- Tragedi terjadi Selasa malam (24/3/2026) di Jalan Provinsi Pangandaran, menewaskan Dewi Safitri tertimpa dahan mahoni lapuk.
- Ketua DPRD Pangandaran langsung mendesak evakuasi dan eksekusi penebangan pohon berbahaya setelah insiden fatal tersebut.
- Pemerintah daerah akan segera menyurati Kementerian PUPR pusat mengenai pemeliharaan pohon meski kewenangan berada di tingkat pusat.
“Sudah menjadi kewajiban mutlak (fardhu ain) bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk memberikan pelayanan serta jaminan perlindungan penuh kepada masyarakat, sekaligus memberikan rasa aman bagi jutaan wisatawan yang melintas di Pangandaran,” sentilnya.
Merespons desakan Ketua DPRD, mesin birokrasi penanggulangan bencana pun langsung dipanaskan. Asep menginstruksikan tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan Tagana, dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk langsung turun melakukan survey (penyisiran) fisik secara menyeluruh ke seluruh lokasi rawan.
Penyisiran ini sangat krusial. Berdasarkan curhatan dan laporan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, insiden jatuhnya dahan lapuk di kawasan tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi.
“Menurut informasi akurat dari BPD, kejadian serupa (dahan patah) ini sudah berulang kali terjadi. Titik yang paling horor dan sering terjadi insiden itu berada di sepanjang rentang wilayah Cikangkung, mulai dari Desa Sukaresik hingga menembus Desa Cikembulan,” ungkap Asep.
Mengingat status jalan tersebut merupakan Jalan Nasional Provinsi, wewenang pemangkasan pohon tua sejatinya berada di tangan pusat. Namun, Asep tak mau birokrasi menghalangi keselamatan warganya.
Pihaknya berjanji akan segera melayangkan surat resmi (nota desakan) kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pusat. Ia berharap masalah klasik pemeliharaan pohon peneduh jalan ini bisa diatasi dengan prosedur potong kompas secepat mungkin, karena keluhan masyarakat sudah sampai di ubun-ubun.
“Kita tidak bisa menunggu jatuhnya korban jiwa lagi. Keluhan masyarakat sudah sangat banyak. Oleh karena itu, besok pagi-pagi sekali, kita (tim gabungan) akan langsung turun ke lapangan dan melakukan eksekusi (penebangan paksa) terhadap pohon-pohon yang secara kasat mata sudah lapuk dan dianggap sangat berbahaya!” pungkasnya.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Seorang Warga Sukaresik Meninggal Tertimpa Dahan Pohon Kering, DPRD Pangandaran Minta Ada Tindakan"
Baca Juga: Garut-Bandung Macet Horor! 5 Ribu Kendaraan Padati Leles, Polisi Tarik-Ukur Skema Buka Tutup
Berita Terkait
-
Garut-Bandung Macet Horor! 5 Ribu Kendaraan Padati Leles, Polisi Tarik-Ukur Skema Buka Tutup
-
Ogah Tua di Jalan, Belasan Ribu Pemudik Banjar Pilih "Kuda Besi" Demi Kejar Jadwal Ngantor
-
Tragedi Nyaris Pecah di Karang Papak: 4 ABG Bandung Digulung Ombak, Polairud Terjang Arus Maut
-
Batu Beterbangan di Jalur Mudik Bandrex: Kaca Mobil Pecah, Pria Misterius Bikin Warga Garut Histeris
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol