- Tragedi terjadi Selasa malam (24/3/2026) di Jalan Provinsi Pangandaran, menewaskan Dewi Safitri tertimpa dahan mahoni lapuk.
- Ketua DPRD Pangandaran langsung mendesak evakuasi dan eksekusi penebangan pohon berbahaya setelah insiden fatal tersebut.
- Pemerintah daerah akan segera menyurati Kementerian PUPR pusat mengenai pemeliharaan pohon meski kewenangan berada di tingkat pusat.
SuaraJabar.id - Jalan raya nasional yang semestinya menjadi urat nadi mobilitas warga, seketika berubah menjadi jebakan maut yang mengerikan.
Selasa tengah malam (24/3/2026), sekitar pukul 23.30 WIB, bayang-bayang pepohonan tua yang menjulang di sepanjang Jalan Provinsi, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, meminta tumbal nyawa.
Seorang wanita muda berusia 23 tahun, Dewi Safitri, harus meregang nyawa dengan cara yang sangat tragis. Saat tengah melintas membelah gelapnya malam di jalur tersebut, sebuah dahan raksasa dari pohon mahoni yang telah mengering dan lapuk mendadak patah dari ketinggian.
Tanpa ampun, bongkahan kayu keras itu meluncur deras dan menghantam telak tubuh korban yang sedang berkendara tepat di bawahnya.
Kapolsek Sidamulih, AKP Umun, mengonfirmasi tragedi memilukan tersebut dengan nada prihatin.
“Kejadian nahas ini terjadi persis di bahu jalan nasional, titik tepatnya berada di depan bangunan SDN 2 Sukaresik,” urai AKP Umun saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).
Mendengar laporan insiden jatuhnya dahan maut tersebut, jajaran kepolisian langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi darurat.
Tubuh Dewi Safitri yang bersimbah darah malam itu langsung dilarikan membelah jalanan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pandega Pangandaran.
Nahas, hantaman benda tumpul dari atas pohon itu terlampau fatal. Tim medis tak kuasa menahan takdir.
Baca Juga: Garut-Bandung Macet Horor! 5 Ribu Kendaraan Padati Leles, Polisi Tarik-Ukur Skema Buka Tutup
“Kami sudah berupaya secepat mungkin membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis life-saving. Namun sangat tragis, nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Informasi dari tim dokter menyebutkan bahwa korban menderita cedera kepala berat yang memicu pendarahan masif di bagian otak,” jelas AKP Umun.
Melayangnya nyawa warga tak berdosa akibat kelalaian pemeliharaan infrastruktur jalan (pepohonan lapuk) ini kontan memicu gelombang kemarahan publik. Merespons tragedi ini, Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, langsung berang dan mengambil langkah taktis.
Tak ingin ada "Dewi Safitri" lainnya, orang nomor satu di parlemen Pangandaran itu langsung mengumpulkan seluruh stakeholder (pihak terkait) yang bertanggung jawab atas tegakan pohon tua di sepanjang pinggiran jalan nasional.
Asep menegaskan, evaluasi dan eksekusi penebangan pohon lapuk harus dilakukan detik ini juga.
“Tragedi ini menampar kita semua. Harus ada upaya penanganan preventif dan radikal terhadap pohon-pohon tua yang rapuh, berpotensi roboh, dan jelas-jelas menjelma menjadi ancaman mematikan bagi para pengguna jalan. Ke depannya, kita wajib meminimalisir sekecil apa pun risiko kecelakaan fatal yang bisa mengancam keselamatan, apalagi sampai merenggut nyawa seperti ini,” kecam Asep.
Bagi Asep, kehadiran pemerintah dan wakil rakyat tak ada artinya jika keselamatan dasar warganya di jalan raya saja tak terjamin.
Berita Terkait
-
Garut-Bandung Macet Horor! 5 Ribu Kendaraan Padati Leles, Polisi Tarik-Ukur Skema Buka Tutup
-
Ogah Tua di Jalan, Belasan Ribu Pemudik Banjar Pilih "Kuda Besi" Demi Kejar Jadwal Ngantor
-
Tragedi Nyaris Pecah di Karang Papak: 4 ABG Bandung Digulung Ombak, Polairud Terjang Arus Maut
-
Batu Beterbangan di Jalur Mudik Bandrex: Kaca Mobil Pecah, Pria Misterius Bikin Warga Garut Histeris
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya
-
Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur
-
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta
-
TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was
-
Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar