- Pada Selasa (24/3/2026), arus balik Lebaran 2026 menyebabkan kemacetan parah di jalur arteri Kabupaten Garut menuju Bandung.
- Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas dinamis, termasuk buka-tutup jalur, untuk mengurai kepadatan di titik-titik krusial.
- Dishub Garut memprediksi arus balik memiliki dua puncak, yaitu Selasa sore dan gelombang kedua pada 28 Maret 2026.
SuaraJabar.id - Suhu aspal di jalur arteri Kabupaten Garut seolah mendidih pada Selasa (24/3/2026). Ribuan kendaraan pemudik dari berbagai pelosok daerah tumpah ruah, mengular panjang, dan menciptakan "tsunami darat" yang memadati seluruh simpul jalan raya menuju arah Kota Bandung.
Fenomena puncak arus balik Lebaran 2026 ini tak pelak melumpuhkan urat nadi lalu lintas. Kepadatan ekstrem yang paling menyiksa mental pengemudi terekam jelas di sekitar kawasan persimpangan empat Kubang sejak matahari bersinar terik di siang hari.
Bagi mereka yang tak sempat curi start pagi-pagi buta, antrean panjang lautan mobil pribadi dan kepungan sepeda motor sama sekali tak dapat dihindari. Roda kendaraan nyaris lumpuh, mengunci jutaan pasang mata yang kelelahan menatap bumper kendaraan di depannya.
Menghadapi eskalasi volume kendaraan yang sangat tajam dan masif mengarah ke kawasan lingkar Nagreg, pihak kepolisian tak tinggal diam. Taktik rekayasa lalu lintas berupa skema buka-tutup jalur langsung diterapkan secara dinamis bagai permainan tarik-ulur.
Kepolisian bekerja keras mengurai penumpukan di "titik-titik mati" kemacetan. Sorotan utama petugas juga terpaku pada area legendaris Tutugan Leles dan Jalan Baru Kadungora yang kondisinya tak kalah mengerikan.
Di sana, polisi berjibaku memberikan porsi prioritas lebih besar bagi laju kendaraan yang mengarah keluar Garut menuju Bandung, membelah antrean agar pemudik tidak terhambat dan stuck berjam-jam di jalanan.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Garut, Satria Budi, merilis data pergerakan lalu lintas yang bikin merinding.
“Faktanya, hingga baru pukul 13.00 siang tadi saja, hitungan mesin counter kami mencatat jumlah mobil pribadi (R4) yang merangsek keluar menuju Bandung sudah menyentuh angka brutal: lebih dari 3.000 unit,” bongkar Budi blak-blakan.
Gelombang itu makin menyesakkan dada karena disesaki pula oleh kelincahan ribuan "kuda besi". Budi menambahkan bahwa data limpahan kendaraan roda dua (R2) alias sepeda motor yang melintas juga tak kalah masif, menembus dinding angka 2.000 unit lebih.
Baca Juga: Ogah Tua di Jalan, Belasan Ribu Pemudik Banjar Pilih "Kuda Besi" Demi Kejar Jadwal Ngantor
Berdasarkan analisis intelijen lalu lintas pemerintah daerah, gelombang arus balik pemudik di Garut pada tahun ini rupanya memiliki karakter unik. Kadishub memprediksi bahwa eksodus ini akan pecah dan terbagi menjadi dua fase utama.
“Gelombang pertama pergerakan ribuan pemudik tersebut meledak secara masif pada hari Selasa sore ini (H+4). Namun, jangan lengah. Kami memprediksi puncak pergerakan gelombang kedua justru akan jatuh dan kembali padat merayap pada tanggal 28 Maret mendatang,” warning Budi.
Apa penyebab pecahnya puncak arus balik ini? Ternyata alasannya sangat logis: adanya perbedaan batas waktu libur sekolah anak dan jadwal masuk kerja para orang tua.
Sebagian karyawan swasta sudah harus fingerprint esok hari, sementara anak-anak sekolah masih memiliki jatah sisa liburan.
Akibat karakter mudik dua gelombang ini, seluruh personel petugas gabungan (TNI, Polri, Dishub, dan instansi terkait) diwajibkan untuk tidak menurunkan intensitas pengamanan.
Mereka akan terus bersiaga penuh (standby 24 jam) mengawal jalur aspal mudik Garut hingga "garis finish" pada tanggal 29 Maret 2026.
Berita Terkait
-
Ogah Tua di Jalan, Belasan Ribu Pemudik Banjar Pilih "Kuda Besi" Demi Kejar Jadwal Ngantor
-
Terbongkar! Ini Biang Kerok Macet Horor Cikidang-Palabuhanratu, Bukan Sekadar Volume Kendaraan
-
Tragedi Nyaris Pecah di Karang Papak: 4 ABG Bandung Digulung Ombak, Polairud Terjang Arus Maut
-
Batu Beterbangan di Jalur Mudik Bandrex: Kaca Mobil Pecah, Pria Misterius Bikin Warga Garut Histeris
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya
-
Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur
-
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta
-
TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was
-
Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar