- Gubernur Jawa Barat memberlakukan diskon PKB sepuluh persen saat Lebaran 2026, menarik pelunasan pajak sebesar Rp18,8 miliar.
- Promo sepekan (18–24 Maret 2026) ini berhasil dihimpun dari 31.783 unit kendaraan, rata-rata harian mencapai Rp2,68 miliar.
- Kontribusi terbesar didominasi motor, menyetor Rp15,5 miliar, padahal masa libur tahun ini lebih singkat dari tahun sebelumnya.
SuaraJabar.id - Siapa sangka, di tengah hiruk-pikuk masyarakat Jawa Barat menghabiskan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk mudik dan beli baju baru, kesadaran mereka untuk melunasi utang ke negara justru meledak gila-gilaan.
Rahasia di balik fenomena anomali ini ternyata bersumber dari "trik marketing" cerdas yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Keputusannya menebar diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 10 persen khusus selama periode libur Lebaran Idulfitri 2026, rupanya berbuah sangat manis bagi brankas kas daerah.
Data terbaru yang dirilis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat membuktikan bahwa animo masyarakat untuk memanfaatkan insentif ini sangat masif.
Kepala Bapenda Jawa Barat, Asep Supriatna, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. Ia membeberkan bahwa "promo Lebaran" yang hanya berlaku sepekan (18–24 Maret 2026) itu sukses menyedot uang pajak hingga menembus angka fantastis Rp 18.817.903.100 (Rp 18,8 miliar lebih).
Angka jumbo tersebut bukanlah turun dari langit, melainkan hasil akumulasi kesadaran dari para pemilik 31.783 unit kendaraan yang rela merogoh koceknya saat liburan.
“Capaian total realisasi PKB selama masa cuti bersama Idulfitri tahun ini benar-benar luar biasa. Kalau kita bedah lebih dalam, rata-rata pendapatan pajak harian yang masuk ke kas kita mencapai Rp 2,68 miliar per hari, bersumber dari sekitar 4.540 unit kendaraan yang dilunasi pajaknya setiap hari,” papar Asep merinci aliran dana segar tersebut, Rabu (25/3/2026).
Menariknya, jika dibedah dari struktur kendaraannya, para pengguna kuda besi alias roda dua justru menjadi "pahlawan devisa" terbesar penyumbang pajak Lebaran tahun ini, mengalahkan para crazy rich pengguna roda empat.
Total uang yang disetorkan dari 9.291 unit kendaraan bermotor roda dua melesat di angka Rp 15,5 miliar. Secara matematis, pemotor menyumbang rata-rata harian sebesar Rp 2,2 miliar ke kas Pemprov Jabar.
Baca Juga: Diskon 10 Persen Berbuah Manis: Dedi Mulyadi Panen Pajak, Siap "Gaspol" Jalan Bolong
Sementara itu, dari kelas pengguna kendaraan roda empat (mobil), meski kuantitas unitnya lebih banyak (22.492 mobil yang dibayarkan), nominal pajaknya mengekor di angka Rp 3,2 miliar. Rata-rata setoran harian dari pengguna roda empat tercatat sekitar Rp 467 juta per harinya.
Asep Supriatna memberikan catatan kaki yang sangat krusial terkait kesuksesan diskon 10 persen ala Kang Dedi ini. Menurutnya, lonjakan pendapatan tahun 2026 ini bukan sekadar "kenaikan biasa", melainkan sebuah anomali positif yang menghancurkan rekor tahun sebelumnya.
Mengapa disebut anomali? Karena pada tahun ini, durasi libur Lebaran jauh lebih sempit (hanya 7 hari kalender), kontras dengan panjangnya libur Idulfitri tahun 2025 lalu yang mencapai 11 hari.
“Tahun 2026 ini jumlah hari libur Lebaran kita sangat singkat, cuma seminggu penuh. Sedangkan tahun lalu (2025), waktu liburnya panjang sampai 11 hari. Logikanya kan pendapatan menurun. Tapi faktanya justru sebaliknya! Meski loket libur lebih sedikit, produktivitas pendapatan PKB harian kita justru lompat jauh lebih tinggi,” ucap Asep.
Untuk membuktikan klaimnya, Asep menyandingkan data tahun lalu. Pada libur panjang Lebaran 2025, total realisasi pajak "hanya" mentok di angka Rp 12,5 miliar (dari 27.039 unit kendaraan). Jika dirata-ratakan, pendapatan hariannya saat itu hanya berkisar di Rp 1,1 miliar per hari.
“Coba bandingkan dengan tahun ini yang rata-rata hariannya tembus Rp 2,68 miliar. Artinya, efek dari diskon pajak ini telah memicu peningkatan rata-rata harian hingga melesat lebih dari 100 persen!” tutur Asep menutup data perbandingannya.
Tag
Berita Terkait
-
Diskon 10 Persen Berbuah Manis: Dedi Mulyadi Panen Pajak, Siap "Gaspol" Jalan Bolong
-
Nyawa Melayang Gara-Gara Dahan Lapuk! Tragedi Dewi Bikin Ketua DPRD Pangandaran Meradang
-
Garut-Bandung Macet Horor! 5 Ribu Kendaraan Padati Leles, Polisi Tarik-Ukur Skema Buka Tutup
-
Ogah Tua di Jalan, Belasan Ribu Pemudik Banjar Pilih "Kuda Besi" Demi Kejar Jadwal Ngantor
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Pangandaran Diserbu 25 Ribu Kendaraan! Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Emplak
-
Niat Hindari Macet Malah Kena Zonk! Ribuan Pemudik Garut-Bandung Kembali Terjebak Malam Ini
-
Lebaran Singkat, Cuan PKB Meroket: Efek "Promo 10 Persen" Dedi Mulyadi Tembus Rp 18,8 Miliar
-
Diskon 10 Persen Berbuah Manis: Dedi Mulyadi Panen Pajak, Siap "Gaspol" Jalan Bolong