Wakos Reza Gautama
Rabu, 25 Maret 2026 | 10:47 WIB
Aksi Aiptu Didik, anggota Satlantas Polres Sukabumi, berjoget dan bernyanyi menghibur pemudik di Gerbang Tol Parungkuda. [sukabumiupdate]
Baca 10 detik
  • Aiptu Didik, anggota Satlantas Polres Sukabumi, menghibur wisatawan terjebak macet di GT Parungkuda pada Rabu dini hari (25/3/2026).
  • Ia berjoget dan bernyanyi spontan bersama pengamen jalanan untuk mencairkan suasana penat akibat rekayasa lalu lintas *one way*.
  • Aksi ini menuai respons positif pengendara, namun Didik tetap mengingatkan pesan keselamatan terutama mengenai bak terbuka.

SuaraJabar.id - Udara dingin yang menusuk tulang di Gerbang Tol (GT) Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu dini hari (25/3/2026), mendadak terasa hangat oleh gelak tawa.

Di tengah lautan kendaraan wisatawan yang tengah mati kutu (stuck) menunggu giliran rekayasa lalu lintas satu arah (one way) menuju kawasan pantai Palabuhanratu dibuka kembali, sebuah pemandangan tak biasa tersaji memecah keheningan aspal.

Bukannya mendengar lengkingan peluit panjang atau wajah kaku aparat penegak hukum, ratusan pasang mata pengemudi justru disuguhi "konser dadakan" gratis.

Bintang utamanya tak lain adalah Aiptu Didik, seorang anggota Satlantas Polres Sukabumi yang masih berseragam dinas lengkap.

Dengan luwesnya, Aiptu Didik turun berbaur, mencairkan suasana malam itu dengan berjoget asyik dan bernyanyi lepas bersama dua orang pengamen jalanan yang kebetulan melintas di sela-sela antrean kendaraan.

Aksi menghibur di jam kalong tersebut bukan tanpa alasan. Aiptu Didik menyadari betul kondisi psikologis para wisatawan yang kelelahan setelah berjam-jam terjebak macet.

“Situasinya dini hari tadi memang lagi meriah-meriahnya puncak arus wisata yang mengarah ke Palabuhanratu. Saya perhatikan dari raut wajah mereka, pasti banyak pengendara yang lagi unek-unek (kesal/bosan), atau mulai mengantuk dan jenuh karena harus menunggu one way ini selesai digulirkan,” beber Aiptu Didik di lokasi, Rabu dini hari.

Melihat ada pengamen jalanan yang mencari peruntungan di tengah kemacetan, insting humanis Didik langsung bekerja. Bukannya menertibkan mereka secara kaku, ia justru merangkulnya menjadi partner duet.

“Ada pengamen tadi, ya langsung kita tarik saja biar sama-sama kita menghibur masyarakat. Tujuannya simpel, biar otot dan pikiran mereka (pengendara) bisa fresh (segar) kembali sebelum nanti gas pol lagi ke Palabuhanratu,” ujarnya tertawa lepas.

Baca Juga: Ngeri! Uang Kurang Beli Miras, Pemuda Warudoyong Tewas Dikeroyok dengan Usus Terburai

Suasana jalanan tol yang tadinya tegang dan dipenuhi polusi knalpot pun seketika berubah jauh lebih cair. Aiptu Didik mengaku sangat menikmati momen tersebut, seakan melupakan penatnya tulang bersendi yang telah berdiri mengatur lalu lintas tanpa jeda sejak matahari terbit pagi harinya.

“Tadi lumayan dapat tiga lagu nge-beat. Ya gimana enggak asyik, saya juga enjoy saja. Walaupun dari pagi sampai larut malam ini ngepam (pengamanan) di jalan, kita sebagai pelayan masyarakat tetap harus menebar semangat positif,” katanya.

Didik menjelaskan bahwa kolaborasi tak terduganya dengan dua musisi jalanan itu terjadi begitu saja secara spontan, tanpa skenario apalagi gladi bersih.

“Tadi kebetulan banget (spontan) datang dua orang pengamen itu lewat, ya sudah, otomatis saja kita langsung nge-jam menyanyi bareng,” ucapnya ceria.

Aksi unik nan merakyat itu pun sukses memanen respons positif dari para pengendara yang terjebak macet. Kaca-kaca mobil diturunkan. Banyak di antara mereka yang tersenyum lebar, merekam momen tersebut dengan ponsel, dan memberikan apresiasi langsung.

“Tadi banyak banget pengendara yang dari dalam mobil ngasih isyarat gini (membentuk jari love/Saranghae ala Korea) ke arah kita,” tutur Didik menirukan gestur tangan dukungan dari masyarakat.

Load More