- Empat wisatawan asal Bandung nyaris tenggelam di Pantai Karang Papak Garut pada Senin (23/3/2026) akibat terseret arus bawah laut.
- Keempat pemuda tersebut berhasil diselamatkan oleh patroli sigap dari Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Garut.
- Diduga kuat tragedi ini terjadi karena korban nekat melanggar zona terlarang berenang yang telah ditandai bendera peringatan.
SuaraJabar.id - Suasana riang gembira menikmati deburan ombak libur Lebaran di Pantai Karang Papak, Kabupaten Garut, mendadak lenyap digantikan jeritan histeris.
Senin siang (23/3/2026), maut mengintai dari bibir pantai, nyaris menelan mentah-mentah nyawa empat pemuda pelancong asal Kota Kembang, Bandung.
Keempat wisatawan yang masih berusia belia itu, Rizky (17), Yuda (18), Farel (17), dan Adril (18), datang jauh-jauh dari Bandung untuk merajut kenangan indah.
Namun, kurangnya kewaspadaan terhadap ganasnya perairan laut selatan Jawa Barat hampir mengubah rekreasi mereka menjadi tragedi yang menyayat hati.
Petaka itu datang tak diundang. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, malapetaka bermula ketika Yuda, yang tengah asyik bermain air, tiba-tiba tersapu oleh arus bawah laut (rip current) yang sangat kuat. Dalam hitungan detik, tubuh remajanya terseret menjauh dari daratan menuju palung laut dalam.
Melihat sahabatnya meronta-ronta menelan air asin, ketiga temannya, Rizky, Farel, dan Adril, panik bukan kepalang.
Insting persahabatan membuat mereka nekat menceburkan diri untuk menolong. Nahas, kekuatan alam Karang Papak terlalu perkasa. Alih-alih berhasil menyelamatkan Yuda, ketiga remaja itu justru ikut terhisap ke dalam pusaran arus maut yang sama.
Aksi Heroik Patroli Polairud Membelah Ombak
Di tengah kepanikan pengunjung yang berteriak-teriak minta tolong dari pinggir pantai, keajaiban datang dari arah laut. Beruntung bagi keempat pemuda tersebut, nasib baik masih berpihak.
Baca Juga: Batu Beterbangan di Jalur Mudik Bandrex: Kaca Mobil Pecah, Pria Misterius Bikin Warga Garut Histeris
Tim patroli laut dari Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Garut yang tengah melakukan penyisiran rutin menjaga pesisir pantai Lebaran, mendengar jeritan darurat (code red) tersebut.
Tanpa membuang waktu sedetik pun, kapal patroli Polairud langsung membelah gulungan ombak, bermanuver tajam menuju titik koordinat di mana keempat kepala remaja itu sudah mulai timbul-tenggelam kelelahan.
Briptu Bagus, salah satu anggota Polairud Polres Garut yang terjun langsung dalam operasi penyelamatan dramatis itu, mengisahkan detik-detik menegangkan tersebut.
“Saat kami dari Polairud sedang melaksanakan patroli perairan, terdengar jelas riuh pengunjung yang berteriak meminta tolong. Ada empat wisatawan yang terseret ombak jauh ke tengah laut. Kami langsung melakukan manuver evakuasi. Alhamdulillah, dengan kesigapan tim, keempat nyawa adik-adik kita ini bisa ditarik ke daratan dan terselamatkan,” ungkap Briptu Bagus, Senin (23/3/2026).
Setibanya di atas pasir pantai, pemandangan memprihatinkan tersaji. Keempat pemuda Bandung itu terkapar lemas. Wajah mereka pucat pasi, mengalami syok berat (trauma), kelelahan ekstrem, hingga muntah-muntah hebat akibat terlalu banyak menelan air laut saat berjuang melawan maut. Tim medis dan Life Guard (penjaga pantai) langsung memberikan pertolongan pertama hingga kondisi mereka stabil.
Dari hasil penyelidikan awal di lapangan, dugaan kuat mengarah pada kelalaian para korban. Keempat pelancong tersebut disinyalir asyik berenang hingga menerobos Area Terlarang (Red Zone) yang sebenarnya sudah ditandai dengan bendera peringatan.
Berita Terkait
-
Batu Beterbangan di Jalur Mudik Bandrex: Kaca Mobil Pecah, Pria Misterius Bikin Warga Garut Histeris
-
Lompat di Tengah Suapan Nasi: Kisah Haru ASN Bogor Gugur Selamatkan Bocah di Pantai Padabumi
-
Tragedi Ujunggenteng 3 Nyawa Melayang, Penyelamat Ayah dan Anak Ditemukan Nelayan Pagi Ini
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara
-
Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap
-
BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up, Dukung Nasabah Jaga Kesehatan
-
Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut Bak Apartemen
-
Lewat BRI inFrame 2026, Kisah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Diabadikan dalam Bingkai Fotografi