- Persib Bandung dan Persebaya Surabaya akan bertanding di final Piala Presiden 2026 pada Kamis malam.
- Pertandingan puncak perebutan gelar juara tersebut diselenggarakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
- Pelatih Persib Dragan Tolic mengandalkan ketajaman penyerang Uilliam Barros dan Balsa Sekulic yang masing-masing mencetak tiga gol.
SuaraJabar.id - Persib Bandung membawa modal positif menghadapi Persebaya Surabaya pada partai final Piala Presiden 2026.
Bentrok kedua tim bakal berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam nanti.
Ketajaman duet penyerang Uilliam Barros dan Balsa Sekulic menjadi salah satu senjata utama Maung Bandung untuk memburu gelar juara.
Meski menghadapi jadwal pertandingan yang padat, pelatih Persib Dragan Tolic tetap optimistis timnya mampu tampil maksimal. Ia menilai produktivitas lini depan menjadi sinyal positif menjelang laga puncak.
Sepanjang turnamen, Barros dan Sekulic sama-sama telah mencetak tiga gol. Tolic berharap performa kedua penyerangnya dapat terus berlanjut pada laga final.
"Selalu menjadi hal yang bagus ketika seorang penyerang mencetak gol, begitu juga pemain bertahan yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kami memang belum banyak berlatih untuk membangun pola serangan karena fokus utama kami sejauh ini adalah membangun permainan yang solid," ujar Tolic melansir laman resmi klub.
Meski percaya diri dengan performa timnya, pelatih asal Kroasia itu mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan Persebaya.
Menurutnya, Green Force memiliki karakter permainan yang efektif dengan mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat.
"Persebaya memiliki banyak pemain berbahaya. Mereka bermain dengan blok pertahanan rendah dan serangan balik yang sangat baik. Mereka jarang melakukan kesalahan, tetapi ketika lawan lengah, mereka mampu menghukum," katanya.
Baca Juga: Persib Bandung vs Persija, Igor Tolic: Bukan Soal Bermain Indah, Tapi Menang!
Selain itu, Tolic juga menilai Persebaya memiliki kekuatan dalam situasi bola mati yang patut diwaspadai.
"Dalam situasi bola mati mereka memiliki pemain yang mampu mencetak gol. Saya melihat kedua tim memiliki karakter permainan yang hampir sama, hanya ada sedikit perbedaan. Di awal musim seperti sekarang, banyak tim masih mengandalkan pertahanan rapat," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri
-
Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan
-
Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan
-
BRI Private dan Prioritas Perluas Privilege Nasabah Lewat Fasilitas Pendidikan di Sequoia School
-
Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi