Wakos Reza Gautama
Kamis, 26 Maret 2026 | 14:20 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina. Uang SPBU Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat senilai lebih dari Rp 128 juta raib dari rekening setelah mengikuti petunjuk nomor call center yang diduga palsu. [Dok.pertamina]
Baca 10 detik
  • Manajemen SPBU Kertahayu, Ciamis, kehilangan uang perusahaan Rp128 juta karena mengikuti nomor call center palsu yang diberikan oknum pegawai BNI Banjarsari berinisial R.
  • Petugas SPBU terpandu mengganti kata sandi aplikasi perbankan setelah menghubungi nomor palsu tersebut, menyebabkan rekening perusahaan terkunci dan dananya raib.
  • Manajemen SPBU melaporkan dugaan penipuan ke Polsek Pamarican, dan kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Ciamis untuk pendalaman peran oknum pegawai bank tersebut.

SuaraJabar.id - Dunia perbankan di Kabupaten Ciamis tengah disorot tajam. Niat hati ingin memperlancar operasional bisnis, manajemen SPBU Kertahayu, Kecamatan Pamarican, justru tertimpa nasib apes yang sangat mengerikan.

Uang perusahaan senilai lebih dari Rp 128 juta amblas tanpa sisa dari rekening mereka, usai mengikuti "petunjuk sesat" berupa nomor call center (layanan pelanggan) yang belakangan diketahui sebagai nomor bodong alias palsu.

Tragis dan ironisnya, nomor maut tersebut tidak didapatkan korban dari selebaran acak di internet, melainkan diberikan langsung secara sadar oleh seorang oknum pegawai resmi Bank BNI Unit Banjarsari yang berinisial R.

Erni, petugas administrasi SPBU Kertahayu, menceritakan detik-detik saat uang ratusan juta rupiah milik perusahaan itu menguap begitu saja.

Semuanya bermula dari urusan rutinitas kantor. Hari itu, Erni hendak mengeksekusi setoran tunai pembayaran invoice (tagihan) Bahan Bakar Minyak (BBM) ke pihak Pertamina.

Namun, langkahnya terganjal oleh gangguan teknis (ngadat) pada aplikasi korporasi perbankan, BNI Direct. Karena sudah panik berpacu dengan waktu pembayaran, Erni mengambil langkah cepat.

Ia berinisiatif menghubungi R, oknum pegawai bank langganannya yang selama ini memang biasa ia mintai tolong untuk urusan koordinasi transaksi perusahaan.

“Saat ditelepon, Pak R langsung sigap memberikan deretan nomor telepon. Katanya dengan meyakinkan, itu adalah nomor resmi Call Center BNI Direct. Tanpa pikir panjang dan menaruh curiga sedikit pun (karena yang kasih orang bank), saya langsung menghubungi nomor tersebut,” beber Erni kepada awak media, Kamis (26/3/2026).

Dipandu Ganti Password, Berujung Aplikasi Terkunci

Baca Juga: Pangandaran Diserbu 25 Ribu Kendaraan! Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Emplak

Di seberang sambungan telepon, suara pria yang mengaku sebagai Customer Service (CS) BNI Direct terdengar sangat profesional. Bak ahli hypnotherapy perbankan, sang CS gadungan itu mulai memandu Erni langkah demi langkah.

Puncaknya, Erni diarahkan untuk memasukkan nomor token keamanan dan memintanya mengganti kata sandi (password) aplikasi BNI Direct milik perusahaan.

Alarm bahaya di benak Erni baru berbunyi nyaring sesaat setelah proses pergantian password itu selesai diklik. Tiba-tiba, aplikasi perbankan di layarnya mengalami kemacetan total (stuck/hang) dan terkunci.

“Pas aplikasinya loading terus dan akhirnya bisa dicek kembali, saya benar-benar shock. Ternyata uang dari rekening operasional SPBU kami sudah dikuras dan berpindah tangan (transfer) tanpa sepengetahuan saya. Totalnya mencapai lebih dari Rp 128 juta lenyap seketika!” ungkap Erni.

Dipenuhi rasa tidak percaya, Erni lantas mencecar konfirmasi ulang kepada oknum R terkait keaslian nomor call center yang diberikannya.

Namun, jawaban yang keluar dari mulut sang pegawai bank itu justru membuat Erni naik pitam karena terkesan cuci tangan.

Load More