- Kelangkaan gas elpiji 3 kg melanda selatan Sukabumi (Sagaranten, Cidolog, Pabuaran) selama hampir dua pekan.
- Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga tidak wajar, bahkan mencapai Rp30.000 per tabung di tingkat pengecer.
- Warga terpaksa mencari solusi ekstrem, termasuk menitip sopir angkot mencari pasokan gas ke pusat kota.
Bahkan, sebuah pemandangan miris terjadi. Banyak ibu rumah tangga yang menitipkan tabung gas kosongnya kepada sopir angkutan umum (angkot) yang mengarah ke pusat Kota Sukabumi, sekadar berharap sang sopir bisa membawakan pulang tabung yang sudah terisi.
Nasib serupa dialami Yayang, seorang warga Tegallega. Keringatnya bercucuran setelah usahanya menyisir kampung seharian tak membuahkan hasil.
“Hari ini kami sudah keliling masuk-keluar warung, menyisir semua toko sembako langganan, tapi jawabannya sama, stok gas elpiji kosong melompong semua. Enggak tahu harus masak pakai apa hari ini,” keluh Yayang pasrah.
Kini, jutaan pasang mata warga pelosok Sukabumi tertuju pada ketegasan Pemerintah Daerah (Pemkab) dan aparat penegak hukum.
Mereka menuntut negara segera hadir melakukan operasi pasar (inspeksi mendadak) untuk menyiram pasokan gas subsidi yang seret ini.
Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Gas Elpiji 3 Kg Langka di Sukabumi Selatan, Warga Resah-Harga Tembus Rp30 Ribu"
Berita Terkait
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Horor Macet Cikidang: Curhat Ibu yang Anaknya Terpaksa Tidur di Selokan
-
Nekat Nyalip! Pikap L300 Terbang Tembus Trotoar dan Terguling Beda Jalur di Flyover Cisaat
-
Ngeri! Keluar Tol Parungkuda Langsung Oleng, Toyota Calya Terguling Hantam Dua Mobil
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah
-
28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan
-
Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban
-
Dugaan Fasilitas Khusus Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Ini Jawaban Ditjenpas
-
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games