lain yang melintas segera berhamburan untuk mengevakuasi para korban yang terjebak di dalam kabin Toyota Calya yang terbalik tersebut.
Beruntung, malaikat maut rupanya masih enggan mencabut nyawa hari itu. Meski kondisi ketiga kendaraan ringsek parah di bagian bumper depan dan samping, tidak ada satu pun korban jiwa (meninggal dunia) yang jatuh dalam tragedi karambol ini.
Meski begitu, lima orang yang terdiri dari pengemudi dan seluruh penumpang di dalam Toyota Calya dilaporkan mengalami luka-luka ringan (syok, memar, dan lecet) akibat benturan dan efek airbag yang meledak. Kelimanya langsung mendapat pertolongan pertama di lokasi kejadian.
Berita Terkait
-
Macet One Way Bikin Stres? Aksi Spontan Aiptu Didik Joget Bareng Pengamen Bikin Pemudik Terhibur
-
Ngeri! Uang Kurang Beli Miras, Pemuda Warudoyong Tewas Dikeroyok dengan Usus Terburai
-
Nekat Bawa Keluarga di Bak Terbuka Masuk Tol Bocimi, Pikap Asal Jakarta Dicegat Paksa Polisi
-
Bayar Karcis Tapi Lepas Tangan Nyawa Melayang? Dispar Usut Tiket "Siluman" Pantai Tenda Biru
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol