Wakos Reza Gautama
Kamis, 26 Maret 2026 | 14:10 WIB
Ilustrasi gas 3 kg. Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) terjadi di wilayah Cidolog, Kabupaten Sukabumi. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kelangkaan gas elpiji 3 kg melanda selatan Sukabumi (Sagaranten, Cidolog, Pabuaran) selama hampir dua pekan.
  • Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga tidak wajar, bahkan mencapai Rp30.000 per tabung di tingkat pengecer.
  • Warga terpaksa mencari solusi ekstrem, termasuk menitip sopir angkot mencari pasokan gas ke pusat kota.

Bahkan, sebuah pemandangan miris terjadi. Banyak ibu rumah tangga yang menitipkan tabung gas kosongnya kepada sopir angkutan umum (angkot) yang mengarah ke pusat Kota Sukabumi, sekadar berharap sang sopir bisa membawakan pulang tabung yang sudah terisi.

Nasib serupa dialami Yayang, seorang warga Tegallega. Keringatnya bercucuran setelah usahanya menyisir kampung seharian tak membuahkan hasil.

“Hari ini kami sudah keliling masuk-keluar warung, menyisir semua toko sembako langganan, tapi jawabannya sama, stok gas elpiji kosong melompong semua. Enggak tahu harus masak pakai apa hari ini,” keluh Yayang pasrah.

Kini, jutaan pasang mata warga pelosok Sukabumi tertuju pada ketegasan Pemerintah Daerah (Pemkab) dan aparat penegak hukum.

Mereka menuntut negara segera hadir melakukan operasi pasar (inspeksi mendadak) untuk menyiram pasokan gas subsidi yang seret ini.

Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Gas Elpiji 3 Kg Langka di Sukabumi Selatan, Warga Resah-Harga Tembus Rp30 Ribu"

Load More