- Pada H+4 Idulfitri 1447 H (24/3/2026), Kota Banjar mengalami gelombang arus balik pemudik besar-besaran.
- Stasiun Kereta Api Banjar mencatat 1.232 penumpang berangkat pada hari tersebut, memilih kereta untuk menghindari kemacetan darat.
- Puncak arus balik kereta api terjadi dua hari sebelumnya (22 Maret) dengan 1.480 penumpang berangkat dari Banjar.
SuaraJabar.id - Aroma ketupat opor dan hangatnya silaturahmi di kampung halaman kini harus pelan-pelan ditanggalkan. Memasuki H+4 perayaan Idulfitri 1447 Hijriah (2026 Masehi), denyut nadi Kota Banjar, Jawa Barat, kembali dipompa oleh gelombang eksodus besar-besaran.
Ribuan perantau yang jatah cuti bersama libur Lebarannya telah tandas, mulai berbondong-bondong memadati pintu keberangkatan Stasiun Kereta Api Banjar pada Selasa (24/3/2026).
Wajah-wajah segar usai berlibur tampak mendominasi peron, menanti "kuda besi" yang akan mengantar mereka kembali pada rutinitas kota besar.
Tahun ini, moda transportasi berbasis rel tampaknya menjadi primadona tak tertandingi bagi para pemudik asal Banjar.
Alasan klasiknya satu. Mereka ogah "tua di jalan" alias terjebak kemacetan horor arus balik darat yang sering kali tak terprediksi.
Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Kuwardoyo, merilis data pergerakan manusia yang cukup mencengangkan.
Catatan manifes perjalanan kereta per Selasa (24/3/2026) menunjukkan bahwa dalam waktu satu hari saja, ada 1.232 penumpang yang menjejakkan kaki meninggalkan Stasiun Banjar.
“Jika ditarik data kumulatif sejak bergulirnya masa angkutan Lebaran pada 11 Maret lalu hingga hari ini, arus keberangkatan pemudik dari Stasiun Banjar sudah menembus angka fantastis: 10.745 orang,” urai Kuwardoyo.
Menariknya, rekor puncak arus balik tertinggi dari stasiun di ujung timur Jawa Barat ini tidak terjadi hari ini, melainkan sudah meledak dua hari sebelumnya.
Baca Juga: Terbongkar! Ini Biang Kerok Macet Horor Cikidang-Palabuhanratu, Bukan Sekadar Volume Kendaraan
“Data kami mencatat, tanggal 22 Maret kemarin masih memegang rekor sebagai titik didih puncak arus balik. Di hari itu, gerbong-gerbong kereta memuntahkan kapasitasnya dengan mengangkut 1.480 penumpang sekaligus dari Banjar menuju berbagai rute perantauan,” kata Kuwardoyo.
Sebagai informasi penyeimbang, arus kedatangan (yang tiba di Banjar) pada hari ini juga masih cukup padat, menyentuh 1.001 penumpang, dengan total kumulatif sepanjang musim Lebaran mencapai 16.648 pemudik.
Mahesa (32), salah seorang pemudik yang tengah menanti jadwal boarding keretanya, membagikan curahan hatinya. Ia bersama keluarga kecilnya bersiap menempuh perjalanan membelah provinsi menuju Yogyakarta.
Libur Lebaran baginya telah usai. Bayang-bayang mesin absensi kantor sudah menanti di depan mata. Memilih kereta api, menurutnya, bukanlah sekadar soal kenyamanan kabin ber-AC, melainkan investasi ketepatan waktu.
“Habis mudik puas-puasin kumpul sama keluarga di Banjar, sekarang ya saatnya balik ke kehidupan nyata di Jogja. Besok sudah harus mulai masuk ngantor normal,” ujarnya.
Mahesa mengaku trauma dengan kemacetan di jalur selatan. “Mudik pakai layanan kereta api sekarang sudah jadi pilihan harga mati buat saya. Lebih nyaman, anak istri bisa tidur nyenyak, nggak kena prank (terjebak) macet di jalan raya, dan yang paling penting: jadwal sampainya itu on-time (tepat waktu),” tutupnya.
Berita Terkait
-
Terbongkar! Ini Biang Kerok Macet Horor Cikidang-Palabuhanratu, Bukan Sekadar Volume Kendaraan
-
Tragedi Nyaris Pecah di Karang Papak: 4 ABG Bandung Digulung Ombak, Polairud Terjang Arus Maut
-
Batu Beterbangan di Jalur Mudik Bandrex: Kaca Mobil Pecah, Pria Misterius Bikin Warga Garut Histeris
-
Lompat di Tengah Suapan Nasi: Kisah Haru ASN Bogor Gugur Selamatkan Bocah di Pantai Padabumi
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara
-
Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap
-
BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up, Dukung Nasabah Jaga Kesehatan
-
Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut Bak Apartemen
-
Lewat BRI inFrame 2026, Kisah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Diabadikan dalam Bingkai Fotografi