Wakos Reza Gautama
Rabu, 25 Maret 2026 | 16:29 WIB
Ilustrasi Seorang warga Dewi Safitri (23) meninggal dunia setelah tertimpa dahan kering pohon mahoni di Jalan Raya Provinsi, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa, (24/3/2026). [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Tragedi terjadi Selasa malam (24/3/2026) di Jalan Provinsi Pangandaran, menewaskan Dewi Safitri tertimpa dahan mahoni lapuk.
  • Ketua DPRD Pangandaran langsung mendesak evakuasi dan eksekusi penebangan pohon berbahaya setelah insiden fatal tersebut.
  • Pemerintah daerah akan segera menyurati Kementerian PUPR pusat mengenai pemeliharaan pohon meski kewenangan berada di tingkat pusat.

SuaraJabar.id - Jalan raya nasional yang semestinya menjadi urat nadi mobilitas warga, seketika berubah menjadi jebakan maut yang mengerikan.

Selasa tengah malam (24/3/2026), sekitar pukul 23.30 WIB, bayang-bayang pepohonan tua yang menjulang di sepanjang Jalan Provinsi, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, meminta tumbal nyawa.

Seorang wanita muda berusia 23 tahun, Dewi Safitri, harus meregang nyawa dengan cara yang sangat tragis. Saat tengah melintas membelah gelapnya malam di jalur tersebut, sebuah dahan raksasa dari pohon mahoni yang telah mengering dan lapuk mendadak patah dari ketinggian.

Tanpa ampun, bongkahan kayu keras itu meluncur deras dan menghantam telak tubuh korban yang sedang berkendara tepat di bawahnya.

Kapolsek Sidamulih, AKP Umun, mengonfirmasi tragedi memilukan tersebut dengan nada prihatin.

“Kejadian nahas ini terjadi persis di bahu jalan nasional, titik tepatnya berada di depan bangunan SDN 2 Sukaresik,” urai AKP Umun saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).

Mendengar laporan insiden jatuhnya dahan maut tersebut, jajaran kepolisian langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi darurat.

Tubuh Dewi Safitri yang bersimbah darah malam itu langsung dilarikan membelah jalanan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pandega Pangandaran.

Nahas, hantaman benda tumpul dari atas pohon itu terlampau fatal. Tim medis tak kuasa menahan takdir.

Baca Juga: Garut-Bandung Macet Horor! 5 Ribu Kendaraan Padati Leles, Polisi Tarik-Ukur Skema Buka Tutup

“Kami sudah berupaya secepat mungkin membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis life-saving. Namun sangat tragis, nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Informasi dari tim dokter menyebutkan bahwa korban menderita cedera kepala berat yang memicu pendarahan masif di bagian otak,” jelas AKP Umun.

Melayangnya nyawa warga tak berdosa akibat kelalaian pemeliharaan infrastruktur jalan (pepohonan lapuk) ini kontan memicu gelombang kemarahan publik. Merespons tragedi ini, Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, langsung berang dan mengambil langkah taktis.

Tak ingin ada "Dewi Safitri" lainnya, orang nomor satu di parlemen Pangandaran itu langsung mengumpulkan seluruh stakeholder (pihak terkait) yang bertanggung jawab atas tegakan pohon tua di sepanjang pinggiran jalan nasional.

Asep menegaskan, evaluasi dan eksekusi penebangan pohon lapuk harus dilakukan detik ini juga.

“Tragedi ini menampar kita semua. Harus ada upaya penanganan preventif dan radikal terhadap pohon-pohon tua yang rapuh, berpotensi roboh, dan jelas-jelas menjelma menjadi ancaman mematikan bagi para pengguna jalan. Ke depannya, kita wajib meminimalisir sekecil apa pun risiko kecelakaan fatal yang bisa mengancam keselamatan, apalagi sampai merenggut nyawa seperti ini,” kecam Asep.

Bagi Asep, kehadiran pemerintah dan wakil rakyat tak ada artinya jika keselamatan dasar warganya di jalan raya saja tak terjamin.

Load More