- Manajemen SPBU Kertahayu, Ciamis, kehilangan uang perusahaan Rp128 juta karena mengikuti nomor call center palsu yang diberikan oknum pegawai BNI Banjarsari berinisial R.
- Petugas SPBU terpandu mengganti kata sandi aplikasi perbankan setelah menghubungi nomor palsu tersebut, menyebabkan rekening perusahaan terkunci dan dananya raib.
- Manajemen SPBU melaporkan dugaan penipuan ke Polsek Pamarican, dan kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Ciamis untuk pendalaman peran oknum pegawai bank tersebut.
SuaraJabar.id - Dunia perbankan di Kabupaten Ciamis tengah disorot tajam. Niat hati ingin memperlancar operasional bisnis, manajemen SPBU Kertahayu, Kecamatan Pamarican, justru tertimpa nasib apes yang sangat mengerikan.
Uang perusahaan senilai lebih dari Rp 128 juta amblas tanpa sisa dari rekening mereka, usai mengikuti "petunjuk sesat" berupa nomor call center (layanan pelanggan) yang belakangan diketahui sebagai nomor bodong alias palsu.
Tragis dan ironisnya, nomor maut tersebut tidak didapatkan korban dari selebaran acak di internet, melainkan diberikan langsung secara sadar oleh seorang oknum pegawai resmi Bank BNI Unit Banjarsari yang berinisial R.
Erni, petugas administrasi SPBU Kertahayu, menceritakan detik-detik saat uang ratusan juta rupiah milik perusahaan itu menguap begitu saja.
Semuanya bermula dari urusan rutinitas kantor. Hari itu, Erni hendak mengeksekusi setoran tunai pembayaran invoice (tagihan) Bahan Bakar Minyak (BBM) ke pihak Pertamina.
Namun, langkahnya terganjal oleh gangguan teknis (ngadat) pada aplikasi korporasi perbankan, BNI Direct. Karena sudah panik berpacu dengan waktu pembayaran, Erni mengambil langkah cepat.
Ia berinisiatif menghubungi R, oknum pegawai bank langganannya yang selama ini memang biasa ia mintai tolong untuk urusan koordinasi transaksi perusahaan.
“Saat ditelepon, Pak R langsung sigap memberikan deretan nomor telepon. Katanya dengan meyakinkan, itu adalah nomor resmi Call Center BNI Direct. Tanpa pikir panjang dan menaruh curiga sedikit pun (karena yang kasih orang bank), saya langsung menghubungi nomor tersebut,” beber Erni kepada awak media, Kamis (26/3/2026).
Dipandu Ganti Password, Berujung Aplikasi Terkunci
Baca Juga: Pangandaran Diserbu 25 Ribu Kendaraan! Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Emplak
Di seberang sambungan telepon, suara pria yang mengaku sebagai Customer Service (CS) BNI Direct terdengar sangat profesional. Bak ahli hypnotherapy perbankan, sang CS gadungan itu mulai memandu Erni langkah demi langkah.
Puncaknya, Erni diarahkan untuk memasukkan nomor token keamanan dan memintanya mengganti kata sandi (password) aplikasi BNI Direct milik perusahaan.
Alarm bahaya di benak Erni baru berbunyi nyaring sesaat setelah proses pergantian password itu selesai diklik. Tiba-tiba, aplikasi perbankan di layarnya mengalami kemacetan total (stuck/hang) dan terkunci.
“Pas aplikasinya loading terus dan akhirnya bisa dicek kembali, saya benar-benar shock. Ternyata uang dari rekening operasional SPBU kami sudah dikuras dan berpindah tangan (transfer) tanpa sepengetahuan saya. Totalnya mencapai lebih dari Rp 128 juta lenyap seketika!” ungkap Erni.
Dipenuhi rasa tidak percaya, Erni lantas mencecar konfirmasi ulang kepada oknum R terkait keaslian nomor call center yang diberikannya.
Namun, jawaban yang keluar dari mulut sang pegawai bank itu justru membuat Erni naik pitam karena terkesan cuci tangan.
Berita Terkait
-
Pangandaran Diserbu 25 Ribu Kendaraan! Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Emplak
-
Niat Hindari Macet Malah Kena Zonk! Ribuan Pemudik Garut-Bandung Kembali Terjebak Malam Ini
-
Lebaran Singkat, Cuan PKB Meroket: Efek "Promo 10 Persen" Dedi Mulyadi Tembus Rp 18,8 Miliar
-
Diskon 10 Persen Berbuah Manis: Dedi Mulyadi Panen Pajak, Siap "Gaspol" Jalan Bolong
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ketua Viking Imbau Bobotoh Jaga Kondusivitas usai Persib Taklukkan Persija
-
Bersyukur Persib Kalahkan Persija, Ketua Viking: Tinggal Dua Step Lagi Juara
-
Persib Bungkam Persija 2-1, Bobotoh Pesta Kemenangan di Bandung
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir