- Manajemen SPBU Kertahayu, Ciamis, kehilangan uang perusahaan Rp128 juta karena mengikuti nomor call center palsu yang diberikan oknum pegawai BNI Banjarsari berinisial R.
- Petugas SPBU terpandu mengganti kata sandi aplikasi perbankan setelah menghubungi nomor palsu tersebut, menyebabkan rekening perusahaan terkunci dan dananya raib.
- Manajemen SPBU melaporkan dugaan penipuan ke Polsek Pamarican, dan kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Ciamis untuk pendalaman peran oknum pegawai bank tersebut.
“Katanya dia (R) itu juga asal memberikan nomor. Dia ngaku dapat nomor call center itu murni hasil nyari di Google (Googling). Jelas saya kaget, marah, dan sangat-sangat kecewa! Bagaimana bisa kelasnya seorang pegawai bank resmi, memberikan nomor sembarangan ke nasabah korporasi?” cecarnya tegas.
Tak terima uangnya raib gara-gara kecerobohan oknum, pihak manajemen SPBU Kertahayu langsung "menggeruduk" kantor BNI Unit Banjarsari untuk menuntut pertanggungjawaban penuh.
Meski Kepala Unit BNI setempat sempat berjanji manis akan membantu proses penelusuran (tracking), namun hingga detik ini, belum ada secercah titik terang kejelasan mengenai nasib pengembalian uang ratusan juta yang hilang tersebut.
Di sisi lain, pihak BNI Banjarsari hingga berita ini diturunkan masih memilih bungkam rapat terkait skandal yang membelit oknum pegawainya.
Merasa dipermainkan, pihak SPBU Kertahayu menempuh jalur hukum dengan resmi melaporkan dugaan penipuan dan peretasan siber (social engineering) tersebut ke Mapolsek Pamarican.
Kanit Reskrim Polsek Pamarican, Aipda Yayan Sopyan, membenarkan telah menerima aduan resmi terkait hilangnya saldo fantastis milik SPBU Kertahayu tersebut. Mengingat modus operandi kejahatan ini sangat canggih, polisi bergerak ekstra hati-hati.
“Saat ini, kami tengah merampungkan pendalaman awal (pulbaket). Mengingat Polsek Pamarican secara infrastruktur memiliki keterbatasan dalam teknologi penyelidikan siber (Cyber Crime), maka kasus berskala besar ini akan segera kami limpahkan dan tarik ke meja penyidik Polres Ciamis untuk dibongkar tuntas jaringannya,” tegas Aipda Yayan.
Kini, pihak manajemen SPBU Kertahayu menggantungkan asa sepenuhnya pada ketajaman insting aparat kepolisian. Mereka menuntut polisi tak hanya memburu sang peretas (CS Gadungan), tetapi juga memeriksa secara mendalam sejauh mana peran dan kelalaian oknum pegawai bank (R) yang menjerumuskan nasabahnya ke dalam pusaran penipuan.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Saldo SPBU Kertahayu Ciamis Ludes Rp 128 Juta Usai Hubungi Call Center Palsu dari Oknum Pegawai Bank"
Baca Juga: Pangandaran Diserbu 25 Ribu Kendaraan! Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Emplak
Berita Terkait
-
Pangandaran Diserbu 25 Ribu Kendaraan! Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Emplak
-
Niat Hindari Macet Malah Kena Zonk! Ribuan Pemudik Garut-Bandung Kembali Terjebak Malam Ini
-
Lebaran Singkat, Cuan PKB Meroket: Efek "Promo 10 Persen" Dedi Mulyadi Tembus Rp 18,8 Miliar
-
Diskon 10 Persen Berbuah Manis: Dedi Mulyadi Panen Pajak, Siap "Gaspol" Jalan Bolong
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah
-
28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan
-
Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban
-
Dugaan Fasilitas Khusus Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Ini Jawaban Ditjenpas
-
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games