Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:26 WIB
Pelatih Persib Bandung Igor Tolic tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski harus puas menjadi runner-up Piala Presiden 2026. [Persib.co.id]
Baca 10 detik
  • Persib Bandung menjadi runner-up Piala Presiden 2026 setelah kalah adu penalti melawan Persebaya Surabaya, Kamis (6/8/2026).
  • Pertandingan final di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali tersebut berakhir dengan skor penalti 5-6.
  • Pelatih Igor Tolic tetap mengapresiasi perjuangan tim, pengorbitan pemain muda, serta dukungan luar biasa dari para suporter.

SuaraJabar.id - Pelatih Persib Bandung Igor Tolic tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski harus puas menjadi runner-up Piala Presiden 2026.

Tim Maung Bandung gagal mengangkat trofi setelah kalah 5-6 melalui adu penalti dari Persebaya Surabaya pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.

Pelatih asal Kroasia itu lebih dahulu memberikan ucapan selamat kepada Persebaya yang dinilainya tampil konsisten sepanjang turnamen.

"Selamat untuk Persebaya. Mereka tampil sangat baik sepanjang turnamen dan layak menjadi pemenang," ujar Tolic melansir laman resmi klub, Jumat (7/8/2026).

Meski gagal meraih gelar juara, Tolic menilai timnya memperoleh banyak catatan positif selama turnamen pramusim tersebut.

Menurutnya, Maung Bandung mampu mencapai final meski tidak tampil dengan kekuatan penuh dan memberikan kesempatan bermain kepada sejumlah pemain muda.

"Kami menembus partai puncak dengan kondisi tim yang tidak utuh. Kami mengorbitkan banyak pemain muda, dan pada akhirnya harus kalah lewat adu penalti," katanya.

Sejumlah pemain muda yang mendapat kesempatan tampil di Piala Presiden 2026 di antaranya Nazriel Alfaro Syahdan, Rafi Rasyiq, Adzikry Fadlillah, Faris Abdul Hafizh, dan Ikhwan Ali Tanamal.

Tolic menilai pengalaman tampil di turnamen tersebut menjadi modal penting bagi perkembangan mereka sekaligus masa depan Persib.

Baca Juga: Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Pelatih berusia 48 tahun itu juga memuji semangat juang para pemain pada laga final. Meski bermain dengan 10 pemain dan sempat tertinggal lebih dulu, Persib mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

"Adu penalti itu soal keberuntungan. Hari ini kami tertinggal 0-1 lalu bisa menyamakan skor 1-1 walau kalah jumlah pemain. Kami memang bukan juara, tetapi saya yakin Bobotoh bisa bangga melihat bagaimana tim ini berjuang dan identitas permainan yang kami tampilkan untuk musim depan," ujarnya.

Tolic turut menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh yang terus memberikan dukungan selama Piala Presiden 2026, baik saat Persib bermain di Bandung maupun di Bali. Menurutnya, dukungan suporter menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus berjuang hingga akhir pertandingan.

"Sepanjang turnamen, pikiran kami selalu tertuju pada suporter. Kami menghadapi banyak dinamika, tetapi saat bermain di Bandung anak-anak tampil habis-habisan. Di Bali pun dukungan itu terus mengalir. Bobotoh adalah kelompok suporter yang luar biasa," katanya.

Load More