Andi Ahmad S
Senin, 10 Agustus 2026 | 20:09 WIB
Tangkapan layar deretan pohon di sisi Timur Lapangan Gasibu Bandung dari google maps yang diambil 2024. (ANTARA/Googlemaps)
Baca 10 detik
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan penghilangan vegetasi di Lapangan Gasibu Bandung terkait proyek penataan Gedung Sate.
  • Pemerintah mengganti pohon Angsana dengan 50 pohon Asem Jawa baru di belakang Gedung Sate pada Senin, 10 Agustus 2026.
  • Penggantian pohon dilakukan karena Angsana dinilai kurang mendukung konservasi air tanah dan habitat fauna perkotaan.

SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara mengenai sorotan terkait hilangnya sejumlah vegetasi di kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan halaman Gedung Sate - Gasibu, di mana pohon Angsana kecil digantikan dengan pohon Asem Jawa yang dinilai lebih produktif dan ramah lingkungan.

"Oh iya (terdampak), tapi itu pohon kecil, bukan pohon besar. Pohon Angsana tersebut kita ganti dengan jumlah yang jauh lebih banyak, dan saat ini sudah ditanam serta tumbuh. Jadi, satu pohon yang ditebang diganti oleh 50 pohon baru. Silakan dicek, pohonnya sudah hidup di belakang Gedung Sate," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari Antara, Senin (10/8/2026).

Dedi Mulyadi memaparkan pemindahan keberadaan pohon Angsana di ruang publik tepi jalan didasari oleh pertimbangan ilmiah keberlanjutan dan daya dukung ekosistem hayati.

Menurutnya, karakter tanaman Angsana memiliki kelemahan mendasar dalam konservasi air serta kurang mendukung habitat fauna perkotaan jika dibandingkan dengan pohon seperti Asem Jawa.

"Angsana itu kan pohon yang, menurut saya, malah harus diganti. Karena ketika angsana itu ada di pinggir jalan, dia tuh menyerap air bukan menghasilkan air," ujar Dedi.

Selain masalah daya serap air tanah, keberadaan angsana juga dinilainya kurang bersahabat bagi kelangsungan ekosistem keanekaragaman hayati, khususnya sebagai tempat bersarang burung-burung liar di kawasan perkotaan.

Oleh karena itu Pemprov Jabar kini secara masif mengalihkan fokus penanaman pada komoditas pohon peneduh yang memiliki nilai guna ekologi jangka panjang.

"Dan burung itu enggak bisa tinggal di Angsana, makanya sekarang diganti oleh kita, kita banyak tanam pohon Asem Jawa sekarang ya," tutur Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Sebelumnya, sejumlah pohon besar di area Lapangan Gasibu diduga turut ditebang buntut proyek penataan halaman depan Gedung Sate.

Pengerjaan proyek itu masih berlangsung. Sejumlah pagar penutup proyek juga nampak masih berdiri kokoh, utamanya menutup area Jalan Diponegoro depan Gedung Sate.

Namun sebagian pengerjaan sudah ada yang bisa diakses publik, yakni jalur baru Jalan Sentot Alibasyah. Lokasi jalur tersebut ada di sisi timur Lapangan Gasibu. Dulunya Jalan itu hanya dua jalur tapi kini menjadi tiga jalur.

Lalu yang jadi sorotan adalah keberadaan sejumlah pohon besar yang dulunya tumbuh di sisi timur Lapangan Gasibu tersebut. Pohon-pohon itu hilang seiring dibukanya jalur baru Jalan Sentot Alibasyah itu.

Dari pantauan Google Maps dengan waktu yang diatur ke sebelum jalur baru itu ada, memang terlihat deretan pohon di sisi Timur Lapangan Gasibu. Masih belum diketahui apakah pohon-pohon tersebut yang dimaksud Dedi atau pada titik lainnya.

Load More